12 April 2026
Beranda blog Halaman 282

Kontribusi Manufaktur RI Turun ke 17 Persen, Danantara Dorong Intervensi Industri

Jakarta, Aktual.com – Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa, menyatakan kontribusi sektor manufaktur Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) turun menjadi sekitar 17 persen dan mengalami penurunan cepat dalam dua dekade terakhir. Penurunan tersebut, ungkapnya, dipicu oleh dangkalnya struktur manufaktur yang masih terkonsentrasi pada eksploitasi bahan mentah dan kegiatan perakitan.

“Dulu kontribusi manufaktur kita pernah di atas 30 persen, sekarang tinggal 17–18 persen, dan ini harus dihentikan,” ujar Sigit dalam acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Melalui Danantara, strategi intervensi industri diarahkan untuk memperdalam struktur manufaktur agar Indonesia tidak terus berada di ujung hilir rantai pasok global.

“Kita tidak bisa lagi hanya menjadi tukang jahit atau perakit. Industri harus digerakkan oleh teknologi,” lanjutnya.

Pendalaman manufaktur tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni pengembangan industri berbasis teknologi, dukungan regulasi jangka panjang, serta keselarasan kebijakan dan pendanaan. Menurut Sigit, tanpa kepastian hukum dan peta jalan industri yang konsisten, upaya hilirisasi berisiko berhenti pada level paling dasar.

Selain itu, Danantara memprioritaskan penguatan rantai pasok serta pembangunan ekosistem manufaktur lanjutan untuk mengisi celah antara sektor hulu dan hilir. Langkah ini dinilai penting agar pengembangan produk dan proses produksi bernilai tambah dapat tumbuh di dalam negeri.

Berdasarkan simulasi ekonomi internal, tambahan investasi besar disebut belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi apabila struktur industri tidak mengalami perubahan. Sigit menegaskan pendalaman manufaktur menjadi prasyarat utama untuk melampaui pertumbuhan ekonomi di kisaran 5–6 persen.

Sementara itu, analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai strategi intervensi industri Danantara perlu diimbangi dengan tata kelola yang kuat serta komunikasi publik yang transparan. Ia mengingatkan konsolidasi aset dan kebijakan industri harus tetap berpihak pada kepentingan nasional dan pemerataan antardaerah.

Tanpa mekanisme distribusi manfaat yang adil, kata Hendri, kebijakan Danantara berpotensi dipersepsikan sebagai proyek elite ekonomi. “Publik membutuhkan bukti konkret dan rasa keadilan agar kebijakan sebesar ini memperoleh kepercayaan,” tuturnya.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Lakukan Trading Halt di Sesi II Perdagangan

Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Jakarta, aktual.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen.

Pada perdagangan sesi II pukul 13.43 WIB di Jakarta, Rabu (28/01), IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 67,70 poin atau 7,73 persen ke posisi 808,41.

Adapun, perdagangan akan dilanjutkan sekitar pukul 14:13.00 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Ketentuan trading halt saat ini sebagai berikut:

Dalam hal terjadi penurunan IHSG dalam satu hari Bursa yang sama, Bursa melakukan tindakan sebagai berikut:

1. Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 8 persen.

2. Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen.

3. Trading suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 20 persen dengan ketentuan sebagai berikut : Sampai akhir sesi perdagangan; atau lebih dari 1 (satu) sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah OJK.

Penyesuaian ketentuan pelaksanaan trading halt dilakukan sebagai upaya BEI untuk memberikan ruang likuiditas yang lebih luas bagi investor dalam menentukan strategi investasi dengan mempertimbangkan informasi yang ada.

Ketentuan pelaksanaan trading halt tertuang pada Surat Keputusan Direksi tanggal 8 April 2025 Nomor: Kep-00002/BEI/04-2025 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat dan Nomor Kep-00003/BEI/04-2025 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

BI Optimistis Ekonomi RI Tancap Gas di 2027, Pertumbuhan Tembus 5,9%

Jakarta, Aktual.com – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Indonesia melaju lebih cepat pada 2027 dengan pertumbuhan di kisaran 5,1–5,9 persen. Proyeksi tersebut disampaikan dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan proyeksi tersebut sebagai ajakan kepada pelaku ekonomi untuk menangkap momentum pemulihan serta memperkuat kepercayaan pasar.

“Dan tahun 2026 ini kami perkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4,9 sampai 5,7 persen, dengan titik tengah 5,3 persen. Akan meningkat lagi menjadi 5,1 sampai 5,9 persen pada tahun 2027,” ujar Perry.

Menurutnya, percepatan ekonomi hanya dapat tercapai apabila pelaku usaha dan pasar berani mengambil keputusan serta tidak terjebak dalam sikap menunggu.

“Jadi, berhentilah wait and see,” tegasnya.

Otoritas moneter menegaskan akselerasi ekonomi tersebut akan tetap dibarengi dengan pengendalian harga agar stabilitas makroekonomi terjaga. Inflasi diperkirakan berada dalam sasaran 2,5 persen ±1 persen pada periode 2026–2027 melalui koordinasi kebijakan BI dan pemerintah.

Selain menjaga inflasi, BI mendorong intermediasi perbankan agar lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor riil sebagai bahan bakar ekspansi ekonomi. Pada 2026, kredit diperkirakan tumbuh 8–12 persen, sementara pada 2027 didorong meningkat menjadi 9–13 persen, dengan dukungan kebijakan likuiditas agar ruang pembiayaan tetap longgar.

Di ranah moneter, BI menegaskan stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama kebijakan.

“Khusus nilai tukar, kami akan menjaga stabilitasnya dan terus mendorong agar rupiah menguat,” kata Perry.

Pada sektor sistem pembayaran, BI mempercepat digitalisasi sebagai penopang produktivitas ekonomi nasional. Target 17 miliar transaksi digital pada 2026 didukung sekitar 60 juta pengguna QRIS, termasuk 45 juta pelaku UMKM, serta perluasan penggunaan QRIS lintas negara.

Lebih lanjut, Perry menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan agar momentum pertumbuhan tidak terputus.

“Bauran kebijakan BI akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” tuturnya.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, KSP: Keputusan Ada di Tangan Presiden Prabowo

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas penguatan transformasi industri di sektor tekstil hingga chip otomotif di kediamannya kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas penguatan transformasi industri di sektor tekstil hingga chip otomotif di kediamannya kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)

Jakarta, aktual.com – Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mengemuka. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

“Hanya presiden dan Tuhan yang tahu,” kata Qodari kepada wartawan di kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta, Rabu (28/1).

Qodari menyampaikan bahwa kinerja menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi menteri. Namun, ia enggan merinci lebih jauh parameter kinerja yang dimaksud.

“Yang pasti begini, presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target. Dan itu semua dipantau oleh presiden setiap hari. Setiap hari,” ujarnya.

Menguatnya isu perombakan kabinet juga dipicu oleh kekosongan jabatan Wakil Menteri Keuangan, menyusul disetujuinya Thomas Djiwandono oleh DPR RI untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?” kata Qodari.

Sebelumnya, Prabowo menegaskan tidak akan ragu mencopot menteri yang dinilai bermasalah meski telah diberi peringatan berulang. Ia menyebut akan memberikan hingga tiga kali peringatan sebelum mengambil langkah reshuffle.

“Anak buah saya hebat-hebat ya, kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih, masih nakal, masih enggak mau dengar. Dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle. Harus diganti,” ujar Prabowo saat berorasi di Universitas Kebangsaan RI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Prabowo, ketegasan tersebut dilakukan demi kepentingan bangsa dan rakyat. Ia menekankan tidak boleh ada toleransi terhadap pejabat yang merugikan masyarakat.

“Karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan yang kasihan rakyat Indonesia,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak khawatir jika harus berhadapan dengan pihak-pihak yang dirugikan oleh kebijakan tegas pemerintah, termasuk para koruptor.

“Saya nggak papa dibenci, asal rakyat saya tidak benci saya. Kalau saya dibenci oleh maling-maling koruptor manipulator penipu-penipu yang serakah enggak papa, enggak ada urusan,” tuturnya.

“Saya dikasih peringatan, ‘Pak hati-hati loh Pak mereka uangnya banyak, mereka bisa bayar demo’. Enggak ada urusan yang penting rakyat Indonesia mendukung saya saya tidak ragu-ragu,” sambung Prabowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Serikat Pekerja Dorong Reformasi Jaminan Pensiun, Minta Negara Lebih Hadir

Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Giofedi
Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Giofedi

Jakarta, aktual.com – Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara menegaskan jaminan pensiun masih menjadi isu paling krusial bagi pekerja dan buruh di Indonesia. Negara diminta lebih hadir untuk memastikan hak pensiun dapat dinikmati secara layak oleh seluruh pekerja.

Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Giofedi, mengatakan jaminan pensiun merupakan salah satu hak dasar pekerja yang hingga kini masih perlu diperjuangkan secara serius.

“Yang menjadi concern kami yang paling utama itu tentang, sebetulnya, jaminan pensiun. Memang kita ingin semua pekerja mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja/buruh,” kata Giofedi, Rabu (28/1).

Menurut dia, isu pensiun tidak bisa dilepaskan dari peran negara dalam sistem jaminan sosial. Karena itu, pihaknya mendorong adanya formulasi kebijakan yang lebih kuat agar perlindungan pensiun bagi pekerja benar-benar terjamin.

“Salah satunya yang ktia perjuangkan itu adalah tentang jaminan pensiun. Nah, ini yang memang coba kita formulasikan kembali agar negara hadir dalam pensiun para pekerja/buruh,” ungkapnya.

Giofedi menuturkan, upaya tersebut juga dibahas dalam forum diskusi rutin yang digelar oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Indonesia, yang secara khusus mengangkat isu reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Hari ini kebetulan menghadiri forum diskusi rutin yang diselenggarakan oleh teman-teman ILO Indonesia terkait dengan reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional ada kurang lebih sekitar 10 konfederasi yang dari awal hingga akhir mengikuti diskusi rutin kita ini yang alhamdulillah hari ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk kita perjuangkan di tahun 2026, agar perubahan dan reformasi sistem jaminan sosial nasional ini bisa segera kita wujudkan,” ucapnya.

Ia berharap rekomendasi yang dihasilkan dari forum tersebut dapat menjadi pijakan bersama bagi serikat pekerja dan pemangku kebijakan untuk mendorong perubahan konkret, sehingga sistem jaminan sosial nasional, khususnya jaminan pensiun, benar-benar memberikan rasa aman bagi pekerja di masa tua.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Periksa Deretan Kades dan Ajudan Bupati Pati Terkait Dugaan Pemerasan Perangkat Desa

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati Sudewo (tengah) berjalan meninggalkan Gedung KPK Merah Putih usai pemeriksaan di Jakarta, Selasa (20/1/2026). KPK menetapkan Bupati Pati tersebut sebagai tersangka dengan barang bukti berupa uang senilai Rp2,6 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati Sudewo (tengah) berjalan meninggalkan Gedung KPK Merah Putih usai pemeriksaan di Jakarta, Selasa (20/1/2026). KPK menetapkan Bupati Pati tersebut sebagai tersangka dengan barang bukti berupa uang senilai Rp2,6 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil sejumlah kepala desa (kades) dan pihak terkait sebagai saksi dalam perkara dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa yang menjerat Sudewo, Bupati Pati nonaktif. Salah satu yang dipanggil adalah Wisnu Agus Nugroho, ajudan Sudewo.

“Saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam pengisian formasi jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Budi menjelaskan, pemeriksaan hari ini menghadirkan total sepuluh saksi yang dijadwalkan diperiksa di Polres Pati. Para saksi berasal dari unsur dinas, kecamatan, kepala desa, hingga pihak swasta.

Adapun daftar saksi yang dipanggil KPK antara lain:

1. Tri Hariyama selaku Kepala Dinas Permendes Kabupaten Pati
2. Wisnu Agus Nugroho selaku ajudan Bupati Pati
3. Yogo Wibowo selaku Camat Jakenan
4. Sisman selaku Kepala Desa Sidoluhur/Karangrowo
5. Sudiyono selaku Kepala Desa Angkatan Lor
6. Imam Sholikin selaku Kepala Desa Gadu
7. Sugiyono alias Yoyon selaku Kepala Desa Tambakharjo
8. Pramono selaku Kepala Desa Semampir
9. Mudasir selaku pihak swasta
10. Agus Susanto selaku Kepala Desa Slungkep

Dalam perkara ini, Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni Abdul Suyono (Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan), Sumarjiono (Kades Arumanis, Kecamatan Jaken), dan Karjan (Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken).

KPK menduga Sudewo mematok tarif awal sebesar Rp125–150 juta kepada calon perangkat desa. Nilai tersebut kemudian diduga dinaikkan oleh para pihak terkait menjadi Rp165–225 juta per calon. Dari penanganan perkara ini, KPK telah menyita uang tunai dengan total sekitar Rp2,6 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain