9 April 2026
Beranda blog Halaman 35

Pemerintah Terapkan WFH Jumat, Airlangga Jelaskan Alasannya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri pelantikan pejabat eselon I Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (23/5/2025) (ANTARA/Bayu Saputra)

Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap alasan pemerintah memilih hari Jumat sebagai hari kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, Jumat dinilai memiliki beban kerja yang relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya.

“Dipilih hari Jumat karena beban kerjanya relatif lebih ringan, tidak sepenuh dari Senin sampai Kamis,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, pada hari Jumat aktivitas di banyak instansi cenderung lebih singkat sehingga dinilai paling tepat untuk penerapan WFH tanpa mengganggu produktivitas secara keseluruhan. Selain itu, kebijakan ini juga mempertimbangkan pengalaman sejumlah kementerian yang sebelumnya telah menerapkan pola kerja fleksibel berbasis digital, terutama setelah pandemi COVID-19.

Pemerintah, lanjut Airlangga, ingin mendorong transformasi budaya kerja yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kebijakan WFH ini juga menjadi bagian dari strategi efisiensi energi, termasuk pengurangan mobilitas harian ASN.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor pelayanan publik dan sektor strategis tetap beroperasi normal seperti biasa. Layanan kesehatan, keamanan, transportasi, logistik, serta sektor keuangan tetap berjalan dari kantor atau lapangan guna menjaga kelangsungan layanan kepada masyarakat.

“Pelayanan publik tetap berjalan. Kegiatan produktif seperti perbankan, pasar modal, dan sektor lainnya juga tetap beroperasi,” kata Airlangga.

Kebijakan WFH ASN ini akan mulai berlaku pada 1 April 2026 dan diterapkan di instansi pusat maupun daerah setiap hari Jumat. Pengaturan teknisnya akan dituangkan melalui surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Menteri Dalam Negeri.

Selain ASN, pemerintah juga mengimbau sektor swasta untuk dapat menerapkan kebijakan serupa dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing industri melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang dasar hingga menengah tetap dilakukan secara tatap muka lima hari dalam sepekan. Sementara itu, perguruan tinggi akan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan akademik berdasarkan kebijakan masing-masing kementerian terkait.

Pemerintah menyatakan kebijakan ini akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan untuk mengukur efektivitasnya terhadap efisiensi energi dan produktivitas kerja ASN.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

30 Proyek Sampah Jadi Listrik Dikebut, Target Operasi Tahap Pertama Oktober 2027

Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan percepatan pembangunan 30 proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Percepatan difokuskan pada wilayah dengan timbulan sampah tinggi, terutama yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

Pria yang akrab disapa Zulhas menegaskan bahwa percepatan proyek ini diberikan untuk menangani kondisi darurat sampah di berbagai wilayah. “Atas arahan Bapak Presiden, dilakukan percepatan pembangunan PSEL untuk menyelesaikan kedaruratan sampah,” tegasnya.

Jumlah proyek yang ditetapkan sebanyak 30 wilayah merupakan hasil penyederhanaan dari usulan awal yang lebih banyak. Proyek ini tetap mencakup 61 kabupaten/kota karena beberapa daerah digabung dalam satu kawasan layanan.

Pendekatan aglomerasi dilakukan agar pembangunan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak daerah sekaligus. “Kami sudah menyelesaikan hari ini 30, tapi sebenarnya itu mencakup 61 kabupaten/kota karena ada beberapa yang digabung dalam satu layanan,” kata Menko Zulhas.

Kapasitas pengolahan dari seluruh proyek PSEL diperkirakan mencapai 14,4 juta ton sampah per tahun, setara 22–24 persen dari total timbulan sampah nasional.

Untuk sisa sampah lainnya, pemerintah akan mengoptimalkan penanganan melalui sektor non-rumah tangga, seperti industri, pasar, sekolah, dan fasilitas publik, yang ditargetkan selesai dalam kurun waktu empat tahun.

Empat wilayah, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta, telah memasuki proses tender dan siap dibangun. Enam wilayah lain, seperti Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Serang Raya, Kabupaten Bekasi, dan Medan Raya, telah diverifikasi dan segera dilelang. Pemerintah juga mempercepat kesiapan lahan, termasuk di DKI Jakarta yang masih tahap finalisasi.

Proyek tahap pertama ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027, sementara tahap berikutnya rampung Mei 2028. Zulhas optimistis target dapat tercapai karena teknologi pengolahan sampah telah tersedia dan siap diterapkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Kebakaran Lahan Sawit di Merbau Pelalawan Berhasil Dipadamkan

Pelalawan, aktual.com — Kebakaran yang melanda wilayah Desa Merbau Kabupaten Pelalawan Riau, berhasil dipadamkan melalui kerja cepat dan kolaborasi lintas unsur di lapangan. Peristiwa tersebut menghanguskan lebih dari 20 hektare lahan sawit yang telah tertanam oleh pihak Koperasi RTBS.

Babinsa TNI Desa Merbau, Desmi, menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, aparat bersama seluruh unsur langsung bergerak melakukan pemadaman dan pengendalian api.

“Sejak awal, kami bersama Polri, BNPB, Manggala Agni, pihak perusahaan, koperasi, dan masyarakat turun langsung ke lapangan. Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan,” ujar Desmi.

Dalam proses penanganan tersebut, Koperasi RTBS (Riau Tani Bersatu Sejahtera) turut berperan aktif dengan menurunkan tim serta membantu upaya pemadaman di lokasi terdampak, khususnya pada area kebun sawit yang telah tertanam.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas disertai angin kencang menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api, sehingga sempat menyulitkan pengendalian pada tahap awal.

Namun demikian, kerja sama seluruh pihak, termasuk kontribusi nyata dari Koperasi RTBS, serta turunnya hujan di lokasi kejadian, mempercepat proses pendinginan hingga api berhasil dijinakkan.

Desmi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi semua unsur di lapangan.

“Ke depan, pencegahan dan antisipasi kebakaran harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh pihak, baik aparat, pemerintah, perusahaan, koperasi, maupun masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, petugas gabungan masih melakukan patroli dan pemantauan intensif guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Selidiki Aliran Dana Kasus Kuota Haji, Fuad Maktour Berpotensi Jadi Tersangka Baru

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis,12 Maret 2026. FOTO: aktual.com

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang penetapan tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi pengaturan kuota haji khusus yang tengah diusut. Nama pemilik travel PT Maktour, Fuad Hasan Masyhur (FHM), disebut dalam konstruksi perkara dan masih dalam tahap pendalaman alat bukti.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan proses hukum terhadap pihak lain akan dilakukan setelah kecukupan alat bukti terpenuhi.

“Ya, itu bagian berikutnya. Nanti, setelah alat bukti cukup, tentu kami akan kembali melakukan penetapan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dalam perkara ini, tersangka ISM dan ASR diduga tidak bekerja sendiri. Keduanya, bersama Fuad Hasan Masyhur selaku Dewan Pembina Forum SATHU dan sejumlah pihak lain, disebut melakukan pertemuan dengan YCQ dan IAA.

Pertemuan tersebut bertujuan meminta penambahan kuota haji khusus yang melampaui batas 8 persen sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dari proses itu, penyidik mengungkap adanya skema pembagian kuota haji antara reguler dan khusus dengan komposisi 50 persen berbanding 50 persen.

Skema ini diduga menjadi pintu masuk terjadinya penyimpangan dalam distribusi kuota yang seharusnya mengikuti ketentuan resmi. KPK juga menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan pengurusan kuota tersebut.

Asep menyebut pihaknya telah mengonfirmasi adanya pergerakan dana dari pihak swasta kepada sejumlah pihak yang terkait.

“HL, betul, itu sudah dikonfirmasi. Dari yang kita tetapkan sebelumnya sebagai tersangka, malam ini menyatakan memang ada aliran dananya. Ini membuktikan adanya kickback, aliran dana dari pihak swasta kepada oknum-oknum di Kementerian Agama,” kata Asep.

Dalam konstruksi perkara, tersangka ISM diduga memberikan uang kepada IAA sebesar USD30.000. Selain itu, ISM juga diduga memberikan dana kepada HL selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama sebesar USD5.000 dan 16.000 riyal Arab Saudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Bos Tambang Nikel Anton Timbang Jadi Tersangka, Bareskrim Ungkap Operasi Ilegal di Kawasan Hutan

ilustrasi - Kantor Bareskrim. ANTARA/HO.

Jakarta, aktual.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan pengusaha Anton Timbang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tambang nikel ilegal di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Penetapan ini dikonfirmasi oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni, yang memastikan surat penetapan tersangka telah diteken sejak sepekan sebelumnya.

“Sudah. Seminggu lalu kami menandatangani surat penetapan tersangka,” ujar Irhamni, Jumat (27/3/2026) pekan lalu.

Anton yang juga menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara sekaligus Direktur PT Masempo Dalle diduga menjalankan aktivitas pertambangan nikel di kawasan hutan tanpa izin yang sah. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan adanya pengerukan tanah dan pengambilan nikel yang dilakukan di luar ketentuan izin yang berlaku.

“Berdasarkan hasil investigasi, kami menemukan aktivitas pengerukan tanah dan nikel di luar izin yang berlaku,” kata Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Selain Anton, penyidik turut menetapkan M Sanggoleo WW sebagai tersangka. Ia berperan sebagai kuasa direktur sekaligus pelaksana tugas Kepala Teknik Tambang PT Masempo Dalle. Penetapan keduanya berkaitan dengan perkara yang tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/114/XII/2025/SPKT.DITTIPIDTER/BARESKRIM POLRI tertanggal 4 Desember 2025.

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya 27 saksi. Dari hasil pendalaman, diketahui perusahaan tidak dapat menunjukkan izin usaha pertambangan pada wilayah operasional yang berada di kawasan hutan.

Aparat juga telah menghentikan seluruh aktivitas operasi tambang yang dijalankan perusahaan tersebut. Lokasi tambang ilegal itu berada di Desa Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara.

Dari lokasi, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit dump truck, tiga unit ekskavator, serta satu buku catatan ritase yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan hasil tambang.

Sebelumnya, pihak manajemen PT Masempo Dalle sempat membantah kabar penetapan tersangka terhadap Anton. Perwakilan perusahaan menyatakan belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut. Hingga kini, Anton Timbang belum memberikan tanggapan, termasuk atas upaya konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp maupun akun Instagram pribadinya.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat Pasal 158 dan Pasal 161 Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Keduanya terancam pidana penjara maksimal lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bos Agrinas Buka-bukaan soal Impor 160 Ribu Mobil Kopdes, Benarkah Kebutuhan Membengkak?

Jakarta, Aktual.com – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan kebutuhan kendaraan operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mencapai 160.000 unit untuk mendukung sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat dari rencana awal 105.000 unit setelah dilakukan penyesuaian kebutuhan operasional di lapangan.

“Seluruh kendaraan telah direncanakan pengadaannya dengan total 160.000 unit. Untuk kendaraan berpenggerak empat roda (4×4), semuanya masih impor dan belum ada produksi lokal,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan kebutuhan kendaraan berkaitan dengan skema distribusi operasional koperasi yang membutuhkan dua unit armada. Setiap Kopdes dirancang memiliki satu truk dan satu mobil pikap guna menunjang aktivitas logistik di berbagai daerah.

Lebih lanjut, pengadaan kendaraan tidak lagi hanya mengandalkan impor dari India seperti pada tahap awal program. Agrinas kini memperluas sumber pasokan dari sejumlah negara lain guna memenuhi spesifikasi teknis dan jumlah unit yang dibutuhkan.

Dirut Agrinas itu merinci komposisi pengadaan kendaraan dari masing-masing negara dan pabrikan.

“Sebanyak 160.000 unit terdiri atas 13.600 unit dari Mitsubishi (Jepang), 10.000 unit dari Hino (Jepang), 900 unit dari Isuzu (Jepang), 13.000 unit dari Foton (China), dan sisanya dari India,” tutur Joao.

Ia menambahkan, seluruh kendaraan yang diadakan merupakan tipe penggerak empat roda (4×4) yang belum diproduksi di dalam negeri. Kondisi tersebut membuat opsi impor menjadi pilihan utama untuk memastikan kendaraan mampu menjangkau wilayah dengan medan berat.

Dari sisi anggaran, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp200 triliun untuk pengadaan kendaraan tersebut. Pendanaan ini berasal dari alokasi pembangunan koperasi yang mencapai sekitar Rp3 miliar untuk setiap unit Kopdes.

Meski proses pengadaan telah berjalan, pihaknya belum merinci jumlah kendaraan yang sudah tiba di Indonesia.

“Anggaran sekitar Rp200 triliun sudah disiapkan. Namun, untuk jumlah kendaraan yang telah tiba, kami masih melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.

Berikut rincian jumlah kendaraan impor berdasarkan pabrikan dan negara asal:

  1. Mitsubishi (Jepang) – 13.600 unit
  2. Hino (Jepang) – 10.000 unit
  3. Isuzu (Jepang) – 900 unit
  4. Foton (China) – 13.000 unit
  5. India – sisa dari total 160.000 unit

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain