13 April 2026
Beranda blog Halaman 271

Rosan Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara, Tegaskan Belum Ada Pembahasan

Jakarta, aktual.com – Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menepis kabar adanya perombakan jajaran direksi himpunan bank milik negara (Himbara). Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada pembicaraan apa pun terkait perubahan struktur manajemen di internal Himbara.

Rosan angkat bicara menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang sempat memunculkan spekulasi soal rencana perombakan direksi bank-bank Himbara. Menurut Rosan, tidak ada instruksi maupun arahan terkait isu tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan Danantara bersikap kooperatif apabila di kemudian hari diperlukan langkah perbaikan di internal, termasuk melalui evaluasi manajemen. Namun, sejauh ini belum ada agenda atau pembahasan ke arah tersebut.

“Kami di Danantara sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu. Tentunya kami akan selalu berkonsultasi ee apabila memang perlu ada perbaikan. Tetapi pada intinya sejauh ini tidak ada pembicaraan mengena hal itu,” ucapnya dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu (1/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Mensesneg: Pengunduran Diri Tiga Komisioner OJK Masih Diproses Presiden

Jakarta, aktual.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pengunduran diri tiga Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah diproses untuk disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pada Jumat (30/1), Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.

“(Pengajuan pengunduran diri tiga ADK OJK) sudah, sudah diterima. Lagi diproses,” kata Prasetyo Hadi dalam wawancara cegat di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1) malam.

Ia memastikan pengunduran diri tersebut merupakan inisiatif dari masing-masing individu, bukan arahan dari pemerintah.

Ia juga mengakui bahwa Presiden Prabowo Subianto belum mendapatkan nama calon pengganti untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Prasetyo memaparkan, sesuai mekanisme aturan yang berlaku, usai OJK berkirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto, pihaknya akan segera memproses penetapan pengunduran diri dari tiga ADK OJK tersebut.

“Nah baru setelah itu, kami ikuti mekanisme proses untuk melakukan pengisian terhadap jabatan yang ditinggalkan oleh beliau-beliau bertiga (melalui fit and proper test di Komisi XI DPR RI),” ujar dia.

Selain ketiga petinggi tersebut, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I B Aditya Jayaantara juga turut menyampaikan pengunduran diri di hari yang sama.

Dalam pernyataan resmi OJK pada Jumat (30/1), pengunduran diri itu disebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan pasar modal domestik usai terkoreksi tajam imbas dari pengumuman MSCI terkait review dan rebalancing saham-saham di Indonesia.

Pada Sabtu sore (31/1), OJK menetapkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Harga BBM BP, Pertamina, dan Shell Kompak Turun Mulai 1 Februari

Jakarta, aktual.com – Perusahaan migas bp Indonesia melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 Februari 2026 seperti halnya yang terjadi dengan bahan bakar minyak Pertamina dan Shell.

Dikutip dari laman resmi BP Indonesia di Jakarta, Minggu (1/2), berikut adalah rincian perubahan harga dari BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP.

Untuk jenis BP 92 turun dari semula Rp12.500 per liter pada Januari 2026 menjadi Rp12.050 per liter. Sedangkan BP Ultimate, terjadi penurunan dari Rp13.190 per liter, menjadi Rp12.500 per liter.

Lebih lanjut, untuk BBM BP jenis BP Ultimate Diesel, terjadi penurunan dari Rp13.860 per liter pada Januari 2026, menjadi Rp13.600 per liter mulai Februari 2026.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 1 Februari 2026.

Seperti di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Pertamax (RON 92) turun ke angka Rp11.800 per liter dari Rp12.350 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang turun menjadi Rp12.450 per liter dari Rp13.150 per liter pada Januari 2026.

Pertamax Turbo (RON 98) juga menunjukkan peningkatan ke angka Rp12.700 per liter dari Rp13.400 per liter.

Pertamina Dex Series di wilayah tersebut turut mengalami penurunan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami penurunan menjadi Rp13.250 per liter dari Rp13.500 per liter pada Januari 2026.

Pertamina Dex (CN 53) juga turun menjadi Rp13.500 per liter dari yang sebelumnya Rp13.600 per liter.

Sedangkan, sejumlah BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, Shell juga menurunkan harga bahan bakar minyaknya meski masih mengalami kelangkaan stok. Untuk jenis Shell Super menjadi Rp12.050 dari sebelumnya Rp12.700 per liter pada Januari 2026.

Sedangkan untuk jenis Shell V-Power menjadi Rp13.190 menjadi Rp12.500 per liter. Untuk BBM Shell jenis Shell V-Power Diesel, terjadi penurunan sebesar Rp260 per liter, yakni dari Rp13.860 per liter pada Januari 2026, menjadi Rp13.600 per liter mulai 1 Februari 2026.

Kemudian, untuk BBM Shell jenis Shell V-Power Nitro+, terjadi penurunan dari Rp13.480 per liter pada Januari 2026, menjadi Rp12.720 per liter mulai 1 Februari 2026.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Ungkap Pergantian Pimpinan OJK Tidak Pengaruhi Pasar Modal

Jakarta, aktual.com – Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menilai dinamika pergantian kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berlangsung secara terukur, konstitusional, dan tidak mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan maupun pasar modal nasional.

Misbakhun dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/2) mengatakan pengunduran diri jajaran pimpinan OJK merupakan keputusan profesional yang patut dihormati, sekaligus mencerminkan komitmen kuat terhadap etika jabatan dan tata kelola institusi yang sehat.

“Keputusan tersebut perlu dipahami sebagai bentuk tanggung jawab profesional. Ini menunjukkan bahwa standar integritas dalam lembaga keuangan negara terus diperkuat,” ujar Misbakhun.

Pada Jumat (30/1), empat pejabat OJK mengundurkan diri, yakni Mahendra Siregar (ketua Dewan Komisioner OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua DK OJK), Inarno Djajadi (kepala eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK), serta I.B. Aditya Jayaantara (deputi komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK).

Selanjutnya, rapat Dewan Komisioner OJK pada Sabtu (31/1) menetapkan Friderica Widyasari sebagai anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK. Sebelumnya, Friderica merupakan kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.

Selain itu, rapat DK OJK juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon. Sebelumnya, Fawzi merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.

Seiring dengan itu, Misbakhun mengapresiasi langkah cepat OJK dalam menetapkan pejabat pengganti guna memastikan kesinambungan kepemimpinan dan operasional lembaga.

Pimpinan di Komisi Perbankan dan Keuangan DPR itu menyebut penunjukan Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi mencerminkan kesiapan institusional OJK dalam menghadapi transisi.

“Tidak ada kekosongan kepemimpinan. Mekanisme internal OJK berjalan dengan baik dan responsif, seluruh fungsi pengawasan, perlindungan konsumen, dan pengaturan pasar tetap berjalan normal,” ujar Misbakhun.

Lebih lanjut, ia menganggap langkah cepat OJK itu menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar bahwa stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, sekaligus memastikan kepastian regulasi bagi investor domestik maupun global.

Dalam konteks pasar modal, sebutnya, transisi tersebut juga menjadi momentum untuk mempercepat penajaman kebijakan tata kelola dan transparansi, sejalan dengan praktik terbaik internasional.

Misbakhun memastikan DPR bersama OJK berkomitmen memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan guna meningkatkan kepercayaan investor dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.

“Isu-isu yang menjadi perhatian investor internasional, termasuk standar transparansi dan perlindungan investor, menjadi fokus bersama. Langkah-langkah perbaikan akan terus dilakukan secara terukur dan konsisten,” ucapnya.

Selain itu, Misbakhun juga menegaskan fundamental ekonomi Indonesia memiliki resiliensi dan tetap solid. Oleh karena itu, ia mengimbau pelaku pasar tetap tenang dan menilai perkembangan yang ada secara objektif sebagai bagian dari proses penguatan kelembagaan.

“Transisi ini justru menunjukkan kedewasaan institusi dan keseriusan Indonesia dalam menjaga kredibilitas sektor keuangan. DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan reformasi berjalan dan stabilitas pasar tetap terjaga,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Gudang Petasan Meledak, Satu Orang Tewas di TKP

Sebuah gudang dan pembuatan petasan meledak di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026) malam Peristiwa ini menewaskan satu korban jiwa, polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Foto: Pradesta Bagus/Aktual.com

Indramayu, aktual.com – Insiden berdarah terjadi di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026) malam. Sebuah gudang dan pembuatan petasan meledak hingga menewaskan satu korban jiwa, polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Peristiwa meledaknya gudang dan pembuatan petasan ini bermula saat pemilik, sekaligus korban tewas, yakni berinisial Car (35) diduga tengah meracik bahan petasan, tiba-tiba muncul percikan api dan seketika meledak hingga merusak beberapa bangunan dan menghanguskan bahan baku petasan yang mudah terbakar.

Menurut salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya, peristiwa itu terjadi pada pukul 17.00 WIB. Saat itu, sempat terdengar ledakan cukup keras dan warga setempat di sekitar lokasi kejadian langsung melakukan pemadaman serta evakuasi korban yang mengalami luka bakar 90 persen.

Usai kejadian, petugas dari Polsek Jatibarang dan Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu mendatangi TKP langsung memasang garsi polisi, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta barang bukti berupa bekas ledakan, sisa bahan baku petasan untuk diselidiki lebih lanjut.

Kapolsek Jatibarang, Kompol Darli membenarkan terjadinya ledakan, bahkan pihaknya langsung bergerak cepat dengan melokalisir TKP agar menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Darli juga mengimbau masyarakat agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas terlarang tersebut.

“Betul kemarin sore ada ledakan, ini masih kita selidiki penyebab pastinya, kita juga imbau agar masyarakat hentikan aktivitas terlarang agar dapat menghindari insiden buruk terulang” ungkap Darli, kepada aktual.com, Minggu (1/2/2026).

Peristiwa ledakan gudang petasan ini sudah berulang kali terjadi, mengingat beberapa desa di dua Kecamatan yakni di Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Indramayu belum dapat menghentikan produksi kembang api dan petasan, meski pemerintah daerah dan Polisi sudah melakukan imbauan hingga pencegahan.

Laporan: Pradesta Bagus (Indramayu)

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

DPR Tegaskan Kursi OJK dan BEI Tak Akan Diisi Pejabat BUMN atau Danantara

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Banggar DPR RI bersama Wakil Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI Kiki Verico, serta Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Foto : Azka/Andri

Jakarta, aktual.com — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, merespons dinamika terbaru di sektor pasar keuangan nasional, termasuk mundurnya sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pejabat eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) yang beriringan dengan terbitnya laporan evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

“Sehubungan dengan itu, saya perlu menyampaikan klarifikasi dan penegasan kepada masyarakat luas,” kata Mohamad Hekal, Sabtu (31/1).

Ia menegaskan, tidak ada keterlibatan pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut untuk mengisi jabatan pimpinan di OJK atau posisi eksekutif di BEI.

“Pertama, saya menegaskan bahwa tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menggantikan atau menduduki jabatan pimpinan di OJK maupun posisi pejabat eksekutif di BEI,” ucapnya.

Hekal memastikan seluruh posisi yang saat ini kosong, baik di OJK maupun BEI, akan diisi oleh figur-figur profesional yang memiliki kompetensi terbaik di bidangnya.

“Seluruh posisi yang saat ini kosong atau ditinggalkan, baik di OJK maupun di BEI, akan diisi oleh putra putri yang kompeten dan terbaik di bidang tersebut,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna menjaga independensi OJK dan BEI, sekaligus memperkuat kredibilitas serta daya saing pasar keuangan nasional.

“Saya juga tetap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna memastikan independensi OJK dan BEI tetap terjaga, sekaligus memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia di mata investor domestik maupun global,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Hekal mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar tidak terjebak spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung agenda pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional.

“Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—regulator, pelaku pasar, dan masyarakat—untuk tidak terjebak pada spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung proses pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional secara berkelanjutan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain