Ustaz Abdul Somad menjawab semua tuduhan Singapura yang menolak kedatangannya ke negara tersebut. dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun, Rabu (18/5).

Jakarta, Aktual.com – Organisasi tokoh muslim Singapura yang tergabung dalam Grup Rehabilitasi Religius (RRG) turut mengomentari ramainya pemberitaan terkait penolakan penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) ke negara tersebut.

“Kami sangat mendukung posisi pemerintah Singapura bahwa pandangan dan orang-orang yang memecah belah tidak memiliki tempat di negara ini,” demikian pernyataan RRG di unggahan Facebook, seperti dikutip The Strait Times.

Mereka menilai ajaran-ajaran yang dibawa UAS tidak selaras dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Grup Rehabilitasi Religius merespons dengan rasa malu dan penyesalan sangat dalam untuk sejawat penceramah yang muncul untuk menguasai dan menyebarkan pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami dan universal terhadap kemanusiaan, belas kasih, rasa cinta syarat terhadap sesama”.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan UAS memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengikut lokal atau terlibat dalam aktivitas yang mengancam keamanan dan keharmonisan komunitas di Singapura.

Ia kemudian menegaskan, “Posisi kami sangat sederhana. Orang seperti ini, kami tidak akan membiarkan mereka masuk,” tegas Shanmugam saat merespons pengusiran UAS, seperti dikutip The Straits Times.

RRG merupakan organisasi untuk meredam radikalisme di Singapura. Mereka kerap memberi konseling terhadap sejumlah muslim yang terpapar radikalisme, narapidana teroris, dan mereka yang menyebarkan ekstremisme.

(Dede Eka Nurdiansyah)