Jakarta, Aktual.com – Amerika Serikat mengancam Korea Utara dengan menggelar serangan militer pre-emptive terhadap Pyongyang. Atas ancaman tersebut, Korea Utara menunjukan sikap tidak gentar, Bahkan dengan nyalinya Korea Utara merespon hal itu dengan mengancam balik soal perluasan program nuklirnya yang dia sebut sebagi pembebas keadilan.
Dilansir dari KCNA, Rabu 22 Maret 2017, Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan, Korut memiliki ambisi sepenuhnya menanggapi perang dingin dengan AS.
“Jika AS berpikir bisa mengancam Korut, mereka harus menghadapi Korut dengan membuka mata lebar-lebar,” tambahnya.
Dari editorial KCNA,mereka menuduh AS telah melakukan perang Cyber yang dilakukan oleh CIA.
Editorial ini muncul setelah Kim Jong Un mengumumkan keberhasilan uji coba mesin rudal balistiknya Sabtu lalu.
Media Korut ini mengatakan, seluruh dunia akan melihat uji mesin pendorong rudal milik Korut dengan kekuatan nuklir milik Korut akan terlihat pedang keadilan dan bisamenjadi pencegah perang.
Menanggapi hal ini, pihak AS mengatakan Korut adalah ancaman pertama keamanan AS. Mantan Pertahanan AS Willian Cohen mengatakan, Korut merupakan masalah yang paling berbahay yang harus mereka hadapi.
Pewarta : Agustina Permatasari
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs















