12 April 2026
Beranda blog Halaman 372

Prabowo Bocorkan Kejagung Akan Sita Tambahan 4–5 Juta Hektare Sawit Bermasalah pada 2026

Prabowo dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) (dok. YouTube Sekretariat Presiden)
Prabowo dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) (dok. YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, Aktual.com — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah melalui Kejaksaan Agung akan kembali menyita lahan perkebunan kelapa sawit bermasalah seluas 4 hingga 5 juta hektare pada tahun 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam.

“Kita sudah menguasai, sudah sita 4 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum. Itu sudah kita sita. Jampidsus bener? Jaksa Agung? Dan tahun 2026 kita akan sita tambahan 4–5 juta hektare lagi,” kata Prabowo saat menghadiri acara panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026).

Presiden menegaskan, upaya penertiban tidak hanya dilakukan di sektor perkebunan sawit, tetapi juga terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini merugikan negara. Ia menyebut ratusan tambang ilegal telah ditindak oleh pemerintah.

“Kita sudah bertindak terhadap ratusan tambang ilegal. Sudah ratusan triliun rupiah kita selamatkan. Masih banyak yang bocor dan terus kita kejar,” ujar Prabowo.

Menurutnya, penindakan tegas tersebut bertujuan memastikan seluruh kekayaan negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Presiden menekankan tidak boleh ada satu rupiah pun uang negara yang dinikmati oleh segelintir pihak.

“Uang rakyat harus benar-benar dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Tidak boleh sepeser rupiah pun tidak sampai ke rakyat,” tegasnya.

Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk menegakkan supremasi hukum dan memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Ia menyebut agenda tersebut menjadi tugas utama Kabinet Merah Putih.

“Ini tekad saya sebagai Presiden yang dilantik dan dipilih oleh rakyat. Ini tugas Kabinet Merah Putih,” katanya.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, Presiden Prabowo mengumumkan penyitaan sekitar 4 juta hektare lahan sawit bermasalah oleh negara. Ia menilai angka tersebut baru merupakan langkah awal, karena masih banyak kawasan hutan yang diduga dikuasai secara ilegal oleh pengusaha.

“Ini baru permulaan. Kalau diteliti dengan sungguh-sungguh, potensi kerugian negara bisa mencapai ratusan triliun rupiah,” kata Prabowo saat memberikan keterangan di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 24 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengungkap praktik penguasaan ilegal kawasan hutan telah berlangsung lama, bahkan disertai upaya menyuap aparat dan pejabat negara. Karena itu, Prabowo mengingatkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk menjaga integritas dan menghindari praktik lobi dari pihak-pihak berkepentingan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Emas Pegadaian Lanjutkan Tren Positif Hari Ini

Arsip foto - Seorang petugas menunjukan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru, Riau. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc/pri.
Arsip foto - Seorang petugas menunjukan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru, Riau. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc/pri.

Jakarta, aktual.com – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta, Kamis (8/1), menunjukkan dua produk buatan Galeri24 dan UBS yang kompak mencatatkan kenaikan sejak 6 Januari.

‎Harga jual emas Galeri24 melonjak dari awalnya Rp2.582.000 per gram menjadi Rp2.599.000 per gram, atau naik Rp17.000.

Begitu pula harga emas UBS turut mengalami kenaikan ke angka Rp2.648.000, dari semula Rp2.638.000 per gram atau naik Rp10.000.

Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

Galeri24

0,5 gram: Rp1.363.000

‎1 gram: Rp2.599.000.

‎2 gram: Rp5.119.000

‎5 gram: Rp12.702.000

‎10 gram: Rp25.337.000

‎25 gram: Rp63.188.000

‎50 gram: Rp126.275.000

‎100 gram: Rp252.425.000

‎250 gram: Rp629.511.000

‎500 gram: Rp1.259.022.000

‎1.000 gram: Rp2.518.044.000

UBS

0,5 gram: Rp1.431.000

‎1 gram: Rp2.648.000

‎2 gram: Rp5.255.000

‎5 gram: Rp12.985.000

10 gram: Rp25.833.000

‎25 gram: Rp64.455.000

‎50 gram: Rp128.645.000

‎100 gram: Rp257.188.000

250 gram: Rp642.781.000

‎500 gram: Rp1.284.052.000

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kabar Burung Renault Siapkan Filante, Mobil Konsep Mewah untuk Pasar Otomotif Global

Jakarta, Aktual.com — Mengawali tahun baru, pabrikan otomotif asal Prancis, Renault, dikabarkan resmi menamai mobil konsep kelas atas terbarunya dengan nama Filante. Model ini disiapkan sebagai andalan baru Renault dalam memperkuat penetrasi pasar global di luar Eropa. Informasi tersebut dilaporkan media otomotif Autocar, Senin (6/1/2026) waktu setempat.

Dalam bahasa Prancis, Filante berarti “bintang jatuh”, sebuah simbol yang menurut Renault merepresentasikan kecepatan, eksplorasi, dan ambisi teknologi. Penamaan ini menjadi bagian dari strategi internasional baru Renault untuk memperkuat citra merek di segmen bernilai tinggi.

Filante dijadwalkan diperkenalkan secara resmi pada 13 Januari mendatang sebagai bagian dari lini produk global Renault yang telah diperbarui. Meski ditujukan untuk pasar internasional, mobil ini tidak direncanakan untuk dipasarkan di Inggris Raya.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari strategi agresif yang diluncurkan CEO Renault, Fabrice Cambolive, pada 2023. Saat itu, Renault mengumumkan investasi sebesar 2,6 miliar pound sterling atau setara hampir Rp59 triliun untuk meluncurkan delapan model baru di luar Eropa hingga 2027, guna memperkuat posisi merek di segmen dengan nilai tambah terbesar.

Filante akan menjadi model kelima dari delapan kendaraan yang direncanakan, sekaligus yang paling eksklusif dalam portofolio Renault. Mobil ini digambarkan berada di segmen E dengan dimensi besar dan tingkat kemewahan yang jauh melampaui jajaran Renault di pasar Eropa. Panjang kendaraan diperkirakan mencapai sekitar lima meter.

Dari sisi produksi dan teknologi, Filante akan dirakit bersamaan dengan SUV Koleos generasi ketiga di Busan, Korea Selatan. Model ini diproyeksikan berbagi platform dan sistem penggerak hybrid yang dikembangkan bersama Geely, sejalan dengan kemitraan strategis Renault dengan pabrikan otomotif asal Tiongkok tersebut.

Nama Filante sendiri terinspirasi dari konsep ekstrem Renault yang mampu menempuh jarak 626 mil dalam sekali pengisian daya menggunakan baterai Scenic 87 kWh. Konsep tersebut merujuk pada Filante asli tahun 1956, sebuah mobil satu tempat duduk yang dirancang untuk memecahkan rekor jarak tempuh.

Manajer penamaan Renault, Sylvia dos Santos, mengatakan nama Filante mencerminkan filosofi desain Renault ke depan. “Nama Filante langsung mengacu pada bintang jatuh, luar angkasa, dan perjalanan, yang semuanya mencerminkan desain kendaraan kami yang megah dan visioner,” ujarnya.

Secara bisnis, kehadiran Filante menegaskan arah baru Renault untuk bersaing di segmen premium global dengan mengandalkan inovasi teknologi, kemitraan strategis, serta diferensiasi desain.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Polres Metro Siagakan 1.659 Personel Jaga Aksi Buruh di Jakpus

Jakarta, aktual.com – Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) mengerahkan sebanyak 1.659 personel gabungan untuk memberikan pelayanan dalam unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah buruh serta elemen masyarakat lainnya di daerah setempat pada Kamis.

“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung di Jakarta, Kamis (8/1).

Dia menegaskan kehadiran aparat semata-mata untuk melayani masyarakat serta menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

Menurut dia, unjuk rasa tersebut dilakukan oleh sejumlah buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan beberapa elemen massa di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum itu berjalan aman, tertib, dan kondusif, kata dia, seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.

“Personel diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” ujar Reynold.

Dia pun mengimbau orator dan peserta aksi agar tetap tertib, tidak memprovokasi massa lainnya, tidak menutup jalan umum, serta tidak melakukan tindakan anarkis, seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.

Selain itu, dia menekankan agar massa aksi tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban, serta mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan Monas untuk tidak terpancing provokasi.

Bagi pengguna jalan, kepolisian menyarankan agar mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama unjuk rasa itu berlangsung.

“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tutur Reynold.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dewas KPK Dalami Dugaan Penyidik Tak Panggil Bobby Nasution dalam Kasus Dugaan Korupsi Jalan

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com — Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) tengah mendalami dugaan pelanggaran etik penyidik KPK yang dilaporkan tidak memanggil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara.

Ketua Dewas KPK Gusrizal, menyatakan hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah seluruh proses klarifikasi dan pendalaman rampung dilakukan.

“Iya, kemungkinan. Nanti dilihat hasilnya,” ujar Gusrizal di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/8/2026).

Ia mengungkapkan, Dewas KPK masih akan meminta keterangan tambahan dari sejumlah pihak terkait, termasuk pihak pelapor. Laporan tersebut sebelumnya diajukan oleh Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI).

“Termasuk si pelapor, Saiman, dan yang lain-lain,” kata Gusrizal, merujuk pada Ketua Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 26 Juni 2025 terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara serta Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sumut.

Pada 28 Juni 2025, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting, Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut merangkap pejabat pembuat komitmen Rasuli Efendi Siregar, Pejabat Pembuat Komitmen Satker PJN Wilayah I Sumut Heliyanto, Direktur Utama PT Dalihan Natolu Group Muhammad Akhirun Piliang, serta Direktur PT Rona Na Mora Muhammad Rayhan Dulasmi Piliang.

KPK membagi perkara tersebut ke dalam dua klaster. Klaster pertama berkaitan dengan empat proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumut, sedangkan klaster kedua mencakup dua proyek di Satker PJN Wilayah I Sumut. Total nilai enam proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp231,8 miliar.

Dalam konstruksi perkara, Akhirun dan Rayhan diduga sebagai pemberi suap. Sementara penerima suap di klaster pertama adalah Topan Ginting dan Rasuli Efendi Siregar, sedangkan di klaster kedua adalah Heliyanto.

Pada 17 November 2025, KAMI mengadukan penyidik sekaligus Kepala Satuan Tugas KPK, Rossa Purbo Bekti, ke Dewas KPK atas dugaan penghambatan proses hukum karena tidak memanggil Bobby Nasution dalam penyidikan. Dewas KPK kemudian memeriksa pelaksana tugas deputi KPK, jaksa penuntut umum, serta sejumlah penyidik sepanjang Desember 2025.

Artikel ini ditulis oleh:

Achmat
Eka Permadhi

Restrukturisasi SUV BYD Sealion 6 Digantikan Model Generasi Baru

Jakarta, Aktual.com — Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, resmi menghapus model SUV ukuran menengah Sealion 6 dari jajaran produk domestiknya. Model tersebut kini tidak lagi tercantum dalam halaman resmi Ocean Network BYD di China. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh media otomotif CarNewsChina, Rabu (07/01/2026).

Sealion 6, yang dikenal dengan nama Song Plus di pasar China, pertama kali diluncurkan pada September 2020 dan menjadi salah satu tulang punggung penjualan BYD di segmen SUV. Sepanjang 2025, model ini mencatat penjualan domestik mencapai 400.920 unit, menjadikannya salah satu SUV terlaris BYD di pasar lokal.

Secara global, performa penjualan keluarga Song Plus tergolong impresif. Hingga Oktober 2025, penjualan kumulatif model ini telah melampaui 1,5 juta unit. Bahkan, total penjualan kendaraan BYD secara global disebut telah menembus sekitar 4,55 juta unit di berbagai negara tujuan ekspor.

Pengiriman kendaraan BYD ke luar negeri juga menunjukkan tren agresif. Pada Desember 2025 saja, ekspor BYD mencapai sekitar 133.000 unit atau melonjak 145 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan strategi ekspansi global BYD yang semakin masif di tengah kompetisi industri otomotif dunia.

Meski penjualan domestik Sealion 6 telah dihentikan, BYD memastikan produksi dan distribusi model tersebut tetap berjalan untuk pasar internasional. Pabrik BYD di Thailand tercatat telah memproduksi lebih dari 70.000 unit Sealion 6 secara lokal, baik untuk memenuhi permintaan pasar domestik Thailand maupun ekspor ke kawasan lain.

Di pasar Eropa, Sealion 6 menunjukkan penerimaan yang kompetitif. Hingga November 2025, penjualan kumulatif di Jerman telah melampaui 11.818 unit, sementara penjualan bulanan di Inggris Raya tercatat menembus 5.000 unit. Di Jepang, model ini dipasarkan pada segmen harga yang relatif lebih tinggi, menandakan strategi positioning di pasar otomotif matang.

Di pasar luar negeri, versi plug-in hybrid Song Plus dipasarkan dengan nama Sealion 6 atau Seal U DM-i. Varian ini dinilai mampu menjembatani transisi konsumen dari kendaraan konvensional ke elektrifikasi.

Penghentian penjualan domestik Sealion 6 disebut sebagai bagian dari penataan ulang portofolio SUV BYD dalam seri Ocean. Ke depan, BYD akan mengandalkan Sealion 06 untuk pasar China dengan desain eksterior baru, reposisi lini produk, serta dukungan teknologi platform yang lebih mutakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain