Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae (dua dari kanan) dalam diskusi dengan media massa di Bandung, Sabtu (24/9/2022). ANTARA /Ahmad Buchori

Bandung, Aktual.com – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan sistem keuangan yang berintegritas memunculkan persepsi positif sehingga berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi.

“Sistem keuangan berintegritas itu akan memunculkan persepsi positif bagi sistem keuangan nasional yang saat ini masih direcoki sejumlah masalah,” kata Dian dalam diskusi dengan media massa di Bandung, Minggu.

Dia menyatakan keyakinannya sistem keuangan berintegritas itu masih berpotensi dibangun mengingat sistem perbankan yang selalu terkait dengan masalah transaksi keuangan, beroperasi atas dasar kepercayaan dan integritas.

Menurut Dian, sistem keuangan nasional saat ini masih perlu terus ditingkatkan. Saat ini sistem itu masih sering direcoki oleh sejumlah masalah dengan terungkapnya transaksi shadow economy seperti judi online, transaksi narkoba dan pinjaman daring.

OJK, menurut Dian, berperan dalam peningkatan sistem keuangan itu. Jika sistem berintegritas sudah terbangun maka hal itu akan makin mempermudah untuk menarik investasi asing dan domestik.

“Ini menjadi misi kami lima tahun ke depan. Itu semua harus diatasi secara mendasar dan sistemik. Tegakkan trust dan integritas,” katanya.

Dian mengatakan membangun sistem keuangan berintegritas itu bukan hanya tanggung jawab OJK, tapi merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan sejumlah lembaga diperlukan serta dukungan masyarakat.

Dian juga mengatakan industri keuangan nasional memasuki periode yang sangat menentukan karena lingkungan strategis yang berubah. OJK tidak dapat berdiri sendiri, kerja sama dan kolaborasi menjadi suatu keharusan. Sebagai regulator dari industri keuangan OJK harus dapat menyeimbangkan tiga hal penting: stability, consumer protection and innovation.

Kompleksitas struktur sistem keuangan Indonesia merupakan persoalan mendasar yang perlu mendapat pembenahan ke depannya untuk menciptakan sistem keuangan yang efisien, kompetitif dan berintegritas.

Sistem keuangan Indonesia sangat kompleks yang terdiri dari berbagai bentuk kelembagaan, bentuk kegiatan usaha, bentuk badan hukum, ketentuan permodalan yang berbeda, standar regulasi dan pengawasan yang berbeda, termasuk perbedaan persyaratan permodalan di sektor perbankan sendiri.

Ia pun memastikan implementasi dan interpretasi atas kewenangan-kewenangan yang dimiliki OJK akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas OJK.

Langkah yang berimbang (balancing act) dari OJK untuk memperhatikan kepentingan bisnis, kepentingan masyarakat dan perlindungan konsumen, kebijakan Pemerintah, serta kebijakan Bank Indonesia perlu dilakukan secara sistemik dan terukur.

“Integritas sistem keuangan harus dibangun sebagai fundamental dalam meningkatkan kinerja industri keuangan dalam jangka panjang,” kata Dian.

(Antara)

(Dede Eka Nurdiansyah)