Jakarta, Aktual.com – Penghentian operasi militer di Suriah telah di lakukan oleh Pemerintah Turki, Agustus 2016 lalu. Seiring dengan kebijakan tersebut, diduga akan kembali digelarnya operasi lintas perbatasan di masa depan.
Dalam Operasi yang telah berubah nama menjadi “Perisai Efrat”, membuat Turki akan mengerahkan pasukan, tank-tank dan pesawat tempur untuk mendukung Free Syrian Army (FSA), Hal ini dilakukan untuk mengusir pasukan ISIS dari perbatasannya.
“Operasi Perisai Efrat telah berhasil dan selesai. Setiap operasi setelah operasi ini akan memiliki nama berbeda,” ujar Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dalam wawancara dengan media NTV seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/3).
Operasi tersebut telah membuat militer Turki membersihkan para militan ISIS dari kota perbatasan Jarablus di tepi Sungai Efrat, lalu bergerak ke arah selatan menuju kota al-Bab, sebuah basis ISIS. Tanpa menjelaskan lebih detail, Yildirim hanya mengatakan bahwa kini “semuanya terkendali” di al-Bab.
Dilaporkan bahwa salah satu tujuan operasi adalah untuk mencegah para milisi Kurdi, YPG menyeberangi Efrat menuju ke barat dan menghubungkan tiga wilayah mayoritas Kurdi yang dikuasainya di Suriah utara. Selama ini, Pemerintah Turki menganggap YPG sebagai perluasan kelompok militan Kurdi, PKK, yang telah melancarkan pemberontakan di Turki sejak tahun 1984 dan dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Pewarta : Gespy Kartikawati Amino
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















