9 April 2026
Beranda blog Halaman 301

Scam Digital Rugikan Rp9,1 Triliun, OJK Berhasil Kembalikan Rp161 Miliar ke Korban

Jakarta, Aktual.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengembalikan dana korban penipuan keuangan sebesar Rp161 miliar atau sekitar 5 persen dari total kerugian yang dilaporkan masyarakat melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). OJK menyatakan rendahnya tingkat pemulihan tersebut dipengaruhi oleh kecepatan kejahatan digital yang melampaui sistem penanganan dan pemulihan dana.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi, mengatakan penipuan keuangan saat ini telah berkembang menjadi jaringan lintas negara dengan pola yang semakin kompleks.

“Kejahatan keuangan tidak boleh dibiarkan dan korban tidak boleh dibiarkan sendirian,” ujarnya dalam acara Penyerahan Dana Korban Scam di Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, sepanjang periode 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, IASC menerima lebih dari 432 ribu laporan pengaduan masyarakat terkait penipuan keuangan. Dari jumlah tersebut, OJK mencatat lebih dari 721 ribu rekening terindikasi penipuan dan sekitar 397 ribu rekening telah diblokir untuk mencegah kerugian lanjutan.

Lebih lanjut, total kerugian masyarakat akibat scam yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun, sementara dana yang berhasil diamankan sistem mencapai Rp436,88 miliar. “Dana yang berhasil diblokir sudah lebih dari Rp400 miliar, dan hari ini yang bisa kami serahkan kepada korban sebesar Rp161 miliar,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki itu.

Berdasarkan klasifikasi pengaduan, OJK mencatat penipuan transaksi belanja sebagai modus paling dominan, disusul penipuan penyamaran identitas, investasi, lowongan kerja, dan media sosial. Dari sisi wilayah, Pulau Jawa menjadi penyumbang laporan tertinggi, dengan Jawa Barat berada di posisi teratas secara nasional.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menilai maraknya penipuan merupakan konsekuensi dari pesatnya digitalisasi sektor jasa keuangan yang belum sepenuhnya diimbangi kesiapan sistem pengamanan. “Ini sisi negatif dari digitalisasi transaksi keuangan, atau anak haram digitalisasi jika mau disebut secara lugas,” ucapnya.

Tingkat pemulihan dana, lanjut dia, sebesar 5 persen kerap terlihat kecil jika dibandingkan dengan total kerugian, namun sejalan dengan pengalaman banyak negara lain. Ia juga mendorong masyarakat agar tidak ragu melapor ketika menjadi korban penipuan karena kecepatan pelaporan sangat menentukan peluang pemulihan dana.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Fit and Proper Test Calon Deputi BI Dimulai Jumat, Keponakan Prabowo Masuk Jadwal Senin

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun saat wawancara cegat pada kegiatan Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta, Selasa (5/8/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Jakarta, Aktual.com – Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun menyatakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan dilakukan mulai Jumat (22/1/2026).

“Hari Jumat,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2026).

Misbakhun mengungkapkan, kandidat pertama dari tiga nama yang diajukan Presiden Prabowo Subianto adalah Solikin M. Juhro.

“Kami agendakan untuk Saudara Solikin M. Juhro pada pukul 09.00–10.00 WIB,” ucapnya.

Uji kelayakan kemudian dilanjutkan pada pekan berikutnya, Senin, 26 Januari 2026, dengan menghadirkan dua kandidat pada sesi siang dan sore hari.

Pada sesi siang, pukul 15.00–16.00 WIB, Komisi XI DPR RI akan menguji visi dan misi Dicky Kartikoyono. Sementara itu, fit and proper test Thomas Djiwandono yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00–17.00 WIB.

Misbakhun menjelaskan, masing-masing calon diberikan waktu total sekitar 60 menit. Rinciannya, 25 meni t untuk pemaparan visi dan misi, 15 menit sesi pendalaman dan pertanyaan oleh Komisi XI, serta 20 menit untuk penyampaian jawaban.

Setelah seluruh calon menyelesaikan uji kelayakan, Komisi XI DPR RI akan menggelar rapat internal pada hari yang sama. Hasil rapat tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum dibawa ke rapat paripurna DPR RI.

“Hasil fit and proper test akan kami laporkan dalam rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 27 Januari,” lanjut Misbakhun.

Ia juga memastikan seluruh calon telah memenuhi persyaratan administratif sesuai ketentuan perundang-undangan. Pemeriksaan dokumen, termasuk pengunduran diri serta kelengkapan administrasi lainnya, telah dilakukan sebelum tahapan uji kelayakan digelar.

(Nur Aida Nasution)

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Cadangan Devisa USD 156 Miliar Jadi Tameng, BI Klaim Rupiah Aman

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ketiga kiri) berbincang dengan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (ketiga kanan) disaksikan Deputi Gubernur Juda Agung (kedua kanan), Filianingsih Hendarta (kanan), Doni Primanto Joewono (kedua kiri), dan Aida S. Budiman (kiri) saat akan memberikan keterangan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (17/7/2024). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom)

Jakarta, Aktual.com – Bank Indonesia (BI) menegaskan nilai tukar rupiah masih berada dalam zona aman dengan dukungan cadangan devisa sebesar 156 miliar dolar AS di tengah tekanan global. Otoritas moneter menilai posisi cadangan devisa tersebut menjadi bantalan utama dalam menjaga stabilitas eksternal dan kepercayaan pasar.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menekankan bahwa kekuatan cadangan devisa memberikan ruang kebijakan yang cukup luas bagi bank sentral.

“Cadangan devisa kita masih sangat kuat di level 156 miliar dolar AS,” ucap Destry dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah belakangan ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga terjadi di sejumlah negara sekelompok akibat dinamika global. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah membalikkan persepsi pasar agar kembali sejalan dengan kondisi fundamental perekonomian domestik yang dinilai masih solid.

Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran instrumen moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.

“Selain smart intervention, kami juga mengoptimalkan operasi moneter dengan seluruh instrumen yang kami miliki,” tutur Destry.

Upaya stabilisasi tersebut diperkuat dengan strategi dedolarisasi melalui peningkatan transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT). Bank Indonesia mencatat volume transaksi LCT sepanjang 2025 meningkat signifikan hingga mencapai 25,66 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, BI juga memperluas pengembangan pasar non-dolar dengan membuka transaksi rupiah–yen bersama Jepang serta rupiah–renminbi (RMB) dengan Tiongkok. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Menteri Ara Pastikan Rusun Subsidi di Meikarta Tak Terkendala Hukum

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kanan) didampingi Tenaga Ahli Ditjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Pahala Nainggolan, dan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam Konferensi Pers di Gedung KPK, Rabu (21/1/2026). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, tidak menghadapi kendala hukum. Kepastian itu diperoleh setelah dirinya melakukan rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Ara menegaskan, tahun 2026 menjadi fokus utama kementeriannya untuk mempercepat pembangunan rusun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Tahun ini prioritas kami adalah membangun rumah susun subsidi. Hari ini saya berani menyampaikan sesudah clearance dari KPK, dari Mas Budi (Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo) dan dari pimpinan KPK, bahwa tidak ada masalah secara hukum untuk di Meikarta untuk dimulai pembangunan rumah susun subsidi,” ungkap Ara.

Menurut dia, kepastian hukum tersebut sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran yang selama ini muncul, baik dari masyarakat, perbankan, maupun pengembang. Ia mengaku telah dua kali meninjau langsung kawasan Meikarta yang merupakan proyek milik Lippo Group.

“Saya sudah dua kali datang ke kawasan itu, saya bertemu langsung dengan masyarakatnya di situ. Saya datang ke sekolah, rumah sakit, pasar, sampai kawasan industrinya. Jadi kepastian hukumnya seperti apa, hari ini terjawab,” ujarnya.

Ara menekankan, proyek rusun subsidi di Meikarta sangat penting untuk memastikan negara hadir dalam menyediakan hunian layak bagi MBR.

“Rakyat itu, artinya MBR yang harus kita kasih kesempatan, supaya negara hadir menyiapkan perumahan,” tutur dia.

Selain untuk masyarakat, kepastian hukum juga dinilai penting bagi sektor perbankan. Ara menyebut banyak bank yang selama ini menunggu kejelasan status proyek tersebut sebelum terlibat dalam pembiayaan.

“Ini juga pertanyaan banyak dari perbankan, sehingga hari ini jawaban ini membuat saya rasa perbankan akan clear,” katanya.

Dari sisi pengembang, lanjut Ara, kejelasan hukum ini membuat proses pembangunan bisa segera digenjot. “Yang ketiga adalah dari pihak pengembang. Hari ini kita ada kepastian hukum yang sangat jelas, sehingga kita bisa bergerak dengan cepat,” imbuhnya.

Ia pun meminta KPK untuk memberikan pendampingan agar seluruh tahapan pembangunan rusun subsidi berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kami mohon pendampingan dari KPK supaya proses ini semuanya memenuhi perundangan dan ada pencegahan, jangan ada hal-hal yang melanggar aturan,” tegas Ara.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, pihaknya sejak awal telah mengingatkan agar pengembangan kawasan Meikarta dilakukan secara bersih dan transparan, mengingat proyek tersebut sebelumnya sempat tersandung kasus korupsi terkait suap perizinan.

“Memang perkara ini terungkap dari adanya tindak pidana korupsi suap izin, maka tentu KPK juga mewanti-wanti sedari awal,” kata Budi.

Ia menekankan, aspek perizinan menjadi poin krusial yang harus dipastikan sepenuhnya. “Kalau kita ingin menciptakan ekosistem bersih, maka pada aspek perizinannya ini harus betul-betul firm,” jelasnya.

Selain perizinan, Budi juga menyoroti pentingnya kejelasan pada tahapan pengadaan barang dan jasa, serta mekanisme distribusi dan subsidi.

“Bagaimana kemudian distribusinya, termasuk soal subsidi, itu juga harus clear, sehingga nanti pada saat pertanggungjawabannya juga bisa disampaikan secara kredibel,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Ganti Rugi Lahan Wakaf Tol Bocimi Belum Tuntas, Trubus Rahardiansah: Laporin Saja!

Jakarta, aktual.com – Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Guru Besar Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai belum tuntasnya ganti rugi lahan wakaf pada proyek strategis nasional menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola pembebasan lahan. Ia menekankan bahwa kewajiban pembayaran seharusnya diselesaikan sejak awal, terutama ketika lahan sudah digunakan untuk kepentingan proyek.

Menurut Trubus, ketika pembayaran belum dilakukan, pihak pelaksana tetap memiliki kewajiban untuk menuntaskan hak pemilik lahan. “Kalau belum mendapatkan ya dia tetap minta kepada kontraktornya, Mas,” ujarnya, ketika dihubungi, Rabu (21/1/2026).

Ia menyebut anggaran semestinya sudah tersedia dalam skema proyek, sehingga alasan penundaan sulit dibenarkan. “Mestinya ada kan anggaranya kan ada, Mas,” katanya.

Trubus juga menyoroti pentingnya bukti otentik dalam proses ganti rugi. Ia menilai, jika bukti kepemilikan sudah ada, pembayaran tidak seharusnya berlarut-larut. “Padahal dia butuh buktinya otentik kan, harusnya kan sejak awal sudah dibayar,” ujarnya.

Ketika pembayaran tidak dilakukan, ia melihat persoalan kerap terjadi di level administrasi paling bawah. “Kalau belum dipayar ya berarti ada persoalan di kelurahan itu biasanya. Ini bottleneck-nya di kelurahan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kelurahan memegang data penting yang menjadi dasar proses pembebasan lahan. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh pihak tertentu dalam rantai pelaksanaan proyek. “Karena kelurahan yang punya datanya,” ujarnya.

Trubus menambahkan, dalam praktiknya kontraktor kerap bergantung pada data tersebut. “Kontraktor biasanya kan membeli datanya dari situ,” katanya.

Terkait langkah penyelesaian, Trubus berpandangan bahwa jalur yang ditempuh bisa beragam, baik melalui audiensi dengan DPR RI, Kementerian PUPR, maupun langsung ke pengelola jalan tol. “Menurut saya sih, jalur mana pun boleh saja,” ujarnya.

Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan bukti kepemilikan diakui dan diproses. “Yang penting membutuhkan bahwa buktinya dia memiliki, buktinya ada,” katanya.

Apabila tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, Trubus menilai jalur hukum dapat ditempuh. Ia menyebut persoalan ini memiliki dasar yang jelas untuk diproses lebih lanjut.

Menurut dia, selama bukti dan penggunaan lahan dapat dibuktikan, penegakan hukum menjadi opsi yang sah. “Kalau saya sih, tinggal dilaporin saja, Mas,” ujarnya.

Pembebasan lahan proyek Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi masih menyisakan persoalan, salah satunya terkait tanah wakaf milik Yayasan Raudhatul Mutaalimiin di Desa Cibunar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sekitar 6.000 meter persegi lahan wakaf telah digunakan sejak 2017 oleh PT Trans Jabar, namun hingga 2026 belum mendapatkan ganti rugi melalui mekanisme ruislag.

Pihak yayasan menyatakan proses telah disetujui oleh Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia, tetapi belum dieksekusi. Selain itu, disebut masih terdapat ratusan titik lahan lain yang belum menerima ganti rugi, sehingga berpotensi memicu persoalan hukum dan sosial apabila tidak segera diselesaikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Achmat
Rizky Zulkarnain

Rupiah Melemah, Kemenhaj-Umrah Pastikan Biaya Haji Tetap Terkendali

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan pada awal 2026 mendapat perhatian serius Kementerian Haji dan Umrah. Namun, pemerintah memastikan dampaknya terhadap biaya penyelenggaraan ibadah haji telah diantisipasi sejak jauh hari oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan menegaskan pergerakan dolar Amerika Serikat dan riyal Arab Saudi terhadap rupiah sudah masuk dalam perhitungan BPKH.

“Teman-teman [BPKH] sudah antisipasi sejak beberapa bulan yang lalu,” kata Irfan usai Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kementerian Haji dan Umrah dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (21/1/2026).

Menurut Irfan, selain antisipasi terhadap fluktuasi nilai tukar, kementeriannya juga melakukan langkah efisiensi agar biaya haji tetap terjangkau tanpa menurunkan kualitas layanan kepada jamaah.

Hal senada disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengungkapkan adanya penghematan signifikan pada pos belanja konsumsi jamaah haji tahun ini.

“Tahun lalu [biaya konsumsi] 40 riyal [per hari per jamaah]. Tahun ini per jamaah turun jadi 36 riyal. Makan pagi 10 riyal, makan siang dan malam masing-masing 13 riyal,” jelas Dahnil.

Meski biaya turun, Dahnil memastikan kualitas dan gramasi makanan justru mengalami peningkatan.

“Harganya bisa diturunkan karena efisiensi dalam konteks penyediaannya tanpa rente, korupsi, dan cash back. Kita pastikan proses terbuka dan bersih,” tegasnya.

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (20/1/2026) melemah hingga hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar AS, tepatnya di posisi Rp16.956.

Pemerintah berharap kombinasi antara antisipasi nilai tukar dan efisiensi anggaran dapat menjaga stabilitas biaya haji, sekaligus memastikan pelayanan kepada jamaah tetap optimal di tengah kondisi ekonomi global yang menantang.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain