Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen Anjlok dari 70,7 Persen ke 21,5 Persen. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyayangkan masih belum terlalu kuatnya laju pertumbuhan industri pembiayaan. Hal ini karena perekonomian nasional juga masih tertekan.

Menurut Riswinandi Idris, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejauh ini dengan perekonomian yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami tekanan, terutama tekanan dari kondisi ekonomi global.

“Makanya, kita sebagai negara dengan open economy mau tidak mau akan terimbas oleh gejolak ekonomi global tersebut sebagaimana halnya dengan negara-negara emerging market lainnya. Hal ini berdampak terhadap pertumbuhan industri pembiayaan,” ujar Riswinandi di acara Warta Ekonomi Indonesia Multifinance Consumer Choice Award 2017, di Jakarta, Selasa (31/10).

Pertumbuhan ekonomi sendiri, kata dia, tak lepas dari angka 5 persen. Tahun lalu pertumbuhan hanya 5 persen, sementara tahun ini sebanyak 5,1 persen, sedang tahun depan diprediksi bisa 5,2 persen.

“Dengan kondisi perekonomian yang masih seperti itu, tentunya kita juga harus tetap prudent dan waspada untuk menjaga kualitas agar pertumbuhan sektor jasa keuangan tetap kredibel dan sustainable,” papar Riswinandi itu.

Apalagi untuk beberapa sektor seperti pembiayaan untuk konsumer atau pembiayaam otomotif terus melambat. Untuk itu, kata dia, harus diubah pola pikir dari yang selama ini selalu berfokus pada pembiayaan otomotif atau pembiayaan alat berat untuk periode waktu yang cukup lama.

(Eka)