Kendalanya, banyak masyarakat yang mengaku tidak dirugikan dengan kegiatan tersebut, sehingga aparat sulit menindak, apalagi bila pihak perusahaan memanfaatkan tokoh dan pejabat untuk melakukan pemasaran produksinya.

“Saat tim pemasaran menyebut ada tokoh masyarakat atau publik figur, baik itu artis atau pejabat, maka masyarakat akan sangat mudah dibujuk untuk ikut program tersebut,” katanya.

Biasanya, kata dia, diawal kegiatan, program investasi tersebut akan berjalan cukup lancar, dengan harapan para peserta bisa mengajak orang lain untuk ikut bergabung, namun lama kelamaan, kegiatan tersebut akan banyak menimbulkan masalah dan kerugian bagi investor.

Mengantisipasi masalah tersebut, Agus meminta agar masyarakat lebih berhati-hati, jangan sampai terjebak oleh iming-iming imbal hasil yang cukup tinggi.

“Imbal hasil hingga 15 persen, itu sudah di luar kewajaran, sehingga masyarakat harus benar-benar selektif dan tidak mudah terperdaya, apalagi kegiatan seperti itu, sudah sering terjadi dan berakhir merugikan masyarakat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: