20 April 2026
Beranda blog Halaman 228

Bantuan Diaspora Aceh di Malaysia Tertahan Bea Cukai, Tito Minta Dukungan DPR

Jakarta, aktual.com – Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa bantuan kemanusiaan dari diaspora Aceh di Malaysia hingga kini belum bisa disalurkan. Bantuan tersebut tertahan karena belum memperoleh izin dari pihak Bea Cukai.

Hal itu disampaikan Tito saat mengikuti rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Dalam forum tersebut, Tito meminta arahan sekaligus dukungan DPR agar proses distribusi bantuan dapat segera diselesaikan.

“Saat ini ada bantuan dari diaspora Aceh. Kita tahu bahwa di Malaysia ada lebih kurang hampir 500 ribu warga Aceh yang bekerja di sana, yang memiliki hubungan keluarga,” kata Tito.

“Mereka selain membantu keluarganya masing-masing, bantuan uang, tapi mereka juga mengumpulkan barang-barang, pangan terutama,” sambungnya.

Menurut Tito, bantuan tersebut telah dipersiapkan untuk dikirim dari Port Klang, Kuala Lumpur, menuju Pelabuhan Krueng Geukueh di Lhokseumawe. Namun hingga kini pengiriman belum dapat masuk ke Indonesia.

“Mereka sudah siap barangnya dikirim dari Port Klang di Kuala Lumpur, akan dikirim ke pelabuhan di Lhokseumawe, Pelabuhan Krueng Geukueh namanya. Tapi sekarang masih tertahan karena dari Bea Cukai belum mengizinkan masuk,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar bantuan itu dapat diterima, selama tidak mengandung barang-barang terlarang.

“Kami sudah sampaikan saat itu kepada Bapak Presiden, sepanjang itu adalah bukan dari G to G, silakan diterima. G to G harus melalui Menlu. Nah kemudian ini bukan G to G, tapi dari komunitas masyarakat di sana yang ada hubungan keluarga yang mereka bekerja di Malaysia,” tuturnya.

“Bapak Presiden menyampaikan silakan diterima sepanjang jangan sampai ada barang-barang terlarang, seperti narkoba, senjata api, dan lain-lain,” imbuh dia.

Tito berharap persoalan administratif yang masih menghambat dapat segera diselesaikan agar bantuan kemanusiaan dari diaspora Aceh tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPAI: Kasus Keempat Anak Akhiri Hidup pada 2026, Indonesia Darurat Pencegahan

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini. ANTARA/Azmi Samsul M
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini. ANTARA/Azmi Samsul M

Jakarta, aktual.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan kasus anak mengakhiri hidup di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan kasus anak mengakhiri hidup yang ke-4 pada 2026, sehingga menjadi peringatan keras Indonesia darurat kasus anak mengakhiri hidup.

“Ini adalah kasus ke-4 anak mengakhiri hidup di tahun 2026. Dan ini warning yang keras,” kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/2).

KPAI pun meminta keseriusan pemerintah untuk benar-benar melakukan tugas pokok dan fungsinya terkait pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk pencegahan terjadinya anak mengakhiri hidup.

“Jangan sampai seperti tahun 2023 dan 2024 Indonesia menempati kasus tertinggi anak mengakhiri hidup di Asia Tenggara terulang lagi. Butuh pencegahan yang masif. KPAI meminta pemerintah lintas kementerian dan lembaga untuk serius menangani ini,” kata Diyah Puspitarini.

Sebelumnya, seorang anak berusia 14 tahun diduga mengakhiri hidup di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa remaja perempuan itu terjadi pada Kamis (12/2). Korban ditemukan pertama kali oleh bibinya.

Polisi saat ini masih menyelidiki kasus ini, termasuk mendalami dugaan adanya perundungan.

“KPAI sedang berkoordinasi dengan semua pihak atas kejadian ini terutama di PPU (Penajam Paser Utara), agar anak yang meninggal diketahui dengan pasti penyebab kematiannya. Dan jangan sampai anak mendapat stigma negatif,” kata Diyah Puspitarini.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

HIMAPRODIKAP FEB UPNVJ Gelar Karsa Initiate 1, Bekali PO dan VPO Strategi Kepemimpinan dan Manajemen Program Kerja

Jakarta, aktual.com – Himpunan Mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan (HIMAPRODIKAP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FEB UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan Karsa Initiate 1 sebagai agenda pengarahan awal bagi Project Officer (PO) dan Vice Project Officer (VPO), Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 yang berlokasi di Muh. Husni Thamrin Ruang 304 dan bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman kepemimpinan serta kesiapan teknis dalam mengelola program kerja suatu organisasi secara terstruktur.

Karsa Initiate merupakan bagian dari program kaderisasi dan pengembangan kapasitas kepemimpinan HIMAPRODIKAP yang dirancang untuk menumbuhkan karakter pemimpin program kerja yang mandiri, bertanggung jawab, dan visioner. Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memahami peran strategi PO dan VPO dalam setiap program kerja, sekaligus membangun kepercayaan diri dan kualitas perencanaan agar pelaksanaan program kerja berjalan dengan optimal.

Acara pertama peserta menerima pemaparan materi yang disampaikan oleh Ketua dan Wakil Ketua HIMAPRODIKAP mengenai pembagian tugas dan tanggung jawab PO maupun VPO, termasuk pentingnya setiap peran panitia dalam kegiatan. Mereka juga menyampaikan bahwa akan ada pemaparan Grand Design dari setiap program kerja yang dipimpin. Selanjutnya, pada sesi ini dipaparkan juga gambaran umum program kerja HIMAPRODIKAP dalam satu periode kedepan, seperti LDKM, Diesnatalies, Litbank, Mabimbank, Banker’s Day, Studi Banding, Company Visit, hingga program sosial DPK berbuka & berbagi.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Leonardus Benny Putra L. mengenai strategi sponsorship. Hal ini menyoroti pentingnya proposal kreatif sebagai sumber pemasukan tambahan di setiap kegiatan organisasi, dengan komponen pendukung seperti timeline, strategi pra dan pasca acara, insight media sosial, manfaat bagi media partner, Rancangan Anggaran Biaya, serta MOU. Setelah pemaparan sesi tanya jawab berlangsung interaktif membahas tips dalam memperoleh sponsor dengan memanfaatkan relasi, strategi negosiasi, hingga pentingnya MOU untuk mencegah kesalahpahaman sepihak. Lalu untuk pemaparan terakhir, yaitu pemaparan alur persuratan oleh Saskia Ferlina yang menekankan bahwa peran sekretaris dalam setiap program kerja sangat penting, agar koordinasi dengan fakultas maupun universitas berjalan dengan baik.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari PO, Ketua, dan Wakil Ketua HIMAPRODIKAP, lalu sesi dokumentasi, serta penutupan resmi oleh MC. Dengan terselenggaranya kegiatan Karsa Initiate ini, diharapkan HIMAPRODIKAP FEB UPNVJ semakin paham untuk menjadi pemimpin program kerja yang inovatif, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi pengembangan organisasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Putaran Kedua Perundingan AS–Iran Dinilai Produktif, Vance Singgung “Garis Merah” Trump

Washington, aktual.com – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan putaran kedua perundingan dengan Iran berlangsung produktif dalam beberapa hal, tetapi belum bersedia untuk terlibat dalam pembahasan sejumlah “garis merah” yang ditetapkan Presiden Donald Trump.

Vance, pada Selasa (17/2), tidak menyebutkan secara rinci “garis merah” mana yang ditolak untuk dibahas oleh pemerintah Iran, tetapi ia menegaskan bahwa kepentingan utama Amerika Serikat tidak ingin Iran memiliki senjata nuklir.

“Dalam beberapa hal, itu berjalan baik. Mereka sepakat untuk bertemu setelahnya. Tetapi dalam hal lain, sangat jelas bahwa presiden telah menetapkan sejumlah garis merah yang belum bersedia diakui dan dibahas oleh pihak Iran,” kata wakil presiden dalam wawancara dengan Fox News.

“Kami akan terus mengupayakannya. Namun tentu saja, presiden berhak untuk menentukan kapan bahwa diplomasi telah mencapai batas alaminya. Kami berharap tidak sampai pada titik itu, tetapi jika itu terjadi, itu akan menjadi keputusan presiden,” tambahnya.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara tim Amerika Serikat dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.

Araghchi mengatakan telah terjadi kemajuan di Jenewa dan menggambarkan suasana perundingan sebagai lebih konstruktif.

“Diputuskan bahwa kedua belah pihak akan mengerjakan draf potensi kesepakatan, dan setelah saling bertukar teks. Waktu untuk putaran pembicaraan berikutnya akan ditentukan,” kata Araghchi.

Diplomat tertinggi Iran itu menambahkan bahwa terdapat jalur yang jelas ke depan untuk negosiasi nuklir dengan pihak Amerika, yang dinilai positif dari perspektif Iran.

Pada 6 Februari, Oman menjadi tuan rumah putaran pertama pembicaraan tidak langsung di Muscat. Pembicaraan tersebut merupakan yang pertama sejak Trump memerintahkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni.

Sejak itu, Trump mengarahkan peningkatan kekuatan militer AS di kawasan seraya mengancam Iran agar mencapai kesepakatan dengan Washington.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kompolnas Desak Polri Bongkar Jaringan Narkoba di Balik Kasus Eks Kapolres Bima

Jakarta, aktual.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Polri untuk membongkar jejaring narkoba dalam kasus dugaan kepemilikan narkoba yang menjerat Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik Putra Kuncoro.

“Upaya untuk memberantas narkoba, penyalahgunaan kewenangan oleh anggota, tidak hanya berhenti pada tindakan penghukuman bagi anggota kepolisian, tapi juga harus membongkar jaringan yang ada,” kata anggota Kompolnas Mochammad Choirul Anam di Jakarta, Rabu (18/2).

Dengan begitu, sambung dia, maka tidak akan terulang lagi kasus kepemilikan narkoba, khususnya oleh anggota kepolisian.

“Khususnya kepada anggota kepolisian karena karakter dasar kasus atau kejahatan narkoba itu kejahatan berjaring,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa untuk mencegah kembali anggota polisi menggunakan narkoba, diperlukan hukuman yang berat bagi oknum yang bersalah.

“Ini harus komitmen bersama antara kepolisian, Kejaksaan, maupun majelis hakim. Komitmennya pemberantasan itu menunjukkan bahwa negara tidak kalah dengan jejaring narkoba dan menunjukkan bahwa negara komitmen untuk memberantas narkoba, khususnya kepolisian, ” katanya.

Lebih lanjut, mantan komisioner Komnas HAM itu juga mengapresiasi Polri yang secara simultan menangani kasus ini secara pidana dan etik.

“Kompolnas memberikan perhatian terhadap kasus ini dan beberapa konteks kita juga berkoordinasi dengan kepolisian. Kami apresiasi terkait langkah tegas tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (13/2), Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengumumkan penetapan AKBP Didik Putra Kuncoro sebagai tersangka dugaan kepemilikan narkoba.

Saat ini, Polri tengah memburu bandar jaringan narkoba berinisial E yang diduga menjadi pemasok barang haram di kasus ini.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sejauh ini, barang bukti yang ada di AKBP DPK diperoleh dari tersangka AKP ML (Malaungi), ini dari salah satu tokoh jaringan dengan inisial E,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir.

Menurut dia, jaringan tersebut sedang didalami oleh Badan Reserse Kriminal Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Nusa Tenggara Barat.

Ia pun menegaskan komitmen Polri untuk mengungkap jaringan narkoba dari bandar berinisial E tersebut. “Identitas bandar dengan inisial E saat ini profil lengkapnya sudah ada. Saat ini dalam proses untuk dilakukan pengejaran dan penangkapan,” jelasnya.

Adapun AKBP Didik belum ditahan karena masih menjalani penempatan khusus oleh Divisi Propam Polri sembari menanti pemeriksaan etik yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

UPNVJ Inisiasi Pembentukan Asosiasi Dosen Komunikasi Indonesia, Perkuat Profesionalisme Akademisi

Jakarta, aktual.com — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menginisiasi rapat pembentukan Asosiasi Dosen Komunikasi Indonesia sebagai wadah profesional bagi dosen ilmu komunikasi di Indonesia. Rapat yang diikuti delapan orang perwakilan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Nusantara 1A, UPNVJ, Senin (9/2). Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan identitas, solidaritas, serta standarisasi kinerja dosen komunikasi secara nasional.

Rapat pembentukan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan pemangku kepentingan dari berbagai perguruan tinggi. Salah satu pembicara, Asep Mulyana, menegaskan bahwa kehadiran asosiasi ini dimaksudkan sebagai pembeda dan pelengkap dari organisasi yang telah ada. Menurutnya, selama ini belum tersedia organisasi profesi yang secara khusus menaungi dosen ilmu komunikasi sebagai pengajar.

“Harapannya tentu organisasi ini bisa besar dan diterima di kalangan akademisi. Terus terang, sampai hari ini kita sama-sama tahu, asosiasi khusus bagi dosen-dosen di rumpun ilmu komunikasi belum ada,” ujar Asep Mulyana dalam sambutannya.

Ia menambahkan, keberadaan Asosiasi Dosen Komunikasi Indonesia diharapkan mampu menjawab kebutuhan kolektif para dosen, mulai dari penguatan jejaring akademik, peningkatan kapasitas profesional, hingga advokasi kepentingan dosen ilmu komunikasi di tingkat nasional.

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, dalam sambutannya menekankan pentingnya berhimpun dalam organisasi profesi sebagai sarana memperkuat posisi dan suara akademisi di ruang publik maupun dalam perumusan kebijakan, “Berhimpun dalam organisasi menjadi penting untuk membuat suara kita lebih bergema dan memperjuangkan kepentingan profesi secara kolektif,” tegas Anter Venus.

Lebih lanjut, ia merujuk pada Pasal 14 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menjamin hak dosen untuk berserikat dalam organisasi profesi. Menurutnya, pembentukan Asosiasi Dosen Komunikasi Indonesia sejalan dengan amanat undang-undang tersebut dan berpotensi mendorong peningkatan kualitas serta standarisasi kinerja dosen ilmu komunikasi di Indonesia. “Dengan landasan hukum yang kuat, kehadiran asosiasi ini dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kebutuhan standarisasi kinerja dosen ilmu komunikasi, sekaligus memperkuat profesionalisme dan integritas akademik,” tambahnya.

Rapat pembentukan ini menjadi tonggak awal bagi lahirnya organisasi profesi dosen komunikasi yang diharapkan mampu berkontribusi pada pengembangan keilmuan, peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta penguatan peran dosen komunikasi dalam menjawab tantangan zaman. UPNVJ menegaskan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif akademik yang berdampak luas bagi pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain