14 April 2026
Beranda blog Halaman 261

Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali dalam Tiga Jam, Tinggi Letusan Capai 800 Meter

Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Rabu (4/2/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Rabu (4/2/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Lumajang, aktual.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami erupsi sebanyak tujuh kali dalam waktu tiga jam dengan tinggi letusan 300 meter hingga 800 meter di atas puncak pada Rabu pagi.

Erupsi pertama pada pukul 04.58 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.

“Erupsi kedua terjadi pukul 06.10 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Rabu.

Tinggi kolom letusan pada erupsi ketiga Gunung Semeru pada pukul 06.56 WIB menurun yakni teramati 300 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis ke arah utara.

Erupsi keempat terjadi pada pukul 07.05 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

“Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” tuturnya.

Kemudian erupsi keenam tercatat terjadi pada pukul 07.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan erupsi ketujuh terjadi pada pukul 08.02 WIB dengan visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut.

Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Air Bersih Kembali Mengalir, Pemulihan SPAM Pascabencana Sumatera Capai 82 Persen

Layanan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memprioritaskan pemulihan layanan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Hingga 2 Februari 2026, sebanyak 143 dari total 176 Sistem Penyediaan Air Minum yang terdampak telah kembali berfungsi atau berada dalam tahap penanganan aktif, dengan progres pemulihan infrastruktur mencapai sekitar 82 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi fokus utama sejak awal penanganan bencana. “Karena itu, sejak fase tanggap darurat kami fokus memastikan layanan air minum tetap tersedia, baik melalui pemulihan SPAM maupun penyediaan sarana darurat,” kata Dody.

Dari SPAM yang telah kembali beroperasi, kapasitas layanan air bersih yang berhasil dipulihkan tercatat lebih dari 5.300 liter per detik. Layanan tersebut telah dimanfaatkan masyarakat di berbagai wilayah terdampak, baik di kawasan permukiman maupun lokasi pengungsian.

Di Provinsi Aceh, Kementerian PU menangani 71 SPAM yang tersebar di 10 kabupaten dan kota dengan total kapasitas 2.177 liter per detik. Hingga awal Februari 2026, sebanyak 54 SPAM telah kembali berfungsi dengan kapasitas layanan mencapai 1.595 liter per detik, seiring percepatan perbaikan instalasi serta jaringan distribusi air minum.

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 45 SPAM terdampak di sembilan kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, 37 SPAM telah berfungsi dengan total kapasitas layanan 1.445 liter per detik. Adapun SPAM lainnya masih dalam tahap penyesuaian desain teknis untuk penanganan lanjutan.

Penanganan juga dilakukan di Provinsi Sumatera Barat terhadap 60 SPAM yang tersebar di 13 kabupaten dan kota dengan total kapasitas 2.663 liter per detik. Hingga saat ini, 52 SPAM telah kembali beroperasi dengan kapasitas layanan mencapai 2.263 liter per detik.

Untuk penanganan permanen, Kementerian PU menargetkan penyelesaian secara bertahap hingga Agustus 2028. Guna menjangkau wilayah yang infrastrukturnya belum sepenuhnya pulih, Kementerian PU turut mengerahkan berbagai sarana air bersih darurat.

Hingga kini, tercatat sebanyak 537 unit sarana darurat telah disiagakan di seluruh wilayah Sumatera, meliputi instalasi pengolahan air mobile, mobil tangki air bersih, hidran umum, toren, unit pengolahan air siap minum, serta fasilitas sanitasi seperti toilet portable dan toilet darurat. Selain pemulihan SPAM, penguatan penyediaan air bersih pascabencana juga dilakukan melalui pembangunan sumur bor oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Langkah ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan sumber air baku, terutama di lokasi dengan tingkat kerusakan jaringan air minum yang cukup berat. Pada bidang sumber daya air, Kementerian PU menangani pembangunan 25 unit sumur bor air dalam. Di Provinsi Aceh, pembangunan dilakukan terhadap 24 unit, dengan 11 unit telah selesai dan 13 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Untuk Provinsi Sumatera Utara, belum dilakukan pembangunan sumur bor air dalam oleh Ditjen Sumber Daya Air. Sementara di Provinsi Sumatera Barat, satu unit sumur bor air dalam tengah dikerjakan dan berlokasi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang.

Melalui Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU juga melaksanakan pembangunan 103 unit sumur bor, baik dangkal maupun dalam, untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat terdampak. Pembangunan tersebut menyasar kawasan permukiman, fasilitas umum, serta lokasi pelayanan publik yang membutuhkan pasokan air bersih berkelanjutan.

Untuk sumur bor dangkal, sebanyak 17 unit dibangun seluruhnya di Provinsi Aceh. Dari jumlah tersebut, sembilan unit telah selesai dikerjakan, sedangkan delapan unit lainnya masih dalam proses dan ditargetkan segera dimanfaatkan masyarakat.

Adapun pembangunan sumur bor dalam dilakukan terhadap 86 unit. Di Provinsi Aceh, sebanyak 17 unit telah selesai dan 46 unit masih dalam tahap pengerjaan. Di Provinsi Sumatera Utara, terdapat lima unit sumur bor dalam yang sedang dikerjakan. Sementara di Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 18 unit sumur bor dalam tengah memasuki tahap survei serta pengerjaan geolistrik sebagai dasar penentuan titik pengeboran.

Artikel ini ditulis oleh:

Achmat

Sidang Ekstradisi Paulus Tannos, KPK Hadirkan Jamdatun Kejagung sebagai Ahli

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). ANTARA/Rio Feisal
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). ANTARA/Rio Feisal

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasan memilih Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung R. Narendra Jatna sebagai ahli pada persidangan terkait ekstradisi Paulus Tannos alias Thian Po Tjhin di Singapura.

“Ya, tentunya ada pertimbangan-pertimbangan yang lebih komprehensif ya terkait ahli yang dipilih untuk kemudian menerangkan dalam proses ekstradisi ini,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu (4/2).

Ketika ditanya alasan KPK tidak menghadirkan ahli dari internal lembaga antirasuah, Budi memastikan keputusan menghadirkan Jamdatun Kejagung telah sesuai kebutuhan.

“Hal yang pasti, pemilihan ahli adalah sesuai kebutuhan ya baik dari perspektif KPK sebagai aparat penegak hukum maupun dalam proses persidangan di sana,” jelasnya.

Sementara itu, kata dia, persidangan ekstradisi Paulus Tannos terdekat diagendakan digelar pada 4-5 Februari 2026 dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dari KPK, seperti Jamdatun Kejagung Narendra Jatna.

Sebelumnya, pada 13 Agustus 2019, KPK menetapkan Paulus Tannos sebagai tersangka dalam pengembangan penyidikan kasus KTP elektronik yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun.

Namun, Paulus Tannos melarikan diri ke luar negeri dan mengganti identitasnya. Dia lantas dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron komisi antirasuah sejak 19 Oktober 2021.

Pada 31 Oktober 2025, Paulus Tannos mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan nomor perkara 143/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.

Pada 2 Desember 2025, majelis hakim PN Jaksel menolak permohonan praperadilan yang diajukan Paulus Tannos.

Paulus Tannos kemudian mengajukan praperadilan kembali pada 28 Januari 2026 ke PN Jaksel dengan nomor perkara 11/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Tekanan Global Bayangi Rupiah, Investor Antisipasi Data PDB RI

tugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, melemah 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.754 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah cenderung melemah terbatas seiring sikap wait and see pelaku pasar terhadap rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Indonesia.

“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS. Investor cenderung sideline mengantisipasi data ekonomi AS dalam beberapa hari ke depan serta rilis PDB kuartal IV-2025 Indonesia pada Kamis (5/2),” ujar Lukman di Jakarta, Rabu (4/2).

Dari AS, data Institute for Supply Management (ISM) sektor jasa diperkirakan turun dari 54,4 menjadi 53,5. Sementara itu, data Non-Farm Payrolls (NFP) yang semula dijadwalkan rilis pada Jumat (6/2) diproyeksikan menambah 68 ribu tenaga kerja, lebih tinggi dibandingkan 50 ribu pada bulan sebelumnya.

Namun demikian, mengutip Xinhua, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan laporan NFP Januari 2026 ditunda tanpa batas waktu akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. Penutupan tersebut terjadi sejak 31 Januari imbas kebuntuan Kongres AS terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Dari dalam negeri, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal IV-2025 diperkirakan tumbuh 5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau meningkat 1,43 persen.

Lukman menambahkan, sentimen domestik belum sepenuhnya pulih, ditambah tekanan eksternal dari pasar global. Sentimen di kawasan Asia diperkirakan cenderung risk off mengikuti pelemahan Wall Street akibat aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat.

“Kondisi tersebut berpotensi menekan saham teknologi Asia,” katanya.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Turun Gunung untuk PSI, Jokowi Masih Pegang Kunci Politik?

Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2024).
Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2024).

Jakarta, Aktual.com — Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menyatakan siap turun langsung ke daerah untuk membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029 dinilai sebagai sinyal relasi politik yang bersifat saling menguntungkan. Langkah tersebut tidak semata dimaknai sebagai aktivitas kampanye, melainkan juga berkaitan dengan kepentingan elektoral dan posisi tawar politik Jokowi setelah tak lagi menjabat presiden.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai keterlibatan Jokowi memiliki nilai strategis yang signifikan bagi PSI. Sebagai figur nasional dengan tingkat pengenalan publik yang masih tinggi, Jokowi dinilai mampu meningkatkan visibilitas dan daya tarik PSI, terutama di daerah-daerah yang selama ini belum menjadi basis kuat partai tersebut.

“Bagi PSI, Jokowi adalah aset simbolik yang bisa mendongkrak elektoral. Figur ini dapat mempercepat pengenalan partai dan membuka akses ke segmen pemilih tertentu,” ujar Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu, kepada Aktual.com, Rabu (04/02/2026).

Namun demikian, Arifki menegaskan relasi tersebut tidak bersifat sepihak. Menurutnya, Jokowi juga memiliki kepentingan untuk tetap berada dalam orbit politik nasional pascakekuasaan. Dalam konteks itu, PSI dinilai dapat berfungsi sebagai kendaraan politik yang memberi Jokowi ruang pengaruh sekaligus posisi tawar menjelang dinamika politik 2029.

“PSI memberi Jokowi kanal politik tanpa harus masuk ke partai besar atau struktur pemerintahan. Ini bentuk relasi yang lazim dalam praktik politik,” katanya.

Arifki menjelaskan, hubungan saling membutuhkan semacam ini kerap muncul dalam fase pascapresiden. Partai membutuhkan figur kuat untuk meningkatkan elektabilitas, sementara figur membutuhkan partai agar tetap relevan dan memiliki pengaruh politik berkelanjutan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dukungan tokoh besar tidak otomatis menjamin keberhasilan elektoral. Pengalaman pemilu menunjukkan bahwa figur hanya berfungsi sebagai pengungkit awal, sementara hasil akhir tetap sangat ditentukan oleh kerja organisasi partai.

“Figur bisa membuka pintu, tetapi yang menentukan apakah pintu itu dilewati atau tidak adalah kekuatan struktur partai, kerja kader di daerah, serta konsistensi agenda politiknya,” ujarnya.

Terkait keputusan Jokowi kembali aktif turun ke daerah meski sebelumnya menyatakan ingin pensiun dari politik, Arifki menilai langkah tersebut wajar. Menurutnya, serangan politik terhadap Jokowi masih terus berlangsung, dan persepsi publik terhadap Jokowi juga beririsan dengan masa depan politik putranya, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam praktik politik nasional, mantan presiden kerap tetap memainkan peran informal sebagai aktor pengaruh, seperti yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat dan Megawati Soekarnoputri di PDI Perjuangan.

“Saya melihat langkah Jokowi ini sebagai uji kesaktian politik. Bukan hanya soal meloloskan PSI ke parlemen, tetapi apakah bisa mendorongnya menjadi partai besar. Namun kuncinya tetap ada pada PSI, apakah mampu mengelola momentum ini menjadi kerja politik yang konkret dan berkelanjutan,” pungkas Arifki.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Dari Filosofi ke Konstitusi: Mengapa Sekolah Negarawan Layak Memimpin Amandemen Kelima UUD 1945

Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) Rinto Setiyawan. FOTO: Ist

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP (Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan)

Jakarta, aktual.com – Perdebatan tentang perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sering kali terjebak pada soal pasal, ayat, dan redaksi hukum. Padahal, konstitusi bukanlah teks yang berdiri sendiri. Ia adalah hasil akhir dari proses berpikir yang jauh lebih dalam dan berlapis. Tanpa pemahaman yang utuh tentang negara, perubahan konstitusi justru berpotensi melahirkan kekacauan baru. Di titik inilah Sekolah Negarawan menjadi relevan dan layak memimpin gagasan Amandemen Kelima UUD 1945.

Sekolah Negarawan berangkat dari satu prinsip sederhana namun fundamental: belajar politik dan demokrasi tidak boleh dimulai dari pemilu atau kekuasaan, tetapi dari desain negara itu sendiri. Negara bukan sekadar arena perebutan jabatan, melainkan bangunan besar yang memiliki fondasi, struktur, dan perencanaan teknis yang saling terkait.

Dalam kerangka Sekolah Negarawan, terdapat tiga urutan berpikir yang tidak boleh dibalik.

Pertama, Filosofi Arsitektur Negara atau dasar negara. Ini adalah pertanyaan paling mendasar: negara ini dibangun untuk apa, siapa pemilik kedaulatannya, nilai apa yang menjadi ruh penyelenggaraan kekuasaan, dan ke arah mana negara harus berjalan. Tanpa fondasi filosofis yang jelas, negara akan mudah tergelincir menjadi alat kekuasaan, bukan alat kesejahteraan.

Kedua, Denah Arsitektur Negara, yakni struktur ketatanegaraan. Di tahap ini ditentukan bagaimana kedaulatan rakyat diorganisasikan, lembaga apa yang memegang peran strategis, bagaimana relasi antara negara dan pemerintah, serta bagaimana mekanisme saling mengawasi dibangun. Struktur ini ibarat denah rumah: salah desain, seluruh bangunan akan bermasalah meski materialnya bagus.

Ketiga, DED atau Perencanaan Detail Teknis, yaitu Undang-Undang Dasar atau konstitusi. Konstitusi adalah panduan teknis tertinggi dalam menjalankan negara. Ia tidak boleh ditulis tanpa terlebih dahulu memahami fondasi dan denahnya. Membuat atau mengubah UUD tanpa pemahaman dua tahap sebelumnya sama saja dengan membangun rumah dari gambar teknis tanpa tahu untuk siapa rumah itu dan bagaimana strukturnya dirancang.

Jika urutan ini diabaikan, yang dipelajari bukan lagi politik dalam makna mulia, melainkan kejahatan politik. Politik direduksi menjadi teknik merebut dan mempertahankan kewenangan, bukan sarana mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat. Demokrasi pun dipersempit menjadi sekadar prosedur elektoral, kehilangan ruh musyawarah dan kedaulatan rakyat.

Sekolah Negarawan secara tegas membedakan konsep-konsep ini. Negarawan dipahami sebagai individu yang memiliki kebijaksanaan, kewibawaan moral, visi jangka panjang, serta keahlian dalam ilmu kenegaraan, pemerintahan, dan politik. Negarawan tidak berorientasi pada kekuasaan sempit, melainkan pada prinsip dasar kebijakan negara dan kesejahteraan rakyat.

Politik didefinisikan sebagai upaya memperoleh dan menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab, efektif, efisien, dan transparan demi keadilan sosial. Sebaliknya, kejahatan politik adalah penyimpangan dalam proses tersebut, ketika kewenangan diperoleh dan dijalankan secara manipulatif, koruptif, dan tertutup untuk kepentingan sempit.

Sementara itu, demokrasi ditempatkan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai mekanisme. Demokrasi adalah proses pemilihan pejabat pemerintahan yang dilakukan setelah musyawarah oleh mandataris rakyat dan penilaian kelayakan oleh rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Pemungutan suara hanyalah alat, bukan substansi.

Dalam konteks inilah, Sekolah Negarawan dinilai paling siap memimpin Amandemen Kelima UUD 1945. Bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan karena kerja konseptualnya telah lengkap. Ketiga tahapan, filosofi negara, struktur ketatanegaraan, dan perencanaan konstitusional, telah dituangkan secara sistematis dalam naskah akademik dan rancangan Amandemen Kelima UUD NRI 1945.

Hal ini sekaligus menjadi kritik reflektif bagi dunia akademik, khususnya Hukum Tata Negara. Jurusan ini seharusnya memang fokus pada UUD dan konstitusi. Namun, tanpa pemahaman mendalam tentang filosofi dan struktur negara, pembelajaran konstitusi berisiko berubah menjadi sekadar latihan teknis. Bahkan lebih jauh, bisa menjelma menjadi proses dekonstruksi negara tanpa disadari.

Amandemen konstitusi bukan pekerjaan politisi semata. Ia adalah pekerjaan negarawan. Dibutuhkan kedalaman berpikir, kejernihan moral, dan kesetiaan pada kedaulatan rakyat. Tanpa itu, perubahan UUD hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Dari filosofi menuju konstitusi, Sekolah Negarawan menawarkan satu hal yang selama ini langka: keberanian untuk membenahi negara dari hulunya, bukan dari kepentingan sesaat. Di tengah kebisingan politik elektoral, pendekatan inilah yang membuat Sekolah Negarawan layak berada di garis depan pembahasan Amandemen Kelima UUD NRI 1945.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain