6 April 2026
Beranda blog Halaman 320

MAKI Tunggu Komitmen KPK Tangani Kasus CSR-BI

Koordinator Masyarakat Anti-korupsi (MAKI) Boyamin Saiman berbicara dengan awak media di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (30/1/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Koordinator Masyarakat Anti-korupsi (MAKI) Boyamin Saiman berbicara dengan awak media di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (30/1/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Jakarta, aktual.com – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pihaknya menunggu komitmen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2026 untuk menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Dua tersangka tersebut adalah anggota DPR RI periode 2024-2029, yakni Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG). Keduanya sempat menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024 yang bermitra dengan BI dan OJK.

“Kami tunggu aksi KPK menahan Satori dan Heri Gunawan,” ujar Boyamin dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (14/1).

Sementara itu, dia memandang KPK sudah memegang sejumlah barang bukti yang cukup, termasuk menyita sejumlah aset milik kedua tersangka.

“Jadi, dalam kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia, KPK itu sudah pegang lima alat bukti, yaitu saksi, dokumen, petunjuk, ahli, dan alat bukti elektronik,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, sudah tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda penahanan kedua tersangka kasus CSR BI-OJK.

Saat ini, KPK masih melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam penyaluran dana program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) atau dugaan korupsi dalam penggunaan dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) tahun 2020–2023.

Perkara tersebut bermula dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pengaduan masyarakat, kemudian KPK melakukan penyidikan umum sejak Desember 2024.

Penyidik KPK telah menggeledah dua lokasi yang diduga menyimpan alat bukti terkait dengan perkara tersebut.

Dua lokasi tersebut adalah Gedung Bank Indonesia di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, yang digeledah pada 16 Desember 2024, dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan yang digeledah pada 19 Desember 2024.

Pada 7 Agustus 2025, lembaga antirasuah itu menetapkan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024 Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG) sebagai tersangka kasus tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Dukung Pemblokiran Grok X, Soroti Bahaya Konten Pornografi dan Deepfake

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah memblokir sementara aplikasi kecerdasan buatan (AI) Grok di platform X milik Elon Musk. Pemblokiran tersebut dilakukan menyusul penyalahgunaan fitur Grok untuk memproduksi konten pornografi dan deepfake yang dinilai meresahkan publik.

Menurut Sukamta, persoalan Grok tidak hanya menjadi sorotan di Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian dunia internasional. Ia menilai langkah tegas pemerintah diperlukan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif teknologi digital.

“Saya mendukung langkah tegas pemerintah untuk mendesak platform X membenahi sistem di platform mereka, termasuk adanya kewajiban moderasi konten sebelum konten tersebut diunggah,” ujar Sukamta dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (14/1/2026).

Politikus Fraksi PKS itu juga mendukung rencana pemerintah mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan fitur Grok untuk membuat dan menyebarkan konten negatif. Menurutnya, tanggung jawab tidak hanya berada pada pengguna, tetapi juga pada penyelenggara platform digital.

Sukamta menilai respons platform X yang hanya membatasi penggunaan Grok bagi pelanggan berbayar belum memadai. Ia menegaskan bahwa fitur tersebut harus dilengkapi dengan sistem penyaringan yang jauh lebih ketat.

“Saya rasa tidak cukup jika respons X hanya membatasi fitur tersebut untuk pelanggan berbayar. Fitur tersebut harus dibatasi dengan filter yang sangat ketat agar tidak ada celah bagi siapa pun untuk menghasilkan konten negatif,” katanya.

Selain X, Sukamta juga menyoroti platform media sosial lain, seperti WhatsApp, yang dinilainya turut menjadi sarana penyebaran konten pornografi melalui fitur kanal. Ia mengingatkan bahwa WhatsApp memiliki risiko sosial yang lebih besar karena digunakan sebagai media komunikasi sehari-hari, termasuk oleh anak dan remaja.

“Justru di sinilah letak bahayanya. Karena itu, saya mendukung pemerintah untuk bersikap tegas dan melakukan penegakan hukum terhadap seluruh platform media sosial, tidak hanya X, tetapi juga WhatsApp dan yang lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia telah memiliki payung hukum yang jelas untuk menindak konten pornografi, di antaranya UU Pornografi, KUHP baru, serta UU ITE yang mengatur kewajiban pemutusan akses dan moderasi konten oleh penyelenggara sistem elektronik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Prabowo Janjikan Renovasi 60 Ribu Sekolah pada 2026

Presiden Prabowo Subianto menyapa warga saat tiba di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, pada Senin, 1 Desember 2025, untuk meninjau langsung penanganan dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Aktual/BPMI Setpres

Jakarta, Aktual.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia saat ini berada dalam kondisi rusak. Pemerintah, kata Prabowo, berkomitmen untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan melalui program renovasi sekolah secara masif dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang diikuti secara daring melalui Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

“Tahun ini saja, saya akan merenovasi 60 ribu sekolah dan seterusnya,” kata Presiden Prabowo.

Ia menjelaskan, jumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan mencapai sekitar 300 ribu unit. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah tersebut dapat direnovasi sekaligus ditingkatkan kualitasnya dalam jangka waktu empat tahun ke depan.

“Kita punya 300 ribu sekolah. Saya berharap dalam empat tahun kita bisa selesaikan semua sekolah-sekolah di Indonesia, dan kualitasnya akan kita tingkatkan di segala bidang,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa pendidikan memegang peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mencetak sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat masa depan bangsa.

Ia menilai, pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran, fasilitas, dan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik. Sekolah yang layak dan aman dinilai menjadi prasyarat penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif.

Melalui program renovasi dan peningkatan kualitas sekolah tersebut, pemerintah berharap dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih representatif bagi seluruh anak bangsa, termasuk di wilayah terpencil dan tertinggal.

“Pendidikan adalah instrumen pembangunan, pendidikan adalah instrumen kesejahteraan, pendidikan adalah instrumen demokrasi. Pendidikan dan kesehatan adalah instrumen untuk menghilangkan kemiskinan,” pungkas Prabowo.

Program renovasi sekolah menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

OTT Pegawai Pajak oleh KPK, DPR Soroti Pentingnya Integritas DJP

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak memberikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Penindakan tersebut dinilai sebagai langkah penting menjaga integritas institusi perpajakan di tengah tekanan penerimaan negara dan meningkatnya defisit anggaran.

OTT tersebut dilakukan saat penerimaan negara belum mencapai target dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendekati 3 persen. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik terhadap kredibilitas institusi perpajakan, sehingga penegakan hukum dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kita harus tegas menyebut bahwa ini adalah perilaku oknum, bukan representasi keseluruhan institusi perpajakan. Justru di saat kondisi fiskal menantang, bersih-bersih harus dilakukan lebih keras. Kepercayaan publik adalah fondasi penerimaan negara,” kata Amin dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Amin menilai langkah cepat Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK merupakan sikap tepat untuk menjaga marwah reformasi perpajakan. Menurutnya, negara harus menunjukkan tidak ada ruang kompromi terhadap praktik penyimpangan, sekecil apa pun.

Ia menambahkan, penindakan terbuka seperti ini menunjukkan sistem pengawasan dan check and balance mulai berjalan. Digitalisasi proses, pengawasan berlapis, serta audit berbasis risiko dinilai mampu mempersempit ruang abu-abu dalam relasi antara aparat pajak, konsultan pajak, dan wajib pajak besar.

“Kalau kita ingin membangun sistem perpajakan yang modern dan kredibel, maka ketegasan seperti ini bukan gangguan, melainkan syarat. Membersihkan oknum justru memperkuat fondasi negara,” ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong pembenahan lebih mendalam pada tiga aspek utama, yakni sistem pemeriksaan pajak, reformasi sumber daya manusia (SDM), dan penataan ulang ekosistem konsultan pajak. Ia menekankan pentingnya digitalisasi pemeriksaan dari hulu ke hilir agar setiap keputusan fiskus dapat terlacak dan meminimalkan ruang negosiasi yang berpotensi disalahgunakan.

Dari sisi SDM, Amin mendorong penguatan rotasi jabatan, promosi berbasis integritas, serta penerapan lifestyle check berbasis digital. Sementara itu, peran konsultan pajak perlu dikembalikan sebagai penasihat kepatuhan, bukan perantara penyimpangan.

“Reformasi perpajakan tidak boleh berhenti pada slogan. Ruang penyimpangan harus semakin sempit, tata kelola makin kuat, dan integritas aparat menjadi tiang utama menjaga penerimaan negara,” katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam OTT pejabat pajak di Jakarta Utara. Salah satu tersangka adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu (DWB). Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyebut para tersangka diduga menerima suap terkait pengurusan pembayaran pajak dengan total sekitar Rp4 miliar. Seluruh tersangka telah ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Grab Siapkan Rp100 Miliar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi Ojol

Jakarta, Aktual.com – Grab Indonesia menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar untuk memperkuat kesejahteraan dan kapasitas pengemudi ojek online melalui program Grab untuk Indonesia yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Inisiatif ini difokuskan pada perlindungan kerja, pemberian apresiasi, serta pengembangan keterampilan mitra pengemudi di ekosistem ekonomi digital.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan program tersebut dirancang sebagai komitmen jangka panjang perusahaan terhadap mitra pengemudi. Ia menegaskan dukungan tersebut tidak bersifat satu kali, melainkan akan dievaluasi dan disesuaikan secara berkala berdasarkan kinerja mitra.

Tahap awal program diwujudkan melalui pemberian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis bagi mitra pengemudi berprestasi guna memperluas perlindungan selama bekerja di jalan. Selain itu, Grab juga menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) pada Ramadan 2026 sebagai bentuk apresiasi tambahan bagi mitra pengemudi yang memenuhi kriteria.

“Setiap hari mitra keluar rumah dengan satu niat, pulang dengan selamat, dan kami ingin memastikan rasa aman itu hadir,” ujar Neneng dalam Konferensi Pers Peluncuran Program Grab untuk Indonesia di Hutan Kota by Plataran, Jakarta.

Tahap berikutnya difokuskan pada program Mitra Naik Kelas melalui Grab Academy yang bertujuan mendorong mitra pengemudi mengembangkan keterampilan dan menangkap peluang baru di ekonomi digital. Grab menilai penguatan kapasitas ini penting agar mitra dapat meningkatkan pendapatan tanpa kehilangan fleksibilitas dalam pola kemitraan.

Neneng menambahkan seluruh inisiatif tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial bagi pelaku ekonomi digital. “Seluruh inisiatif ini dijalankan dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan dan struktur bagi hasil yang sudah berjalan,” katanya.

Melalui program ini, Grab berharap dapat membangun ekosistem kemitraan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi mitra pengemudi agar mampu tumbuh dan naik kelas di ekonomi digital Indonesia.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

DPR Sebut Banyak Kawasan Hutan Berubah Fungsi Tak Terkendali

Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/agr/am.
Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/agr/am.

Jakarta, aktual.com – Sejumlah bencana banjir dan longsor di beberapa daerah menunjukkan banyaknya kawasan hutan yang berubah fungsi menjadi perkebunan dan pertambangan. Bahkan, alih fungsi lahan hutan ini terjadi secara tak terkendali di seluruh pulau di Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR RI Dadang Naser menyampaikan hal tersebut menyikapi bencana ekologis yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia sepanjang akhir Desember 2025 – awal Januari 2026, kepada aktual.com, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Dadang menyampaikan, bencana ekologis di Sumatra, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan beberapa daerah di Pulau Jawa mempertegas bencana ini bukan sekadar peristiwa alam. Di balik genangan yang menenggelamkan permukiman dan infrastruktur, terbentang persoalan struktural yang selama bertahun-tahun dibiarkan.

“Ini bukan kejadian yang berdiri sendiri. Kami di Komisi IV melihat ada benang merah yang sama, yakni alih fungsi lahan yang tidak terkendali, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum,” kata Dadang saat ditemui di Kompleks Parlemen.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, telah menarik persoalan banjir lintas daerah tersebut sebagai isu nasional dan mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) untuk mengevaluasi penyebab banjir secara menyeluruh.

“Setelah kami evaluasi, ternyata banyak kawasan hutan yang berubah fungsi. Baik oleh perkebunan maupun lahan pertanian yang bergeser komoditasnya. Dari hutan menjadi sawit dan tambang. Ini yang harus dihentikan,” ujarnya.

Alih fungsi hutan akibat perkebunan dan pertambangan di Indonesia hingga 2025 kemungkinan mencapai lebih dari 6,1 juta hektare, dengan dominasi perkebunan sawit sebagai penyumbang terbesar dari konversi ini.

Kerugian Negara dan Pengawasan yang Kecolongan

Banjir berulang, menurut Dadang, bukan hanya memicu krisis sosial dan ekologis, tetapi juga menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah mulai dari biaya penanganan bencana, rusaknya infrastruktur publik, hingga terhentinya aktivitas ekonomi warga.

Ia mengakui, pengawasan negara terhadap kawasan hutan kerap kecolongan.

“Banyak kejadian tiba-tiba hutan sudah berubah fungsi. Ini menunjukkan pengawasan belum maksimal. Padahal dokumen dan perizinan seharusnya bisa dikontrol,” kata Dadang.

Karena itu, Komisi IV pun mendesak Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM dan kementerian teknis lain untuk memperketat pengawasan izin serta mengevaluasi perusahaan yang beroperasi di kawasan hutan dan DAS.

“Jangan sampai kejadian di Sumatera terulang di Jawa Barat, lalu Kalimantan, dan nanti mengancam Papua,” ujarnya.

Ratusan Perusahaan dan Data yang Masih Gelap

Tekanan DPR tersebut muncul seiring sorotan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH)  dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap ratusan perusahaan yang disebut berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan sehingga menyebabkan bencana alam di Sumatra, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan pulau lainnya.

Satgas PKH menemukan 12 perusahaan yang diduga kuat berkontribusi menyebabkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra. Adapun, KLH menyebutkan tengah mengusut 182 perusahaan di Kalimatan Selatan. Namun, hingga kini, data rinci perusahaan-perusahaan itu belum dibuka ke publik.

Staf Biro Humas KLH, Jundi, mengakui pihaknya belum mengantongi informasi detail terkait sektor usaha, status izin, maupun klasifikasi pelanggaran ratusan perusahaan tersebut.

“Kami dari Humas memang belum mendapatkan informasi detail terkait 182 perusahaan itu, termasuk bergerak di sektor apa saja,” kata Jundi di Kantor KLH, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Menurut Jundi, penyebutan angka 182 perusahaan oleh Menteri Lingkungan Hidup belum disertai kepastian apakah perusahaan-perusahaan itu memiliki izin lingkungan atau tidak.

“Perusahaan-perusahaan tersebut masih perlu diinvestigasi lebih lanjut,” ujarnya.

KLH juga menegaskan kewenangannya terbatas pada izin lingkungan, sementara izin usaha seperti IUP pertambangan atau izin perkebunan berada di kementerian lain.

“Izin usaha itu bukan kewenangan kami. Kami fokus pada izin lingkungan,” kata Jundi.

Kondisi ini memunculkan kritik publik bahwa negara kerap hadir setelah bencana terjadi, bukan mencegah kerusakan sejak awal. KLH tidak menampik adanya keterbatasan pengawasan.

“Isu lingkungan ini sangat kompleks. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan,” ujar Jundi.

Meski begitu, KLH menyatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut melalui penyelidikan Gakkum Lingkungan Hidup, setelah data dan bukti dinilai cukup.

“Gakkum akan melakukan peninjauan dan investigasi untuk memastikan apakah perusahaan-perusahaan tersebut melakukan pelanggaran,” katanya.

Namun, hingga kini, nama-nama perusahaan, tenggat waktu audit, serta potensi sanksi masih belum diumumkan.

Antara Reforma Agraria dan Deforestasi

Di sisi lain, Dadang Naser mengingatkan agar agenda reforma agraria tidak disalahartikan sebagai pembenaran pembalakan hutan secara masif.

“Reforma agraria bukan berarti seenaknya membalak hutan. Harus jelas mana yang boleh dikelola dan mana yang harus dijaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan lingkungan berkaitan langsung dengan agenda ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Kalau hutan rusak, pangan juga akan terdampak. Banjir ini pelajaran mahal bagi negara,” kata Dadang.

Audit lingkungan yang berjalan dan tekanan dari DPR kini menjadi ujian bagi pemerintah: apakah tragedi banjir di Sumatra, Kalimantan Selatan dan wilayah lainnya akan berujung pada penegakan hukum yang tegas, atau kembali berhenti pada evaluasi administratif yang menguap bersama surutnya air.

Laporan: Taufik A Harefa

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Berita Lain