Jakarta, Aktual.co —Pembacaan putusan kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, seorang mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) yang dilakukan mantan pacarnya  Imam Al-Hafitd (19) dibantu Assyifah Ramadhani (19) tengah digelar siang ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 9 Desember 2014.
Menanggapi itu, ayahanda Ade Sara, Suroto berharap penegak hukum bisa mengadili para terdakwa dengan seadil-adilnya. Yakni sesuai tuntutan jaksa, ganjaran hukuman seumur hidup.
“Tidak dilebihkan maupun dikurangi. Hukuman seumur hidup,” kata Suroto kepada Aktual.co di kediamannya di Jalan Layur Blok ABCD no 2a RT007 RW011, Rawamangun, Pulogadung Jakarta Timur, Senin (8/12) malam.
Jika kedua terdakwa hanya mendapat hukuman ringan, Suroto yakin ada yang salah dengan hukum di Indonesia. 
“Kalau para terdakwa divonis bebas atau divonis hanya lima tahun, berarti patut dipertanyakan ada apa di pengadilan dan ini akan menjadi tanda tanya besar bagi semuanya,” tambahnya.
Jika vonis nanti tidak sesuai dengan harapannya, Suroto akan mengajukan banding. “Majelis Hakim kan menjadi wakil tuhan di dunia untuk bisa memberikan keadilan.”
Selain itu, bersama istrinya, Elizabeth, mereka meminta pengadilan negeri bisa menggelar sidang tepat waktu dan tidak mengulur-ulur waktu. “Atau tempat sidangnya dipindah-pindahin juga. Ini jadi bahan evaluasi bagi pihak Pengadilan.”

()