14 April 2026
Beranda blog Halaman 390

GIC Nilai Reformasi Polri Jadi Tanggung Jawab Internal Institusi

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie (kedua kiri) bersama anggota Idham Azis (kedua kanan), Mahfud MD (kanan), dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie (kedua kiri) bersama anggota Idham Azis (kedua kanan), Mahfud MD (kanan), dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar

Jakarta, aktual.com – Gerakan Indonesia Cerah (GIC) menilai reformasi Polri bukan hanya menjadi tanggung jawab internal institusi, melainkan merupakan kepentingan nasional yang harus didukung oleh seluruh komponen bangsa.

Koordinator GIC Febry Wahyuni Sabran mengatakan dengan adanya sistem hukum yang baik, Indonesia bisa mencapai status negara maju yang berkeadilan sosial tinggi.

“Kolaborasi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat sipil menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perubahan berkelanjutan,” ujar Febry dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (5/1).

Dia menuturkan kolaborasi merupakan sebuah prasyarat penting untuk mencapai demokrasi hukum yang matang dan stabil menjelang 2026 hingga seterusnya menuju Indonesia Emas 2045.

Apalagi, kata dia, visi dan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan penegakan hukum serta demokrasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan bangsa.

Untuk itu, dirinya meyakini Polri akan mengalami transformasi budaya pada tahun 2026, yang bukan sekadar perubahan prosedural atau struktural, melainkan menyentuh aspek paling dalam dari sebuah institusi budaya kerja dan mentalitas anggotanya.

Perubahan kultural tersebut, kata Febry, menjadi kunci karena struktur dan regulasi saja tidak cukup untuk menghasilkan penegakan hukum yang melayani kepentingan rakyat.

Ia menjelaskan transformasi budaya Polri mencakup beberapa dimensi penting. Pertama, peningkatan profesionalisme di semua lini, mulai dari tingkat pimpinan hingga pelaksana lapangan.

Kedua, kata dia, penguatan akuntabilitas melalui sistem pengawasan internal dan eksternal yang lebih efektif.

Dia menambahkan dimensi ketiga, yakni reorientasi pelayanan publik yang menempatkan masyarakat sebagai subjek yang harus dilayani dengan sepenuh hati, bukan objek yang diatur dan dikontrol.

Lalu keempat, internalisasi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia dalam setiap aspek tugas kepolisian.

Selain itu, Febry berpendapat transformasi didukung oleh komitmen politik yang kuat dari beberapa tokoh nasional hingga berbagai elemen masyarakat sipil.

“Oleh karenanya, GIC bersama organisasi lain terus melakukan pengawasan dan advokasi untuk memastikan proses reformasi berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap dia.

Meski begitu, ia mengapresiasi institusi Polri yang terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman dan ekspektasi masyarakat modern.

Polri juga disebut memberi dukungan serta komitmennya dalam reformasi berkelanjutan sebagai lembaga yang profesional, berintegritas, dan melayani kepentingan rakyat dengan sepenuh hati.

Dengan demikian, dirinya menyampaikan keyakinan mendalam bahwa seluruh lapisan masyarakat Indonesia kini berdiri di belakang Polri dalam upaya memperkuat demokrasi hukum menjelang tahun 2026.

“Dukungan ini bukan tanpa alasan. Masyarakat melihat langsung upaya-upaya nyata yang dilakukan Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi operasional, dan komitmen terhadap penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu,” tutur Febry.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

HNW Dukung Sikap Menlu RI dan 7 Negara Arab-Islam: Perlu Aksi Nyata Hentikan Tragedi Gaza

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mendukung penuh sikap Menteri Luar Negeri RI bersama tujuh Menteri Luar Negeri negara Arab – Islam yang secara tegas bersikap agar segera diakhirinya tragedi kemanusiaan di Gaza dengan dimulainya dan ditingkatkannya pemulihan Gaza akibat agresi Israel, dan perlunya komunitas internasional lebih kongkret mendesak Israel agar benar-benar membuka akses bantuan kemanusiaan untuk pemulihan tersebut sesuai dengan perjanjian perdamaian di Syarm Syaikh yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trumph, sekutu utama Israel.

“Sikap Menlu dari RI bersama Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi dan Mesir itu perlu didukung bersama, dan perlu dipastikan ada aksi yang lebih nyata agar laku tidak manusiawi Israel terhadap Gaza dihentikan dan upaya serius memulai dan meningkatkan pemulihan Gaza tersebut bisa segera dilakukan, tanpa ada hambatan dari Israel,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (3/1).

HNW mengatakan usaha untuk membantu Gaza dengan segera membangun kembali Gaza semakin mendesak karena musim dingin yang sudah memasuki Gaza disertai cuaca buruk, seperti hujan lebat dan badai, sehingga akses bantuan kemanusiaan harusnya dibuka seluas-luasnya, dan tidak malah terus dihalangi oleh Israel. “Sikap Israel yang masih menghalangi bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza jelas bertentangan dengan sejumlah Resolusi PBB dan perjanjian perdamaian di Syarm Syaikh. Dan bila ini terus berlanjut, semakin membuktikan kejahatan kemanusiaan dan berbagai praktek genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Gaza, Palestina masih terus berlanjut dan makin banyak memakan korban,” ujarnya.

Lebih lanjut, HNW berharap agar Menlu atau Pimpinan dari Delapan Negara Arab – Islam itu segera berdiskusi dan lebih serius mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah menginisiasi perjanjian perdamaian tersebut agar segera ditegakkan dan pelanggaran-pelanggaran Israel agar segera dihentikan. “Amerika Serikat perlu juga memastikan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan Rencana Komprehensif Presiden Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, serta menjamin kehidupan yang bermartabat hingga penentuan nasib sendiri bangsa Palestina bisa terlaksana,” ujarnya.

“Ini semakin penting, mengingat Presiden Trump berusaha membangun citra diri dan ingin memiliki legacy sebagai inisiator perdamaian atau mengakhiri perang,” tambahnya.

Selain itu, HNW juga mendukung penuh Menlu Indonesia bersama negara-negara Arab-Islam tersebut untuk terus mendorong peran Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) dalam memastikan perjanjian perdamaian bisa berjalan dengan baik dengan dibukanya akses luas bantuan kemanusiaan terhadap rakyat Gaza, serta dimulainya dan ditingkatkannya pemulihan pembangunan kembali Gaza. “PBB juga perlu didorong untuk segera menyelenggarakan Sidang Umum untuk menyatakan bahwa tindakan ilegal Israel yang menghalangi bantuan kemanusiaan, untuk segera dihentikan, dan agar perbatasan Rafah agar benar-benar dibuka untuk menyelamatkan kemanusiaan, peradaban dan hukum internasional,” ujarnya.

HNW mengatakan langkah Menlu Indonesia untuk ikut serta memastikan bantuan kemanusiaan ini sejalan dengan harapan masyarakat Indonesia. “Majelis Ulama Indonesia juga sudah bersuara keras dan mengecam atas terhalangnya akses bantuan kemanusiaan ke Gaza oleh Israel, apalagi ketika Israel memutuskan melarang beroperasinya 37 lembaga kemanusiaan di Gaza, yang makin berdampak negatif terhadap warga Gaza, dan makin menampakkan wajah bengis zionis Israel yang terus mempraktekkan genosida terhadap warga Gaza. Sikap Majelis Ulama Indonesia ini tidak hanya perlu didengarkan, tetapi harus didukung dan dilaksanakan dalam konteks politik luar negeri Indonesia,” ujarnya.

“Kita, sebagai bangsa Indonesia, juga akan terus berkomitmen untuk terus mengawal dan membantu segala proses pemulihan tersebut, hingga Gaza, Palestina dibangun kembali, dan bahkan hingga mereka mendapatkan haknya untuk menentukan nasib sendiri untuk mencapai kemerdekaan negara Palestina yang selama ini dicita-citakan, dan bahkan sudah didukung oleh lebih dari 156 negara Anggota PBB,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Indonesia Peringatkan Serangan AS ke Venezuela Berisiko Jadi Preseden Berbahaya Dunia Internasional

Seseorang berdemonstrasi di dekat Istana Miraflores di Caracas, ibu kota Venezuela, pada 3 Januari 2026. Militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Venezuela pada Sabtu pagi, dan dilaporkan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan menerbangkannya keluar negeri. ANTARA/Str/Xinhua/pri.
Seseorang berdemonstrasi di dekat Istana Miraflores di Caracas, ibu kota Venezuela, pada 3 Januari 2026. Militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Venezuela pada Sabtu pagi, dan dilaporkan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan menerbangkannya keluar negeri. ANTARA/Str/Xinhua/pri.

Jakarta, aktual.com – Indonesia mengungkapkan keprihatinan terhadap serangan Amerika Serikat di Venezuela dan memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko menjadi preseden yang sangat buruk dan berbahaya dalam hubungan internasional.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial X, dipantau Senin (5/1), disampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” kata Kemlu RI.

Langkah tersebut, kata Kemlu RI, juga berisiko mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.

Indonesia menegaskan bahwa komunitas internasional harus menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka dan menentukan sendiri arah dan masa depan perjalanan bangsa mereka.

Kemudian, seperti pernyataan sebelumnya yang disampaikan Sabtu (3/1), Kemlu RI mengatakan bahwa Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar “mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional seperti Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional”.

Indonesia turut mengingatkan supaya perlindungan terhadap warga sipil selalu diutamakan di tengah eskalasi situasi yang terjadi di negara Amerika Selatan tersebut.

Rakyat Venezuela pada Sabtu dini hari digegerkan dengan serangan militer AS terhadap instalasi sipil dan militer yang menimbulkan ledakan dahsyat di beberapa negara bagian, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.

Negara Amerika Latin itu pun menyatakan keadaan darurat nasional.

Presiden AS Donald Trump kemudian membenarkan bahwa pihaknya melakukan serangan ke Venezuela serta berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro berikut istrinya, yang langsung dibawa ke AS.

Pasangan tersebut menghadapi dakwaan federal AS terkait dugaan perdagangan narkoba serta kerja sama dengan organisasi teroris.

Menyusul penculikan Maduro oleh AS, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara.

Kemlu Venezuela juga menyatakan akan mengajukan keberatan ke berbagai organisasi internasional terkait tindakan Washington dan meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada 5 Januari.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Menhan Venezuela Klaim Tim Pengamanan Maduro Tewas dalam Operasi Militer AS

Arsip foto - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino. /ANTARA/Anadolu/py.
Arsip foto - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino. /ANTARA/Anadolu/py.

Jakarta, aktual.com – Sebagian besar tim pengamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (3/1), demikian disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, Minggu (4/1).

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Padrino menuduh personel militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah.”

Namun, ia tidak merinci jumlah korban dalam insiden tersebut. Padrino juga menyebut Maduro sebagai “pemimpin sah dan autentik” Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa aksi militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menyatakan AS akan menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, dengan mengerahkan pasukan AS jika diperlukan.

Trump sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam pengiriman narkotika ke AS dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York terkait tuduhan narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut. Pejabat di Caracas juga menyerukan pembebasannya.

Padrino turut menuntut pembebasan Maduro dan istrinya “secepatnya.”

“Kami menuntut dunia internasional untuk memberi perhatian penuh terhadap segala hal yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami,” ujarnya.

Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera menjabat sebagai presiden sementara.

Padrino menyatakan angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodriguez.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap dekret status darurat eksternal yang berlaku di seluruh wilayah nasional, yang telah ditandatangani sebelumnya.

Menurut Padrino, angkatan bersenjata Venezuela akan terus menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menjaga keamanan, ketertiban dalam negeri, serta memelihara perdamaian.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kasus Indodax Menguji Pengawasan OJK di Pasar Kripto

Ilustrasi Kripto

Jakarta, aktual.com – Hilangnya dana nasabah kripto kembali mengemuka di akhir 2025. Sejumlah investor mengaku tidak memperoleh penggantian yang layak setelah platform perdagangan aset kripto mengambil kebijakan sepihak. Di balik volatilitas pasar, praktik internal bursa, mulai dari penetapan harga, penghentian perdagangan mendadak, hingga likuidasi tanpa persetujuan, kini disorot sebagai masalah struktural industri kripto nasional.

Kasus yang menjerat Indodax menjadi contoh paling mencolok. Sengketa antara bursa kripto terbesar di Indonesia itu dengan pengembang token BotX (BOTX) memunculkan dugaan pelanggaran terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 27 Tahun 2024 tentang Perdagangan Aset Keuangan Digital, termasuk Aset Kripto.

Perwakilan developer BOTX, Randi Setiadi, menyebut Indodax melakukan delisting BOTX secara tiba-tiba, bertepatan dengan terbitnya Surat Keputusan CFX, tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada OJK maupun pengembang.

Padahal, kata dia, Pasal 12 ayat 2 POJK 27/2024 mewajibkan pedagang menyampaikan pemberitahuan tertulis paling lambat 10 hari kerja sebelum menghentikan perdagangan suatu aset kripto.

“Delisting dilakukan pada hari yang sama dan perdagangan langsung dihentikan. Tidak pernah ada pemberitahuan resmi atau tindak lanjut kepada developer,” kata Randi kepada wartawan, Minggu, 4 Januari 2026.

Keputusan sepihak itu, menurut Randi, berdampak langsung pada ribuan pemegang token BOTX yang kehilangan akses atas aset mereka.

Masalah tidak berhenti di sana, lanjutnya, pada 29 November 2025, Indodax tetap melakukan likuidasi BOTX di harga Rp 342 per token, kendati developer dan sebagian konsumen secara tegas menolak likuidasi dan meminta pengembalian aset.

“Ini bertentangan dengan Pasal 16 ayat 2 POJK 27/2024. Pedagang wajib meminta persetujuan konsumen untuk likuidasi atau memindahkan aset ke wallet milik konsumen,” ujar Randi.

Dia pun menilai tindakan tersebut dilakukan tanpa otorisasi sah dan berpotensi masuk kategori transaksi keuangan ilegal. Dugaan itu, kata Randi, memicu para pemegang BOTX mengajukan pengaduan resmi ke OJK melalui layanan 157.

Randi juga menyoroti dugaan pelanggaran Pasal 50 ayat 1 huruf m POJK 27/2024, yang mengatur kesesuaian antara jumlah aset keuangan digital milik konsumen yang tercatat dan yang disimpan oleh pedagang.

“Faktanya, terdapat aset digital nasabah yang tidak sesuai atau hilang,” kata dia.

Jika terbukti, Randi menilai pelanggaran tersebut membuka ruang penerapan sanksi administratif sebagaimana diatur dalam Pasal 54 POJK 27/2024, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin usaha.

Adapun OJK pada 2 Januari 2025, melalui Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto , Hasan Fawz mengaku ke beberapa media telah memanggil pihak Indodax.

Kendati demikian, kata Randi, pemanggilan itu belum menjawab pertanyaan utama publik, sejauh mana OJK akan melangkah. Menurut dia, pemeriksaan terhadap Indodax kini dipandang sebagai ujian nyata penegakan hukum di industri kripto.

“Apakah regulator hanya berhenti pada klarifikasi administratif, atau berani menjatuhkan sanksi tegas terhadap dugaan pelanggaran sistemik? ” tutur Randi.

Untuk diketahui, bagi investor ritel, perkara ini bukan sekadar sengketa satu token. Banyak dari mereka masuk ke pasar kripto dengan asumsi bahwa sejak pengawasan beralih ke OJK, perlindungan konsumen menjadi lebih kuat. Jika kasus Indodax–BOTX berakhir tanpa kejelasan, kepercayaan itu berpotensi runtuh.

Industri kripto Indonesia tengah tumbuh cepat, tetapi rapuh. Sengketa ini telah menjadi alarm keras bahwa inovasi finansial tanpa disiplin regulasi hanya akan memperbesar risiko bagi konsumen. Kini bola sepenuhnya berada di tangan OJK. Keputusan regulator akan menentukan apakah pasar kripto nasional bergerak menuju ekosistem yang tertib dan akuntabel, atau tetap dikuasai oleh dominasi platform dan celah pengawasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Peduli NTT, PT Sangati Bangun Sumur Air Bersih di Kecamatan Wewa Timur

Jakarta, aktual.com – PT Sangati bersama berbagai mitranya seperti Optik Tunggal, Astra Finance, Wahana Visi dan Advance Medicare Corpora telah bekerjasama lebih dari 10 tahun ini membangun sumur air bersih di berbagai tempat di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sebelumnya mengalami kesulitan air bersih.

Direktur Utama PT Sangati, Heri Susanto mengatakan, kegiatan pembuatan sumur air bersih ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Sangati. “Pembangunan sumur air bersih ini merupakan bagian dari CSR kami, PT Sangati,” ucap Heri kepada awak media.

Salah satu sumur air bersih yang dibangun PT Sangati berlokasi di Kelompok Bermain (KB) Sarneli di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Heri menjelaskan, program penyediaan air bersih ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan akses air bersih di NTT, yang masih menghadapi tantangan besar dalam penyediaan air bersih. Merujuk data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), NTT berada di urutan ke-4 terendah dalam akses kebutuhan air bersih di Indonesia.

Menurut Heri, air merupakan sumber kehidupan, air juga memberi kehidupan, untuk itu pembuatan sumur air bersih ini diharapkan dapat membantu penduduk setempat memenuhi kebutuhan air bersih. “Semoga dengan dibangunnya sumur air bersih dapat meningkatkan kualitas hidup warga setempat,” pungkasnya.

Suster Paskalia, sosok yang bertanggungjawab atas operasional pompa sumur air bersih bantuan dari PT Sangati mengaku sangat bersyukur dengan adanya pompa sumur air bersih. Meski tidak setiap waktu air dapat keluar, namun dirinya bersama tim telah menyediakan tempat penampungan air.

“Untuk PT Sangati di bawah kepemimpinan Bapak Heri Susanto sudah dua kali ke tempat kami di Kecamatan Wewa Timur,” ucapnya.

Dengan adanya pompa sumur air bersih warga bisa menggunakannya untuk mandi dan memasak air juga memasak sayur. Sebelum ada pompa sumur air bersih warga harus berjalan jauh untuk bisa mendapatkan air. Sehingga air yang didapat kerap hanya digunakan untuk memasak. Sementara untuk mandi sangat jarang.

“Untuk itu kami sangat berterima kasih kepada pihak pihak yang sudah berupaya untuk bisa menyediakan air bersih,” ucap Suster Paskalia.

Suster Paskalia menjelaskan bahwa dirinya dilatih untuk mengoperasikan pompa sumur air bersih. Setelah mendapat pelatihan dirinya membentuk tim untuk mengoperasikan mesin pompa tersebut. “Jadi ketika saya tidak ada di tempat, ada orang yang saya delegasikan, dan orang tersebut sudah bisa,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain