ilustrasi

Jakarta, Aktual.com-Pihak berwenang Rusia merilis identitas pelaku pengeboman stasiun Saint (St.) Petersburg, yakni Akbarzhon Jalilov, pria kelahiran Kirgizstan pada tahun 1995.

Seperti dilansir Antara, Rabu, 5 April 2017, identitas pelaku ditemukan berasal dari jejak genetik yang terdapat di tas berisi bahan peledak yang ditemukan penyidik.

Sebelumnya diberitakan aksi teror St Petersburg terjadi pada Senin 3 April 2017 pukul 14.40 waktu Moskow. Insiden berdarah tersebut terjadi di sebuah kereta bawah tanah yang melayani rute Stasiun Tekhnologichesky Institut menuju Stasiun Sennaya Ploshchad.

Menurut Juru bicara Komisi Intelijen Rusia (IC) Svetlana Petrenko Jalilov meninggalkan bom lainnya di stasiun Ploshchad Vosstaniya.

“Analisis awal menyebutkan bahwa bahan peledak diletakkan di alat pemadam api dan diisi dengan elemen-elemen berbahaya dalam bentuk bola logam kecil-kecil dan mur, seperti bom yang telah meledak itu. Diperkirakan bom itu dipicu oleh ponsel, bukan oleh pengatur waktu,” ucap seorang sumber kepada kantor berita TASS.

“Itulah mengapa komunikasi telepon mobile dimatikan. Segera setelah itu, bahan peledak berkekuatan 1 kilogram TNT berhasil dijinakkan,” tambah sang sumber.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs