11 April 2026
Beranda blog Halaman 293

Hasto Tegaskan PDIP Utamakan Kemanusiaan di Atas Kalkulasi Elektoral

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Aktual/HO/PDIP

Jakarta, aktual.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan identitas partai banteng moncong putih bukan sekadar alat pemenangan pemilu karena bagi partainya, kemanusiaan di atas kalkulasi urusan elektoral politik.

Hasto, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, menyampaikan hal itu dalam pidatonya saat peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/1), yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 PDIP.

“Suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi hitung-hitungan urusan elektoral politik. Ketika untuk gerak kemanusiaan saja ada yang menghambat-hambat maka, sekali lagi, mereka tidak memahami makna hakiki dari kemanusiaan tersebut. Selama rakyat menderita, kita wajib hadir di tengah mereka,” kata dia.

Menurut dia, ihwal kemanusiaan di atas urusan elektoral tampak dari sikap PDIP mengirimkan bantuan ambulans, dokter hingga perawat ke daerah bencana, seperti Aceh dan Sumatera Barat, meskipun PDIP bukan partai pemenang di daerah itu.

Hasto pun mengingatkan para kader bahwa sejarah PDIP menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai badai politik karena keberanian berdiri bersama rakyat.

Adapun, HUT Ke-53 PDIP mengangkat tema satyam eva jayate yang berarti “kebenaran pasti menang”. Menurut dia, tema itu merupakan komitmen moral bagi setiap kader, sebagaimana pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Ibu Mega menyampaikan pesan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-53 ini menggambarkan suatu perisai moral, benteng moral bagi PDI Perjuangan untuk terus berjuang menegakkan kebenaran,” tuturnya.

Ia menyebut kebenaran yang diperjuangkan PDIP adalah kebenaran ideologis, kebenaran berdasarkan jalan konstitusi, kebenaran pada jalan hukum yang berkeadilan, dan kebenaran berdasarkan mandat aspirasi dari rakyat Indonesia.

Sementara itu, terkait peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi, Hasto menyebut klinik tersebut sebagai perwujudan politik kesehatan yang progresif.

Kesehatan rakyat adalah syarat mutlak bagi Indonesia untuk maju. Oleh sebab itu, dia menekankan klinik yang dihidupkan kembali setelah sempat vakum selama 15 tahun itu harus melayani rakyat tanpa melihat status sosial.

“Hadirnya klinik ini akan menjadi bagian dari tangan kiri partai kita untuk bersikap progresif dalam menyelamatkan rakyat. Sedangkan, tangan kanan kita adalah manajemen pelayanan dengan tulus tanpa diskriminasi. Di klinik ini, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tetapi rakyat ditanya apa penyakitmu,” ujar Hasto.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Kanada Jika Pererat Dagang dengan China

Arsip foto - Presiden AS Donald Trump (dua kiri) menyambut Perdana Menteri Kanada Mark Carney (dua kanan) di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (6/5/2025). ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa.
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump (dua kiri) menyambut Perdana Menteri Kanada Mark Carney (dua kanan) di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (6/5/2025). ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa.

Istanbul, aktual.com – Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor 100 persen terhadap barang Kanada jika negara itu menjalin kesepakatan dagang dengan China.

“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, Kanada akan segera dikenai tarif 100 persen atas semua barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat,” tulisnya di platform Truth Social, Sabtu (24/1).

Seraya menyebut Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebagai “gubernur,” Trump mengatakan Carney akan “sangat keliru” jika membiarkan Kanada menjadi “pelabuhan transit” bagi produk China yang ditujukan ke pasar AS.

Trump memperingatkan Kanada tentang dampak buruk dari hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.

“China akan melahap Kanada hidup-hidup, benar-benar memusnahkannya, termasuk menghancurkan dunia usaha, tatanan sosial, dan cara hidup mereka,” katanya.

Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan pengambilalihan Kanada oleh China adalah “hal terakhir yang dibutuhkan dunia.”

“Itu tak akan terjadi, bahkan tak akan mendekati terjadi,” katanya.

Pemerintah Kanada membantah klaim Trump dengan mengatakan bahwa perundingan terbaru dengan China hanya menyelesaikan sengketa tarif tertentu.

“Tak ada upaya mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China. Yang dicapai adalah penyelesaian sejumlah isu tarif penting,” kata Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, dalam pernyataannya.

LeBlanc menegaskan fokus pemerintah Kanada adalah memperkuat hubungan ekonomi dengan AS, seraya mengutip pernyataan Carney sebelumnya bahwa kedua negara”telah membangun kemitraan luar biasa dalam ekonomi dan keamanan.”

Ia mengatakan Kanada tetap berkomitmen memastikan hubungan tersebut saling menguntungkan sambil memperkuat perekonomian domestik dan memperluas kemitraan dagang global.

Di tengah eskalasi, Carney mengimbau masyarakat untuk mendukung pengusaha dalam negeri dan menyebut ekonomi Kanada “terancam dari luar.”

Dalam pesan video, ia mengatakan pemerintahnya tengah menjalankan sejumlah inisiatif besar, termasuk pembangunan jutaan rumah untuk meningkatkan keterjangkauan dan pengadaan perangkat militer “yang akan melindungi warga Kanada dan kedaulatan kita.”

“Kita tak bisa mengendalikan apa yang dilakukan negara lain. Kita bisa menjadi pelanggan terbaik bagi diri kita sendiri,” ujarnya.

Pekan lalu, Kanada mengumumkan telah mencapai kesepakatan dagang secara prinsip dengan China. Tarif kendaraan listrik China akan diturunkan sebagai imbalan pengurangan bea atas ekspor pertanian Kanada.

Trump pada Jumat mengatakan Kanada menentang usulannya untuk membangun sistem perlindungan rudal “Golden Dome” di Greenland dan malah “memilih mendukung bisnis dengan China.”

Hubungan AS dan Kanada memburuk tajam sejak Trump menjabat Januari tahun lalu. Carney berusaha melawan tarif AS dan menolak keinginan Trump agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS.

Di tengah memburuknya hubungan kedua negara, Trump pada Kamis menarik kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukannya. Langkah itu dianggap sebagai balasan atas pernyataan Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Lebih dari 1.600 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir: Kebutuhan Terpenuhi dengan Baik

Jakarta, aktual.com – Lebih dari 1.600 warga Jakarta mengungsi akibat banjir yang merendam pemukiman akibat hujan deras melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1).

Lokasi pengungsi tersebar di beberapa titik. Di wilayah Jakarta Timur tersebar di tiga kelurahan antara lain, dua titik di Kelurahan Cawang, yakni di Mushala Al Islah sebanyak 60 jiwa, dan Saung Lapangan Tenis RW 03 sebanyak 60 jiwa. Sementara di Kelurahan Bidara Cina titik pengungsi di Aula Kelurahan Bidara Cina sebanyak 107 jiwa, 40 jiwa di Masjid Al abror RW 11 dan 15 jiwa di Gedung SKKT RW 11. Kemudian di Kelurahan Kampung Melayu terdapat dua titik, di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa, Masjid Jami Itihadul Ikhwan 70 jiwa.

Sementara untuk wilayah Jakarta Barat, titik pengungsian tersebar di empat kelurahan, antara lain Kelurahan Rawa Buaya, yakni di Masjid Baitul Rahman 97 jiwa, Masjid Hidayatussalam 9 jiwa, Mushola Nurul Ikhsan RT 006/01 18 jiwa, Balai Warga RT 09/02 25 jiwa, SDN 02 Rawa buaya 63 jiwa, SDN 03 Rawa buaya 38 jiwa, dan SDN 07 Rawa buaya 230 jiwa. Selanjutnya Kelurahan Kembangan Selatan di Kantor JNE Kembangan Selatan 82 jiwa. Kelurahan Kembangan Utara di Gg. Nurul Muslimin RT 07/01 114 jiwa, Sekretriat Jl. H.Bule RT.008/01 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 16 jiwa, dan Mushola Al – Hidayah RT 06/01 79 jiwa. Selain itu terdapat satu titik di Kelurahan Duri Kosambi di Masjid Majlis Al-Falah sebanyak 100 jiwa.

Titik pengungsian terakhir di wilayah Jakarta Utara terdapat di Gang Masjid Nurul Jannah RW.02 Kelurahan Kapuk Muara sebanyak 97 jiwa.

Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah terdampak sebanyak 20 kelurahan di 6 kecamatan. Sedikitnya 585 Kepala Keluarga (KK) atau 1.623 jiwa dan 14 ruas jalan terdampak.

Kondisi terkini pada Minggu (25/1) pukul 09.00 WIB, beberapa titik banjir telah surut antara lain dua RT di Keluarahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan dan dua RT di Kembangan Utara. Sementara 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT Jakarta Utara masih tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 80 sentimeter. Terpantau paling tinggi di wilayah Kelurahan Kampung Melayu dengan TMA 80 sentimeter dikarenakan luapan Sungai Ciliwung.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan para pengungsi tercukupi dengan menyiapkan kebutuhan dasar baik permakanan, pakaian, sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya selama di lokasi pengungsian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus memantau kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah di tanah air. Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.

Masyarakat juga diimbau memperhatikan langkah-langkah keselamatan apabila terjadi genangan atau kenaikan permukaan air. Segera matikan aliran listrik, pantau pembaruan informasi dari sumber resmi, dan ikuti instruksi pihak berwenang untuk evakuasi jika diperlukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Peringati Hari Gizi Nasional, Ibas Tegaskan Gizi sebagai Hak Konstitusional Rakyat

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) foto bersama usai memberikan sambutannya pada peringatan Hari Gizi Nasional 2026 yang mengusung tema “Gizi, Konstitusi, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan semata isu kesehatan, melainkan amanat konstitusi dan bagian tak terpisahkan dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ibas dalam sambutannya pada peringatan Hari Gizi Nasional 2026 yang mengusung tema “Gizi, Konstitusi, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Menurut Ibas yang juga sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut, gizi merupakan fondasi kemanusiaan dan peradaban. Edhie Baskoro mengutip pandangan Nelson Mandela yang menegaskan bahwa kualitas sebuah bangsa dapat dilihat dari cara negara memperlakukan anak-anaknya, termasuk dalam menjamin kecukupan gizi. “Tidak ada cermin yang lebih jujur tentang jiwa suatu bangsa selain bagaimana bangsa itu memperlakukan anak-anaknya,” ujar Ibas.

Dalam konteks Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, Ibas menekankan bahwa pemenuhan gizi adalah hak konstitusional warga negara. Ibas merujuk Pasal 28H dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mewajibkan negara menjamin kesejahteraan dan pelayanan kesehatan yang layak bagi seluruh rakyat. “Keadilan gizi adalah bagian dari keadilan sosial,” tegasnya.

Ibas, yang merupakan lulusan Program Doktor IPB University ini juga menyoroti kesinambungan kebijakan gizi lintas pemerintahan. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah meletakkan fondasi melalui penguatan sistem kesehatan nasional, melalui Program Keluarga Harapan (PKH), perbaikan gizi masyarakat, swasembada pangan dan perikanan, serta penguatan posyandu serta Unit Kesehatan sebagai basis pelayanan kesehatan dan gizi komunitas. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari kesehatan dan gizi.

Sementara pada era Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebut diperkuat melalui kebijakan yang lebih progresif, antara lain Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang sumber daya manusia, penegasan gizi sebagai strategi ketahanan nasional, serta integrasi kebijakan gizi dengan agenda pembangunan manusia unggul dan pengentasan kemiskinan struktural.

Meski demikian, Anggota Dapil Jawa Timur VII ini mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik harus terus dievaluasi dan disempurnakan agar tepat sasaran. Ia mengutip pemikiran peraih Nobel Ekonomi Amartya Sen yang menyatakan bahwa kelaparan bukan disebabkan oleh kekurangan pangan, melainkan oleh ketimpangan akses, keadilan, dan hak. “Kita tidak boleh menghalangi negara membantu rakyatnya, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata jika ada kebijakan dan program yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Ibas menegaskan bahwa tugas MPR tidak hanya menjaga teks konstitusi, tetapi juga menghidupkan nilai-nilainya melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI, penguatan nilai keadilan sosial Pancasila, serta pengawalan arah pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, MPR RI memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan gizi nasional berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Dalam sambutannya, Ibas juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan gizi, mulai dari pemenuhan gizi sebagai hak konstitusional, pengurangan ketimpangan akses antarwilayah—khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)—hingga penanganan beban gizi ganda seperti stunting, obesitas, dan penyakit tidak menular.

“Pembangunan gizi adalah pembangunan manusia, bukan sekadar statistik. Gizi adalah titik temu antara ilmu pengetahuan, kebijakan negara, dan nilai konstitusi. Tanpa gizi yang adil, keadilan sosial hanya menjadi slogan,” pungkas Ibas, yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN ini.

Ia menegaskan bahwa MPR RI akan terus mengawal nilai keadilan sosial Pancasila, memastikan arah pembangunan nasional berpihak pada manusia, serta menjadikan gizi sebagai bagian dari narasi besar kebangsaan demi masa depan Indonesia yang sehat, cerdas, dan bermartabat.

Diskusi kemudian diperkaya oleh pandangan para pakar gizi dan kesehatan. Dr. dr. Tan Shot Yen menekankan bahwa persoalan gizi tidak lepas dari pola konsumsi dan literasi gizi keluarga. Ia menyoroti pentingnya kembali pada pangan lokal yang beragam dan segar serta mengurangi ketergantungan pada makanan ultra-proses.

Prof. Evy Damayanti menyoroti pentingnya keamanan dan kualitas pangan, khususnya dalam pelaksanaan Program MBG. Ia mengingatkan perlunya pengawasan mutu pangan, rantai pasok, dan edukasi berkelanjutan agar program tersebut benar-benar berdampak positif.

Dalam kesempatan yang sama, Anugrah Novianti menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program gizi, khususnya bagi kelompok lansia. “Di Amerika Serikat, program gizi bagi lansia tidak diberikan secara menyeluruh, melainkan difokuskan kepada mereka yang sudah tidak mampu memasak dan memiliki keterbatasan aktivitas,” ungkapnya.

Adapun Gia Pratama Putai menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam isu gizi melalui literasi digital, kampanye kreatif, dan pendekatan yang relevan dengan gaya hidup anak muda, agar kebijakan gizi tidak hanya bersifat top-down.

Sementara itu, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., menegaskan urgensi pembatasan konsumsi gula dan garam sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk kembali menguatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang menekankan konsumsi gizi seimbang dan buah-buahan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Sejumlah Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat turut menyampaikan penguatan. Marwan Cik Asan menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan dan konsistensi anggaran agar program gizi dan kesehatan menjangkau hingga kelompok rentan. Tutik Kusumawardhani menyoroti perlunya pendekatan berbasis data dan penguatan peran tenaga kesehatan serta komunitas lokal. Sementara Lucy Kurniasari menegaskan peran sentral keluarga, khususnya ibu, dalam keberhasilan program gizi nasional serta pentingnya pengawasan pelaksanaan di lapangan.

Diskusi juga memunculkan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari pembatasan konsumsi gula dan garam, diversifikasi pangan lokal, peningkatan literasi gizi, penguatan peran kader posyandu, hingga perlunya kebijakan yang lebih adil bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Audiensi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Anggota DPR RI Marwan Cik Asan, Lucy Kurniasari, dan Tutik Kusumawardhani; para pakar gizi dan kesehatan Dr. dr. Tan Shot Yen, Prof. Dr. Rimbawan, Prof. Evy Damayanti, serta Gia Pratama Putai; akademisi, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta perwakilan masyarakat sipil yang bersama-sama berkomitmen mengawal penguatan kebijakan gizi dan pembangunan manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 25 Januari 2026

Jakarta, aktual.com – BNPB merangkum laporan peristiwa bencana yang terjadi pada periode 24 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Pada akhir Januari 2026, laporan kejadian bencana masih didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Banjir dan longsor melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat pada minggu ketiga Januari 2026. Di Kabupaten Subang, banjir merendam 3.355 unit rumah warga yang tersebar di 21 desa pada 9 kecamatan pada Kamis (22/1). Sebanyak 9.491 jiwa terdampak dan 957 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi.

Selain rumah, banjir juga merendam 3 unit sekolah, 14 unit fasilitas ibadah, serta 27 hektare sawah. Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 150 sentimeter. Hingga Sabtu (24/1), banjir dilaporkan belum surut dengan ketinggian air yang relatif sama.

Sementara itu, di Kabupaten Majalengka, hujan deras yang terjadi terus menerus selama lima jam memicu banjir dan longsor di 39 titik yang tersebar di 28 desa pada Jumat (23/1). Sebanyak 318 kepala keluarga terdampak peristiwa tersebut. Jumlah warga yang mengungsi masih dalam pendataan. Selain itu, 318 unit rumah dan 50 hektare sawah dilaporkan terendam. Tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat kejadian ini.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Majalengka bersama tim gabungan masih melakukan penanganan darurat berupa pembersihan material longsoran.

Kabupaten Indramayu juga tidak lupuy dari bencana banjir. Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Cimanuk yang merendam permukiman warga pada Sabtu (24/1). Sebanyak 90 unit rumah di Desa Rambatan Wetan dan Desa Rambatan Kulon dilaporkan terdampak. BPBD Kabupaten Indramayu segera berkoordinasi dengan BBWS untuk mendatangkan alat berat dalam upaya penambahan tanggul serta menutup pintu air yang rusak.

Selain Jawa Barat, cuaca ekstrem juga melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur. Di Kabupaten Trenggalek pada Sabtu (24/1), angin kencang menyebabkan ranting pohon mahoni di pinggir jalan Desa Sukorame tumbang dari ketinggian sekitar 15 meter dan menimpa warga yang berada di bawahnya. Korban dilaporkan meninggal dunia dan segera dibawa ke Puskesmas Karanganyar untuk dilakukan pemeriksaan dan visum.

Pada hari yang sama, angin kencang juga melanda Kabupaten Pasuruan. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah mengalami rusak berat dan sebelas unit rumah lainnya rusak ringan. Kejadian ini terjadi di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, serta Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari.

BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan asesmen dampak di lokasi kejadian. Saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan telah kembali kondusif.

Update Longsor Kabupaten Bandung Barat

Tanah longsor melanda Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Hingga Sabtu (24/1) pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan berjumlah sembilan jiwa. Lima korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara empat korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Selain itu, tim SAR juga menemukan dua bagian tubuh korban yang masih dalam proses identifikasi.

Tim SAR hingga saat ini masih melanjutkan pencarian terhadap 80 orang yang dinyatakan hilang. Jumlah tersebut bersifat sementara dan masih akan terus diverifikasi di lapangan oleh tim gabungan.

Selain korban jiwa, longsor juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, sebanyak 230 warga di sekitar lokasi kejadian mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di GOR dan Aula Desa.

Prakiraan Cuaca dan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.

Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, serta Papua Pegunungan.

Menyikapi prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi area yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti pohon, papan reklame, dan bangunan rapuh.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lereng gunung, apabila terjadi hujan lebat lebih dari satu jam, diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman dan menjauhi lereng. Pemerintah daerah juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

WHO Sesalkan AS Keluar dari Organisasi

Moskow, aktual.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari badan PBB tersebut dan menyatakan harapannya agar AS dapat kembali berpartisipasi secara aktif di masa mendatang.

Dalam pernyataannya, WHO menyebut keputusan itu “membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman,” RIA Novosti melaporkan pada Minggu (25/1).

AS secara resmi mengumumkan penarikan diri dari WHO pada 22 Januari, tepat satu tahun setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memulai proses tersebut.

Kantor Sekretaris Jenderal PBB menyatakan bahwa AS tidak lagi berpartisipasi dalam kegiatan WHO.

Namun, pernyataan itu kemudian diklarifikasi dengan menyebutkan bahwa AS belum memenuhi seluruh persyaratan mundur secara formal, termasuk memberitahukan WHO secara tepat waktu dan menyelesaikan pembayaran iuran.

Pada Kamis, AS mengumumkan telah menyelesaikan proses pengunduran diri dari keanggotaan WHO, yang mereka tuding salah urus pandemi COVID-19 dan memiliki kerentanan terhadap “pengaruh politik.”

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain