20 April 2026
Beranda blog Halaman 229

Latihan Militer Iran di Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Melambung

Jakarta, aktual.com – Harga minyak dunia menguat pada awal pekan ini, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menggelar latihan angkatan laut di dekat Selat Hormuz, jalur transit minyak paling vital di dunia, menjelang kelanjutan pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan mendekati level US$64 per barel, sementara minyak mentah Brent ditutup di bawah US$69 per barel. Tidak terdapat penutupan perdagangan pada Senin karena libur nasional Hari Presiden di AS.

Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa pasukan Garda Revolusi Iran tengah melakukan latihan militer di wilayah Selat Hormuz, jalur strategis yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global setiap harinya.

Latihan militer tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.

Volume perdagangan minyak relatif sepi pada awal pekan. Jumlah kontrak Brent yang diperdagangkan tercatat turun ke level terendah sepanjang tahun ini, dipengaruhi libur nasional di AS dan Kanada. Selain itu, sejumlah negara di Asia juga tengah merayakan Tahun Baru Imlek, yang turut menekan aktivitas perdagangan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah mengadakan pertemuan dengan kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Media pemerintah Iran menyebutkan bahwa pembahasan mencakup proposal yang akan diajukan dalam pembicaraan tidak langsung dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff yang dijadwalkan berlangsung Selasa waktu setempat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan optimismenya bahwa Washington dan Teheran dapat meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan membuka peluang tercapainya kesepakatan baru.

Selain isu Iran, pasar juga mencermati rencana negosiasi antara Rusia dan Ukraina yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Selasa dan Rabu. Meski demikian, prospek berakhirnya konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun tersebut dinilai masih terbatas, sehingga potensi kembalinya pasokan minyak Rusia ke pasar global belum dapat dipastikan.

Analis ANZ Group Holdings Ltd, Brian Martin dan Daniel Hynes, menyatakan pasar minyak saat ini masih sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik global.

“Pasar tetap tidak stabil akibat ketidakpastian geopolitik. Jika ketegangan di Timur Tengah mereda atau kemajuan signifikan dicapai dalam konflik Ukraina, premi risiko dalam harga minyak dapat berkurang dengan cepat,” tulis mereka dalam catatan riset.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga WTI untuk pengiriman Maret naik 1,3 persen menjadi US$63,71 per barel pada pukul 07.15 waktu Singapura. Sementara itu, harga Brent untuk pengiriman April juga naik 1,3 persen menjadi US$68,65 per barel pada perdagangan Senin waktu AS.

Kenaikan harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian hasil negosiasi internasional yang sedang berlangsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Solidaritas Ramadan, MUI Imbau Umat Islam Baca Qunut Nazilah untuk Palestina

Konferensi Pers Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk memperkuat doa bagi kemerdekaan Palestina, khususnya masyarakat di Gaza, selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Seruan tersebut disampaikan Anwar dalam konferensi pers usai sidang isbat penetapan awal Ramadan di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

“Kami berharap dengan sungguh-sungguh kepada seluruh imam-imam masjid di seluruh Indonesia. Kalau bisa, kita kuatkan untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam dan bangsa Palestina. Terutama masyarakat Palestina yang ada di Gaza. Dengan apa yang disebut dengan qunut nazilah,” ujar Anwar.

Ia menegaskan, Ramadan merupakan momentum yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, sehingga diharapkan seluruh imam masjid dapat mengamalkan qunut nazilah secara konsisten demi keselamatan dan kemerdekaan Palestina.

Anwar juga meminta para takmir masjid dan organisasi Islam untuk turut menyebarluaskan seruan tersebut kepada seluruh imam dan jamaah di berbagai daerah.

“Kami berharap kepada seluruh takmir masjid di Indonesia, mungkin bisa melalui Dewan Masjid Indonesia atau melalui ormas-ormas seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Al Jam’iyatul Washliyah dan lain-lain, untuk menyerukan kepada seluruh imam agar memohon kepada Allah kemerdekaan bagi warga Palestina dan pertolongan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Menteri Agama Nassarudin Umar menyampaikan penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil sidang isbat yang mempertimbangkan metode hisab dan rukyat.

“1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata Nassarudin.

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia saat rukyat pada Selasa (17/2/2026) belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh negara-negara anggota MABIMS.

Posisi hilal tercatat berada pada kisaran minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 55 menit 41 detik, dengan elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Sementara kriteria MABIMS menetapkan tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Dengan posisi tersebut, hilal secara teoritis dinyatakan belum mungkin dirukyat karena masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

Pemerintah selama ini menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, guna memastikan penetapan yang akurat dan dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

KPK Sita Uang Tunai Rp5 Miliar Lebih dalam Lima Koper, Terkait Korupsi Bea Cukai

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (26/11/2025). ANTARA/Rio Feisal/pri.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (26/11/2025). ANTARA/Rio Feisal/pri.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita sejumlah barang bukti dalam penggeledahan lanjutan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan uang tunai senilai lebih dari Rp5 miliar yang disimpan dalam lima koper.

Penyitaan dilakukan dari aset milik tersangka yang berada di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

“Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan barang bukti lima koper berisi uang tunai senilai Rp5 miliar lebih,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Budi menjelaskan, uang tunai tersebut terdiri dari berbagai mata uang asing, antara lain dolar Singapura, dolar Amerika Serikat, dolar Hong Kong, serta ringgit Malaysia.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen penting serta barang bukti elektronik (BBE) yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Penyidik akan mendalami setiap barang bukti yang diamankan dalam kegiatan penggeledahan ini,” kata Budi.

Dalam perkara ini, KPK sebelumnya telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi importasi barang di lingkungan DJBC Kementerian Keuangan.

Tiga tersangka merupakan pejabat Bea Cukai, yakni Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026 Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan.

Sementara itu, tiga tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, yakni Pemilik PT Blueray John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi Andri, serta Manajer Operasional Dedy Kurniawan.

KPK menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan guna menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret pejabat Bea Cukai dan pihak swasta tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Muhammadiyah Mulai Puasa Besok, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari 2026

Konferensi Pers Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan tersebut diputuskan dalam Sidang Isbat yang digelar pada Selasa (17/2/2026) mulai pukul 18.30 WIB.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil perhitungan hisab, rukyat, serta konfirmasi dari petugas pemantau hilal di berbagai wilayah Indonesia.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan terlihat, disepakati 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, proses penentuan awal Ramadan dilakukan mela

lui mekanisme musyawarah yang melibatkan para ahli falak, ormas Islam, serta perwakilan instansi terkait, dengan mengacu pada hasil pengamatan hilal di 96 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Penetapan tersebut menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadan tahun ini.

Muhammadiyah Tetapkan Lebih Awal

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, atau satu hari lebih awal dibandingkan keputusan pemerintah.

Pakar falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, mengatakan penetapan tersebut mengacu pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.

“Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M sebagaimana tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuan dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode tersebut mengacu pada tiga unsur utama, yakni Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP).

Salah satu parameter penting dalam KHGT adalah posisi hilal setelah ijtimak harus mencapai ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi.

Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, parameter tersebut telah terpenuhi di wilayah Alaska, Amerika Serikat, dengan ketinggian hilal mencapai 5 derajat 23 menit 01 detik dan elongasi 8 derajat 00 menit 06 detik.

Selain itu, konjungsi atau ijtimak awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB. Peristiwa tersebut menandai berakhirnya siklus bulan sebelumnya dan menjadi indikator astronomis masuknya bulan baru.

“Setelah matahari terbenam pada hari itu, posisi hilal yang memenuhi parameter KHGT telah tercapai di wilayah Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan keesokan harinya, Rabu, 18 Februari 2026, sebagai awal Ramadan,” jelasnya.

Dengan demikian, terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah tahun ini. Meski demikian, umat Islam tetap diimbau untuk saling menghormati perbedaan yang merupakan bagian dari dinamika penentuan kalender Hijriah.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Sejumlah Perusahaan BUMN dan Swasta Dipertanyakan

Ilustrasi, pegawai Bank BUMN di salah satu kantor cabang. Foto: Ist

Jakarta aktual.com – Laporan keuangan sejumlah perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipersoalkan oleh Evert Nunuhitu. Evert menduga ada manipulasi dalam laporan keuangan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Sejumlah institusi yang dipersoalkan itu antara lain Otoritas Jasa Keuangan, PT Gudang Garam Tbk, PT Blue Bird Tbk, Bank BJB, Bank Banten, PT PLN (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara, PT Timah Tbk, PT Pupuk Kalimantan Timur, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Menyikapi itu, Koordinator Aliansi Gerakan Pemuda Anti Pemerasan Teguh Azmi mengatakan, Evert disebut-sebut mengatasnamakan organisasi Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) serta memperkenalkan diri sebagai wartawan dalam berbagai komunikasi resmi maupun tidak resmi.

“Pola yang disorot publik adalah munculnya tuduhan mengenai dugaan rekayasa atau manipulasi laporan keuangan tanpa disertai rujukan audit forensik, temuan resmi otoritas pengawas, maupun putusan pengadilan,” kata Teguh, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Padahal, ucap Teguh, laporan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut secara umum telah melalui proses audit oleh Kantor Akuntan Publik independen dan mekanisme pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, tudingan yang tidak disertai bukti kuat berpotensi menimbulkan persepsi negatif dan mengganggu reputasi korporasi. Terlebih, penelusuran administratif yang beredar di publik memunculkan pertanyaan terkait status legalitas GRPKN.

Berdasarkan pencarian pada sistem administrasi badan hukum, katanya, nama organisasi tersebut belum terdaftar secara resmi sebagai badan hukum atau organisasi kemasyarakatan di kementerian terkait.

“Alamat kantor yang dicantumkan dalam sejumlah dokumen pun disebut sulit diverifikasi secara faktual,” paparnya.

Selain itu, nama Musa Agung yang mengatasnamakan diri sebagai peneliti dari Etos Indonesia Institute turut menjadi perhatian.

Menurut Teguh, dalam beberapa rilis yang beredar di media daring, terdapat kesamaan isu dan narasi antara laporan yang disampaikan Evert dan Musa, termasuk pada perusahaan-perusahaan yang menjadi sasaran.

Teguh pun melihat adanya kemiripan pola, mulai dari substansi tuduhan, penggunaan kanal media yang sama, hingga langkah pelaporan yang serupa.

Meski demikian, ucapnya, dugaan adanya keterkaitan langsung di antara keduanya masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang objektif dan transparan.

Namun, Teguh menggarisbawahi, adanya isu ini memunculkan diskursus lebih luas tentang pentingnya menjaga ruang partisipasi publik dalam mengawasi tata kelola keuangan negara dan korporasi, tanpa mengabaikan prinsip akurasi, legalitas, serta tanggung jawab hukum.

“Pelaporan dugaan pelanggaran tentu merupakan hak setiap warga negara, namun harus disertai data dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Teguh.

Dalam konteks penguatan tata kelola dan stabilitas dunia usaha, menurutnya, setiap tuduhan setidaknya mesti disikapi melalui jalur hukum yang sah, berbasis bukti, dan tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat merugikan banyak pihak.

“Aparat penegak hukum juga diharapkan dapat melakukan klarifikasi secara menyeluruh guna memastikan kepastian hukum serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan dan penegakan hukum di Indonesia,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Satgas Damai Cartenz Tangkap Empat Anggota KKB Jaringan Elkius Kobak di Dekai

Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo.Aktual/ANTARA

Jayapura, aktual.com – Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz menangkap empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang merupakan anak buah pimpinan Elkius Kobak di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, dari empat orang yang diamankan, dua di antaranya telah teridentifikasi terlibat dalam aksi pembakaran ruang kelas di SMAN 2 Dekai yang terjadi pada Sabtu (14/2).

“Dua orang yang teridentifikasi terlibat dalam aksi kekerasan yaitu GW dan EH,” kata Kombes Yusuf kepada Antara di Jayapura, Selasa.

Sementara itu, dua anggota KKB lainnya yang turut diamankan masing-masing berinisial BW (25) dan HM (23). Hingga kini, penyidik masih mendalami keterlibatan keduanya dalam sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Penyidik masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan mereka terlibat dalam kasus apa saja,” ujar Kombes Yusuf.

Terkait penanganan kasus penembakan terhadap pesawat Smart Air di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Kombes Yusuf mengungkapkan hingga saat ini belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.

“Tim penegakan hukum masih terus melakukan pengejaran guna menangkap para pelaku yang juga anggota KKB,” katanya.

Diketahui, penembakan terhadap pesawat Smart Air tersebut mengakibatkan dua kru, yakni Kapten Enggo dan Kapten Baskoro, meninggal dunia. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB pimpinan Elkius Kobak.

Satgas Damai Cartenz menegaskan akan terus melakukan langkah penegakan hukum secara terukur dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan dan sekitarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Berita Lain