12 April 2026
Beranda blog Halaman 371

Kemensos Siapkan MBG untuk Lansia dan Disabilitas, Gus Ipul: Sudah Disetujui Presiden

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (kiri) ditemui usai meninjau pemberian Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (kiri) ditemui usai meninjau pemberian Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Jakarta, aktual.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan Kementerian Sosial tengah menyiapkan program makan bergizi gratis (MBG) bagi lansia dan penyandang disabilitas. Total penerima MBG dari Kemensos ditargetkan mencapai lebih dari 100 ribu orang.

“Jadi kan kita sudah ada itu perencanaan untuk memberikan MBG gratis untuk lansia terlantar di atas usia 75 tahun. Ada 100 ribu lebih. Kemudian MBG untuk penyandang disabilitas, tapi memang baru 36 ribu belum banyak. Mudah-mudahan lah ini lagi kita proses,” kata Gus Ipul kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).

Gus Ipul menyampaikan, program MBG tersebut telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Selain bantuan makanan bergizi, lansia terlantar juga akan mendapatkan pendamping atau care giver untuk membantu perawatan harian.

“Untuk yang disabilitas 36 ribu tahun ini. Jadi MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas. Sudah disetujui Presiden. Nanti kita juga lagi kembangkan tapi ini lagi proses melatih care giver pelatih pengasuh. Jadi disamping mengantarkan apa itu mengantarkan makanannya itu, karena mereka kan rata-rata hidup sendiri, itu mereka bisa memberikan perawatan lah atau pengasuhan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, saat ini Kemensos masih mempersiapkan tenaga care giver melalui pelatihan khusus. Sementara itu, program MBG sudah bisa mulai dijalankan meski pendamping masih dalam tahap persiapan.

“Masih dalam perencanaan. Tapi kalau MBG-nya sudah bisa mulai, cuma care giver-nya masih pelatihan dulu. Jadi ini usia 75 tahun ke atas yang tinggal sendirian. Sehari dua kali (makan bergizi),” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, program MBG bagi lansia dan disabilitas sebenarnya sudah berjalan sejak lama, namun kini mengalami transformasi dalam skema dan pelaksanaannya.

“Jadi ini transformasi, dulu permakanan namanya permakanan untuk lansia dan disabilitas. Yang layani (MBG) pokmas, jadi kelompok masyarakat. Karena ini yang ngeladeni bukan BGN, beda, kita standartnya beda. Jadi ini MBG lewat Kemensos. Jadi khusus lansia,” jelasnya.

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan pemerintah terbuka terhadap usulan agar program MBG juga diberikan kepada penyandang disabilitas dan anak jalanan. Ia menegaskan usulan tersebut akan dikaji lebih lanjut.

“Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Prasetyo menambahkan, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait program-program yang dijalankan.

“Ini contoh yang baik kalau di dalam memberikan masukan kepada pemerintah menurut saya ini adalah salah satu contohnya. Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kejagung Tegaskan Datangi Ditjen Planologi Kemenhut untuk Pencocokan Data, Bukan Penggeledahan

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Puspenkum Kejagung, Jakarta, Senin (22/12/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Puspenkum Kejagung, Jakarta, Senin (22/12/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Jakarta, aktual.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan bahwa kedatangan penyidik pada Jampidsus di Kantor Ditjen Planologi Kementerian Kehutanan pada Rabu (7/1) untuk mencocokkan data mengenai perubahan fungsi kawasan hutan, terutama hutan lindung di beberapa daerah.

“Kegiatan pencocokan data ini bukanlah penggeledahan dan semua berjalan dengan baik,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna di Jakarta, Kamis (8/1).

Anang menjelaskan bahwa pencocokan data itu terkait dengan penyidikan perkara terkait pembukaan kegiatan tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

“Penyidikan perkara pembukaan kegiatan tambang oleh perusahaan-perusahaan yang memasuki wilayah kawasan hutan yang diberikan oleh kepala daerah saat itu di Konawe Utara dengan melanggar dan tidak sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sebagai langkah proaktif menurut dia, penyidik mendatangi Kementerian Kehutanan agar mempercepat dan memperoleh data yang dibutuhkan.

Ia mengatakan, pihak Kementerian Kehutanan, khususnya Ditjen Planologi, membantu dalam pemberian data dan pencocokan data.

“Ada beberapa data dan dokumen yang diperlukan dalam penyidikan dan sudah diberikan oleh pihak Kementerian Kehutanan ke penyidik dan disesuaikan/dicocokkan datanya dengan data yang ada di penyidik,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka memperbaiki tata kelola kehutanan (forest governance) untuk memastikan hutan Indonesia semakin lestari.

Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi juga mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung adalah pencocokan data, bukan penggeledahan, dan seluruh rangkaian proses berjalan dengan baik, tertib, serta kooperatif.

Kemenhut menurut dia, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dalam rangka memperkuat tata kelola kehutanan.

“Sinergi antara kementerian dan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dari komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan hutan Indonesia yang transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan demi kepentingan generasi kini dan mendatang,” ujar Ristianto.

Sebelumnya, terdapat pemberitaan mengenai penyidik pada Jampidsus Kejagung melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di Kantor Kementerian Kehutanan pada Rabu (7/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pesawat CN-235 Dipakai AS Serang Venezuela, DPR Dorong Kemandirian Alutsista RI

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, menanggapi mencuatnya laporan media internasional yang menyebut pesawat CN-235 buatan Indonesia digunakan oleh Amerika Serikat (AS) dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Ia menilai peristiwa itu menjadi momentum untuk merefleksikan kebijakan pertahanan nasional.

Soleh menilai peristiwa ini harus menjadi momentum refleksi strategis bagi pemerintah Indonesia, untuk mengubah haluan kebijakan pertahanan, khususnya dalam peningkatan produksi dan pemanfaatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi dalam negeri.

“Terlepas dari dinamika geopolitik yang melatarbelakangi penggunaan pesawat tersebut oleh negara lain, hal ini menunjukkan bahwa produk alutsista buatan anak bangsa memiliki kualitas dan daya saing global. Sayangnya, pemanfaatannya di dalam negeri sendiri belum maksimal,” ujar Oleh Soleh dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Menurut politikus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, penggunaan alutsista produksi dalam negeri oleh negara besar dalam operasi strategis membuktikan daya saing industri pertahanan nasional. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia masih bergantung pada alutsista impor dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dalam negeri.

“Kedaulatan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan diplomasi, tetapi juga oleh kemampuan kita memproduksi dan menguasai alutsista sendiri. Ini sudah menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pilihan,” tegasnya.

Oleh Soleh menyatakan penguatan industri pertahanan nasional sejalan dengan Asta Cita di bidang pertahanan, yang menempatkan kemandirian dan kedaulatan nasional sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Ia mendorong pemerintah untuk memberi prioritas anggaran, keberpihakan kebijakan, serta konsistensi dalam pemesanan alutsista kepada industri dalam negeri seperti PT Dirgantara Indonesia agar ekosistem pertahanan berbasis produksi lokal benar-benar terwujud.

“Jika produk kita dipercaya dan digunakan negara besar dalam operasi strategis, maka tidak ada alasan bagi kita sendiri untuk ragu. Sudah saatnya alutsista berbasis produksi anak bangsa menjadi tulang punggung pertahanan nasional,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh The New York Times yang menyebutkan bahwa operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat (AS) melibatkan sedikitnya 150 pesawat militer. Salah satunya adalah Pesawat CN-235.

CN-235 adalah pesawat buatan Indonesia hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia dengan perusahaan Spanyol, CASA. Militer AS diperkirakan mengoperasikan sekitar 32 unit Pesawat CN-235 dalam berbagai varian.

Hingga saat ini tidak kurang dari 300 pesawat CN-235 dalam model sipil dan militer yang dioperasikan oleh bebagai negara di dunia. Pesawat ini dikenal praktis dan dapat mendarat maupun terbang dari landasan yang pendek dan tidak beraspal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

SOROTAN: Rasulullah, Lingkungan, dan Krisis Ekologi Indonesia

Petugas mengoperasikan eskavator untuk membersihkan jalan akses antardesa dari batang-batang kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (7/12/2025). Akses penghubung Desa Tanjung Karang dan Desa Menang Gini yang sempat tertutup tumpukan kayu gelondongan akhirnya bisa terbuka usai pemerintah mengerahkan alat berat untuk pembersihan sehingga mobilitas masyarakat, termasuk distribusi bantuan menjadi bisa dilakukan. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/nz
Petugas mengoperasikan eskavator untuk membersihkan jalan akses antardesa dari batang-batang kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (7/12/2025). Akses penghubung Desa Tanjung Karang dan Desa Menang Gini yang sempat tertutup tumpukan kayu gelondongan akhirnya bisa terbuka usai pemerintah mengerahkan alat berat untuk pembersihan sehingga mobilitas masyarakat, termasuk distribusi bantuan menjadi bisa dilakukan. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/nz

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.” (Ar Rum:41)

Jauh sebelum dunia modern sibuk merumuskan narasi ‘pembangunan berkelanjutan’, Rasulullah Muhammad SAW telah meletakkan fondasi etika lingkungan yang tegas dan operasional. Nabi menanamkan prinsip bahwa setiap kebaikan ekologis bernilai ibadah. “Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah melarang pemborosan air bahkan ketika berwudu di sungai yang mengalir (HR. Ahmad). Ajaran-ajaran ini membentuk kerangka moral yang memposisikan manusia bukan sebagai pemilik mutlak alam, melainkan penjaga amanah kehidupan.

Dari prinsip inilah berkembang praktik sosial dalam peradaban Islam berupa ḥima, yaitu kawasan lindung yang dibatasi pemanfaatannya demi keberlanjutan sumber daya dan kepentingan bersama. Berbagai kajian mutakhir menegaskan bahwa ḥima merupakan sistem konservasi berbasis komunitas yang relevan dengan tata kelola lingkungan modern dan dapat diintegrasikan dalam kebijakan kontemporer (Hayat et al., 2023; Hadi, 2025).

Ironisnya, di Indonesia, negeri dengan populasi Muslim terbesar di dunia, krisis ekologis justru kian mengkhawatirkan. Deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran sungai, degradasi pesisir, serta konflik agraria terjadi berulang.

Laporan-laporan lingkungan menunjukkan bahwa praktik pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan menjadi faktor utama degradasi ekosistem dan bencana ekologis yang menimpa masyarakat (Greenpeace, 2020).

Dalam perspektif etika Islam, kondisi ini bukan sekadar kegagalan teknis kebijakan, melainkan krisis nilai. Prinsip khalīfah, amanah, dan tawāzun menegaskan bahwa pembangunan yang merusak keseimbangan alam adalah pelanggaran terhadap mandat moral manusia sebagai penjaga bumi (Zafar, n.d.; Islamic Environmental Ethics, 2025).

Tekanan terhadap kawasan-kawasan sensitif seperti Raja Ampat akibat ekspansi pertambangan nikel menunjukkan betapa rapuhnya komitmen keberlanjutan. Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa aktivitas pertambangan di wilayah tersebut mengancam terumbu karang dan ekosistem laut yang menopang kehidupan pesisir dan biodiversitas global (AP News, 2025). Pada titik ini, prinsip ḥima seharusnya berfungsi sebagai pagar etik. Ada wilayah yang tidak boleh dinegosiasikan oleh kepentingan pasar maupun kekuasaan dan politik dan keserakahan.

Lebih jauh, ḥima menempatkan komunitas sebagai penjaga ruang hidupnya. Dalam praktik Nabi, kawasan lindung dijaga oleh kesepakatan sosial dan tanggung jawab kolektif, bukan sekadar oleh aparat kekuasaan.

Pendekatan ini sejalan dengan temuan riset yang menunjukkan bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Indonesia lebih adaptif terhadap kebutuhan ekologis dan sosial dibandingkan pendekatan sentralistis semata (Sahide et al., 2022).

Di tengah krisis iklim global, ketika banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem semakin sering melanda Indonesia, ajaran Rasulullah tentang lingkungan tampil bukan sebagai romantisme sejarah, melainkan panduan peradaban. Ia mengajarkan hidup secukupnya, menahan diri dari kerakusan, dan menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari iman.

Krisis lingkungan Indonesia hari ini, pada akhirnya, adalah ujian peradaban, apakah kita masih bersedia menjadi penjaga bumi sebagaimana diajarkan Rasulullah, atau memilih menjadi generasi yang menumpuk keuntungan dan mewariskan kerusakan.

Rasulullah telah memberi arah. Alam telah memberi peringatan. Kini tinggal menunggu jawaban kita.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

BGN Tegaskan Skema MBG: Lansia dan Disabilitas Ditangani Kemensos, Anak Usia Sekolah oleh BGN

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta, aktual.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan menyusul munculnya usulan agar anak jalanan hingga penyandang disabilitas mendapatkan program makan bergizi gratis (MBG). BGN menegaskan, penyaluran MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas menjadi kewenangan Kementerian Sosial.

“Jadi untuk lansia dan disabilitas itu yang memberikan makan bergizi gratis Kemensos,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).

Sementara itu, BGN bertanggung jawab menyalurkan MBG bagi anak-anak yang hidup di jalanan sepanjang masih berada dalam rentang usia sekolah. Menurut Nanik, prinsip dasarnya adalah memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak gizi yang layak.

“Anak jalanan tapi masih dalam usia sekolah yang belum tertampung atau di wilayah tersebut belum ada sekolah rakyat, itu yang memberi makan BGN. Jadi bahasanya bukan anak jalanan tapi anak usia sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan istilah tersebut dimaksudkan untuk menegaskan hak anak atas gizi, terlepas dari kondisi sosial tempat mereka hidup.

“Itu untuk mengganti istilah anak jalanan, karena meski mereka hidup di jalan tapi mereka selama masih usia anak-anak tetap punya hak untuk memperoleh gizi,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah terbuka terhadap usulan agar program MBG juga menjangkau penyandang disabilitas dan anak jalanan. Ia menyebut masukan tersebut akan dikaji lebih lanjut.

“Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Prasetyo menegaskan, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait kebijakan dan program yang dijalankan.

“Ini contoh yang baik kalau di dalam memberikan masukan kepada pemerintah menurut saya ini adalah salah satu contohnya. Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Trump Ungkap Akuisisi Greenland Cegah “Agresi” China dan Rusia

Presiden AS Donald Trump - foto X

Tokyo, aktual.com – Rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland bertujuan untuk mencegah “agresi” China dan Rusia di wilayah Arktik, kata Gedung Putih pada Rabu (7/1).

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan dalam konferensi pers bahwa akuisisi Greenland oleh AS sedang “aktif dibahas” oleh Trump bersama tim keamanan nasionalnya.

“Presiden sangat terbuka dan jelas kepada Anda semua dan kepada dunia bahwa ia memandang langkah ini sebagai kepentingan terbaik Amerika Serikat untuk mencegah agresi Rusia dan China di wilayah Arktik, dan itulah sebabnya timnya saat ini sedang membicarakan seperti apa bentuk potensi akuisisi tersebut,” kata Leavitt.

Dia menambahkan bahwa semua opsi terbuka, termasuk penggunaan kekuatan militer, untuk mencapai tujuan tersebut, tetapi menekankan bahwa “opsi pertama Trump selalu diplomasi.”

Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali menguatnya niat pemerintahan Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark yang memiliki posisi strategis dan kaya sumber daya, yang memicu reaksi keras dari para pemimpin Eropa.

Di tengah melebar­nya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya terkait pulau terbesar di dunia tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ia berencana bertemu dengan para pejabat Denmark pekan depan.

Dalam perkembangan terkait, Trump mengejek negara-negara anggota Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) melalui media sosial, dengan menyatakan bahwa China dan Rusia “sama sekali tidak takut” terhadap aliansi militer itu tanpa keterlibatan Amerika Serikat.

Trump juga mengungkapkan keraguannya apakah anggota NATO lainnya akan memberikan dukungan kepada AS jika negara itu benar-benar membutuhkan bantuan.

“Satu-satunya negara yang ditakuti dan dihormati oleh China dan Rusia adalah Amerika Serikat yang dibangun kembali (oleh Trump),” tulisnya di platform Truth Social miliknya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain