20 April 2026
Beranda blog Halaman 231

Panduan Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Umat Islam melaksanakan salat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (28/2/2025). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang secara khusus dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Salat ini dikerjakan setelah salat Isya dan sebelum salat Witir, serta dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun secara sendiri di rumah.

Dalam hukum Islam, salat Tarawih berjamaah berstatus sunnah kifayah, artinya dianjurkan dilakukan secara bersama-sama, namun tetap sah jika dilaksanakan secara individu. Meski demikian, salat Tarawih memiliki kedudukan istimewa karena termasuk sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena senantiasa diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW sepanjang hidupnya dan dilanjutkan oleh para sahabat serta umat Islam setelah beliau wafat.

Rasulullah SAW bersabda:

‎مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa melakukan salat (Tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah Ta’ala), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa salat Tarawih menjadi salah satu amalan utama yang dapat mendatangkan ampunan Allah SWT bagi umat Islam yang menjalankannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Niat Salat Tarawih

Pelaksanaan salat Tarawih diawali dengan membaca niat sesuai posisi, baik sebagai imam, makmum, maupun secara sendiri (munfarid).

Sebagai imam:
Ushalli sunnatat tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Sebagai makmum:
Ushalli sunnatat tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Secara sendiri:
Ushalli sunnatat tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Salat Tarawih

Salat Tarawih dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan satu salam, kemudian diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan, umumnya 8 atau 20 rakaat.

Adapun tata cara pelaksanaannya sebagai berikut:

  1. Takbiratul ihram disertai niat dalam hati.
  2. Membaca surat Al-Fatihah.
  3. Membaca surat pendek atau ayat Al-Qur’an.
  4. Rukuk dengan thuma’ninah, disertai membaca tasbih rukuk.
  5. I’tidal dengan thuma’ninah dan membaca doa i’tidal.
  6. Sujud pertama dengan thuma’ninah dan membaca tasbih sujud.
  7. Duduk di antara dua sujud dengan membaca doa.
  8. Sujud kedua dengan thuma’ninah.
  9. Bangkit untuk rakaat kedua dan mengulangi gerakan yang sama.
  10. Duduk tasyahud akhir, membaca tasyahud dan shalawat Nabi.
  11. Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri sebagai penutup salat.

Setelah menyelesaikan dua rakaat, salat diulang kembali hingga mencapai jumlah rakaat Tarawih yang diinginkan, kemudian ditutup dengan salat Witir.

Amalan Utama di Bulan Ramadan

Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah khas Ramadan yang memiliki nilai spiritual tinggi. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, ibadah ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak amal ibadah dan meraih ampunan.

Dengan melaksanakan salat Tarawih secara rutin dan penuh keikhlasan, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan serta memperoleh keberkahan selama bulan suci Ramadan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

DPR Kehadiran Indonesia di Board of Peace Momentum Perkuat Peran Global dan Bela Palestina

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. Aktual/Taufik Akbar Harefa

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai kehadiran Indonesia di sidang perdana Board of Peace (BoP) adalah momentum strategis untuk memastikan suara-suara dari negara berkembang dapat terwakili dalam menjaga stabilitas perdamaian dunia.

Menurut dia, Indonesia perlu terus menyuarakan pentingnya keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hak bangsa Palestina. Soal belum bergabungnya otoritas Palestina, dia memandang bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses yang masih berjalan.

“Keikutsertaan Indonesia bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam membangun tata kelola perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dave di Jakarta, Selasa (17/2).

Dia pun menilai setiap forum perdamaian akan lebih bermakna apabila membuka ruang bagi semua pihak untuk berdialog secara konstruktif. Dengan demikian, BoP dapat menjadi wadah yang benar-benar mewakili aspirasi perdamaian global, bukan hanya kepentingan segelintir negara.

Selain itu, menurut dia, kehadiran Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, khususnya untuk menghadiri sidang perdana BoP merupakan langkah penting yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung arsitektur perdamaian global.

“Kehadiran Indonesia di forum ini menegaskan peran aktif kita sebagai bangsa yang selalu mengedepankan diplomasi, dialog, dan solusi damai dalam menghadapi tantangan internasional,” kata dia.

Untuk itu, dia memastikan Komisi I DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, agar keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar membawa manfaat strategis bagi kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

UPNVJ Gandeng RSPAD Gatot Soebroto, Siap Buka Enam Program Dokter Spesialis Baru

Jakarta, aktual.com — Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) Prof. Anter Venus bersama jajaran pimpinan universitas dan Fakultas Kedokteran (FK) UPNVJ mengunjungi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad), Senin (9/2/2026). Kunjungan ini membahas pengembangan dan rencana pembukaan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di lingkungan FK UPNVJ.

Rombongan UPNVJ disambut langsung oleh Kepala RSPAD, Mayor Jenderal TNI dr. Ichsan Firdaus, Sp.KJ., M.M.R.S., CFrA dan Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigadir Jenderal TNI dr. Abdul Alim, Sp.PD, beserta jajaran manajemen rumah sakit. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas serta pemerataan layanan kesehatan nasional.

Dalam pertemuan itu, Prof. Anter Venus memaparkan rencana pendirian enam program studi dokter spesialis yang akan diselenggarakan berbasis pendidikan klinik di RSPAD Gatot Soebroto. Keenam program studi tersebut meliputi Spesialis Ilmu Kebidanan dan Kandungan, Spesialis Ilmu Penyakit Dalam, Spesialis Ilmu Anestesiologi, Spesialis Ilmu Ortopedi, Spesialis Ilmu Neurologi, serta Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Menurut Prof. Venus, pengembangan program pendidikan dokter spesialis merupakan wujud komitmen UPNVJ dalam mendukung kebijakan nasional di bidang kesehatan, khususnya percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi strategi universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Pemerintah melalui kebijakan Presiden Republik Indonesia mendorong percepatan pendirian program studi dokter spesialis sebagai bagian dari quick wins pembangunan nasional. Kebijakan tersebut diimplementasikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program akselerasi pemenuhan dan pemerataan distribusi dokter spesialis, dengan target pembukaan 148 program studi baru di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia.

Komitmen UPNVJ dalam mendukung kebijakan tersebut telah ditunjukkan melalui sejumlah langkah konkret. Salah satunya adalah pertemuan strategis dengan RSPAD Gatot Soebroto pada Juli 2025 untuk membahas pendirian program studi spesialis sebagai tindak lanjut arahan Presiden. Selain itu, UPNVJ juga telah menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Proposal Pendirian Rumah Sakit Akademik pada November 2024 sebagai fondasi penguatan ekosistem pendidikan klinik.

Inisiatif pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis di FK UPNVJ ini selaras dengan Rencana Induk Pengembangan universitas serta kebijakan pembangunan nasional, mulai dari Visi Indonesia 2045 hingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Melalui kolaborasi strategis dengan RSPAD Gatot Soebroto, UPNVJ optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak dokter spesialis yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pengabdian kepada bangsa dan negara.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kerja Sama Panas Bumi Disorot, Geothermal Disebut Terafiliasi dengan Israel

Ilustrasi: Proyek geothermal
Ilustrasi: Proyek geothermal

Jakarta, aktual.com – Pemerintah melalui Special Purpose Vehicle (SPV) Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur, secara resmi menggandeng PT Ormat Geothermal Indonesia untuk pembiayaan eksplorasi panas bumi di Wapsalit, Maluku, dan Toka Tindung, Sulawesi Utara pada September 2025.

Terbaru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM) menetapkan pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Senin, (16/2).

Menanggapi kerja sama tersebut, Direktur China-Indonesia Desk dan Indonesia-MENA Desk di Pusat Studi Ekonomi dan Hukum CELIOS, Muhammad Zulfikar Rakhma, menilai langkah itu mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia dengan entitas bisnis yang berakar di Israel.

Ia menyebut PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan anak perusahaan yang dikendalikan oleh Ormat Technologies, perusahaan yang dibangun di atas jaringan teknik, manufaktur, dan modal Israel.

Zulfikar menyoroti posisi Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel serta konsisten menyuarakan dukungan terhadap hak penentuan nasib sendiri Palestina. Namun menurutnya, keterlibatan ekonomi dalam skala besar membawa konsekuensi politik.

“Memperdalam hubungan komersial dengan perusahaan-perusahaan yang berakar di Israel menciptakan kesenjangan kebijakan yang nyata. Ketika pesan kebijakan luar negeri dan perilaku ekonomi berbeda, kredibilitas menurun. Posisi moral menjadi lebih sulit untuk dipertahankan,” kata Zulfikar Rakhma, seperti dikutip dalam laman middleeastmonitor, Senin (16/2).

Ia memaparkan dua risiko utama dari kebijakan tersebut, yakni potensi melemahnya posisi politik Indonesia terhadap Palestina serta meningkatnya tekanan industri terhadap wilayah yang secara ekologis dinilai rentan.

Menurutnya, risiko lingkungan juga patut diperhatikan. Ia menyebut sejumlah proyek yang terafiliasi dengan Ormat Technologies di Indonesia sebelumnya memicu gangguan ekosistem dan berdampak pada komunitas setempat.

Di sisi lain, Zulfikar menilai Indonesia selama ini menempatkan diri sebagai pembela konsisten hak-hak Palestina, dan sikap itu telah menjadi bagian dari identitas internasional negara.

Dalam konteks tersebut, ia memandang keterlibatan dalam proyek yang terkait dengan perusahaan yang terintegrasi dalam sistem ekonomi Israel bertentangan dengan posisi tersebut.

“Hal itu menandakan bahwa prinsip politik dapat mengalah demi investasi. Begitu sinyal itu dikirim, kredibilitas akan melemah. Pada saat yang sama, biaya lingkungan ditanggung oleh lahan dan masyarakat Indonesia,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah dan PT Ormat Geothermal Indonesia bukan sekadar pertukaran antara kebijakan luar negeri dan pembangunan ekonomi.

“Ini adalah kerugian ganda. Indonesia merusak konsistensi moral posisinya terhadap Palestina sekaligus mengekspos pulau yang rapuh itu pada tekanan ekologis tambahan,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Garam Impor Bunuh Petani, DPR Desak Pemerintah Stop Impor

Ilustrasi Petani mengangkat garam dari lahan
Ilustrasi Petani mengangkat garam dari lahan

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, mengecam ketergantungan Indonesia pada impor garam dari Australia. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bukti lemahnya keberpihakan negara terhadap petani garam lokal.

Firman menegaskan, harga garam impor yang lebih murah bukan karena kualitas petani Indonesia lebih rendah, melainkan karena negara belum mampu menghadirkan sistem produksi yang modern dan berkeadilan bagi petani.

“Australia bisa menjual garam lebih murah karena teknologi mereka jauh lebih maju, skala produksinya besar, dan infrastrukturnya kuat. Di Indonesia, petani dibiarkan berjuang sendiri dengan alat tradisional dan ketergantungan pada cuaca,” tegas Firman dalam keterangannya, dikutip Selasa (17/2/2026).

Menurut dia, produksi garam di Australia telah menggunakan sistem industri berbasis penguapan air laut dalam kolam berskala besar dengan manajemen modern serta dukungan infrastruktur negara. Air laut dipompa ke tambak raksasa, diuapkan oleh sinar matahari, kemudian dikristalkan dan dipanen secara efisien.

Sebaliknya, mayoritas petani garam di Indonesia masih mengandalkan metode konvensional yang sangat rentan terhadap cuaca. Selain itu, petani dinilai minim dukungan teknologi pemurnian, fasilitas gudang penyimpanan, serta jaminan harga.

Firman menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan struktural yang harus segera dibenahi pemerintah.

“Petani kita disuruh bersaing dengan produk industri asing, tetapi negara tidak pernah memberikan senjata yang setara. Ini bukan soal kemampuan petani, ini soal keberpihakan negara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti alasan kualitas garam lokal yang kerap dijadikan dasar pembukaan keran impor. Menurut Firman, kualitas rendah bukan sepenuhnya kesalahan petani, melainkan akibat minimnya investasi pemerintah pada teknologi pascapanen dan standardisasi industri garam nasional.

“Kalau pemerintah serius, kualitas bisa ditingkatkan. Yang tidak serius itu kebijakan. Lebih mudah impor daripada membangun industri garam nasional,” katanya.

Firman memperingatkan ketergantungan pada garam impor berpotensi mematikan ekonomi petani sekaligus mengancam kedaulatan pangan nasional. Ia menilai garam merupakan komoditas strategis yang tidak boleh bergantung pada negara lain.

Komisi IV DPR RI, lanjutnya, akan terus menekan pemerintah agar menghentikan kebijakan impor yang merugikan petani serta mempercepat pembangunan ekosistem industri garam nasional yang modern, mandiri, dan berdaulat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

BRIN Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, 1 Ramadan Bisa Jatuh 19 Februari

Petugas mengamati posisi hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu, Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (27/5/2025). Pemantauan hilal Kementerian Agama (Kemenag) DIY untuk menentukan awal bulan Zulhijah dan Idul Adha 1446 H tertutup awan mendung sehingga hilal tidak tampak. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

Jakarta, aktual.com – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berpotensi berbeda di Indonesia, bergantung pada pendekatan yang digunakan dalam penetapan hilal.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa perbedaan kali ini bukan disebabkan oleh perbedaan metode hisab dan rukyat, melainkan pada pendekatan hilal global dan hilal lokal.

“Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal,” ujar Thomas kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, hilal global merujuk pada terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat di mana pun di dunia. Berdasarkan perhitungan, pada saat magrib 17 Februari, kriteria tersebut terpenuhi di wilayah Alaska.

“Hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkan Rukyat di mana saja. Pada saat magrib 17 Februari kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026,” ujar Thomas.

Sementara itu, hilal lokal mengacu pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada waktu magrib 17 Februari, posisi hilal dinilai belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat, bahkan di Indonesia masih berada di bawah ufuk.

“Hilal lokal merujuk wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada saat magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat, bahkan di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk,” kata dia.

Dengan pendekatan hilal lokal, awal Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026. Namun demikian, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

“Maka secara hisab dan (nanti dibuktikan) secara rukyat awal Ramadhan pada 19 Februari 2026,” ujarnya.

Mengacu pada informasi dari situs Bimas Islam Kementerian Agama, sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1447 H akan digelar hari ini di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.30 WIB.

Rangkaian sidang dimulai dengan seminar posisi hilal pukul 16.30 WIB, dilanjutkan pelaksanaan sidang isbat pukul 18.30 WIB, dan pengumuman hasil melalui konferensi pers sekitar pukul 19.05 WIB.

Pemantauan hilal akan dilakukan serentak di berbagai titik di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dengan melibatkan tim daerah serta para relawan pengamat hilal.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain