5 April 2026
Beranda blog Halaman 6

KPK Bantah Penggeledahan Ono Surono Bentuk Framing Negatif

Rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono terpantau sepi usai penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Jati Indah V Nomor 4, Kota Bandung, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Rubby Jovan.

Jakarta, Aktual.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan kuasa hukum Ono Surono bahwa penggeledahan merupakan upaya membingkai atau framing negatif terhadap Wakil Ketua DPRD Jawa Barat tersebut.

“Tentunya kegiatan penggeledahan berbasis dengan argumentasi yang kuat dari proses hukum yang dilakukan oleh penyidik. Faktanya pun dalam penggeledahan ini, penyidik juga kemudian mengamankan, menemukan, dan menyita sejumlah barang bukti,” kaya Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jakarta, Jumat (3/4/2026)

Ketika ditanya barang bukti berupa uang tunai yang diamankan merupakan uang arisan istri Ono Surono, Budi tidak menjelaskan dengan detail.

“Hal yang pasti, dan kami terangkan bahwa penyitaan uang yang dilakukan itu di ruang pribadi saudara ONS (Ono Surono),” katanya.

KPK juga menegaskan tidak ada intimidasi kepada istri Ono Surono saat dilakukan penggeledahan. “Tidak ada ya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan penggeledahan berjalan dengan lancar dan baik, bahkan keluarga Ono Surono menerima dengan tangan terbuka atas penggeledahan tersebut.

Selain itu, dia menegaskan yang mematikan kamera pengawas atau CCTV saat penggeledahan adalah pihak keluarga Ono Surono.

“Soal mematikan CCTV, ini juga kami perlu tegaskan bahwa CCTV itu dimatikan oleh pihak keluarga. Ya, dan di situ juga tidak ada paksaan. Dilakukan secara sukarela,” katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menangkap sepuluh orang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 18 Desember 2025.

Pada 19 Desember 2025, KPK mengungkapkan sebanyak delapan dari sepuluh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta untuk diperiksa secara intensif. Dua dari delapan orang tersebut termasuk Ade Kunang dan ayahnya, HM Kunang.

Pada tanggal yang sama, KPK mengumumkan menyita uang ratusan juta rupiah dalam kasus yang diduga terkait suap proyek di Kabupaten Bekasi.

Pada 20 Desember 2025, KPK mengumumkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK), ayah Bupati Bekasi sekaligus Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, HM Kunang (HMK), serta pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) sebagai tersangka kasus dugaan suap tersebut.

KPK mengatakan Ade Kuswara dan HM Kunang merupakan tersangka dugaan penerima suap, sedangkan Sarjan sebagai tersangka dugaan pemberi suap.

Sementara pada 15 Januari 2026, Ono Surono sempat diperiksa sebagai saksi. Setelah diperiksa KPK, dia mengaku ditanya aliran uang terkait kasus tersebut.

Pada 1 April 2026, KPK menggeledah rumah Ono Surono yang berada di Bandung, Jawa Barat. Kuasa hukum Ono, Sahali, pada 2 April 2026, kemudian mengatakan ada dugaan intimidasi yang dilakukan KPK kepada istri Wakil Ketua DPRD Jabar tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Dari Lintasan ke Jalan Raya, Aprilia X 250TH Tawarkan Performa Ekstrem

Austin, Aktual.comAprilia Racing memperkenalkan motor edisi terbatas Aprilia X 250TH bertepatan dengan ajang Grand Prix Amerika Serikat, menghadirkan terobosan teknologi balap ke dalam motor produksi massal. Model ini menjadi simbol semakin tipisnya batas antara motor jalan raya dan prototipe MotoGP.

Secara analisis otomotif, kehadiran Aprilia X 250TH menandai lompatan penting dalam industri sepeda motor performa tinggi. Motor ini tidak hanya mengadopsi elemen desain balap, tetapi juga membawa teknologi inti MotoGP seperti sistem pengereman carbon-carbon dan aerodinamika canggih, yang selama ini hampir eksklusif untuk lintasan balap profesional.

Aprilia X 250TH dirilis sebagai bagian dari peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, dengan hanya 30 unit yang diproduksi. Sebanyak 25 unit dialokasikan untuk pasar Amerika Serikat, sementara lima unit lainnya tersedia secara global. Motor ini tampil dengan livery “Stars and Stripes” yang terinspirasi dari bendera AS.

Dari sisi teknologi, fitur paling menonjol adalah penggunaan sistem pengereman carbon-carbon dari Brembo, yang umum digunakan di MotoGP. Sistem ini menggunakan cakram karbon berdiameter 340 mm yang mampu memangkas bobot hingga setengah dibanding cakram baja konvensional, sekaligus meningkatkan performa pengereman dalam kondisi ekstrem.

Teknologi ini dipadukan dengan kampas karbon dan kaliper aluminium billet, memberikan karakter pengereman yang lebih stabil dan presisi. Di bagian belakang, sistem pengereman dilengkapi cakram dengan kaliper berlapis nikel untuk menjaga konsistensi performa.

Selain pengereman, sektor aerodinamika juga menjadi fokus utama. Aprilia X 250TH mengusung paket aerodinamika berbasis MotoGP, termasuk penggunaan seat wings, tail wings, hingga sistem ground-effect yang dipatenkan. Kombinasi ini mampu meningkatkan downforce hingga lima kali lipat saat melaju lurus dan tiga kali lipat saat menikung dibandingkan model RSV4 standar.

Seluruh panel bodi dibuat dari material karbon menggunakan teknologi yang sama dengan motor balap MotoGP. Hal ini tidak hanya meningkatkan kekuatan dan kekakuan, tetapi juga mengurangi bobot secara signifikan, sehingga menghasilkan handling yang lebih responsif.

Pada sektor dapur pacu, motor ini dibekali mesin V4 65° berkapasitas 1.099 cc dengan tenaga maksimum mencapai 240 hp. Performa tersebut didukung oleh berbagai komponen balap seperti knalpot titanium SC Project, filter udara balap, serta kopling kering STM.

Sistem elektroniknya menggunakan control unit Aprilia Racing APX yang memungkinkan pengaturan parameter seperti traction control, engine brake, hingga front lift mitigation secara detail. Sistem ini juga dilengkapi GPS terintegrasi untuk menyesuaikan performa dengan kondisi lintasan.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengatakan model ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara mendekati MotoGP bagi konsumen.

“Aprilia X 250TH ditujukan bagi para penggemar sejati yang memahami performa, dengan karakter yang tak tertandingi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknis Aprilia Racing, Fabiano Sterlacchini, menekankan keunggulan utama pada sistem pengereman.

“Cakram karbon memungkinkan pengereman ekstrem tanpa membebani sistem. Ini adalah teknologi dari MotoGP yang kini dihadirkan untuk motor produksi,” katanya.

Aprilia X 250TH dipasarkan dengan harga sekitar 150.000 dolar AS untuk pasar Amerika dan €115.000 untuk pasar global, menjadikannya salah satu motor produksi paling eksklusif dan berteknologi tinggi saat ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Pengusaha Rokok dan Pejabat Bea Cukai Tersangkut Mafia Cukai Rokok Ilegal, KPK Didesak Usut Tuntas

Cukai Rokok Pisau Bermata Dua, Antara Nasib Buruh dan Kesehatan

Jakarta, Aktual.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia cukai rokok ilegal yang diduga menyeret jaringan pengusaha rokok dan pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Desakan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (3/4/2026).

“Perdagangan rokok ilegal merupakan kejahatan serius yang merugikan penerimaan negara dari sektor cukai dan pajak. Selain itu, praktik ini juga merusak tata kelola industri tembakau yang seharusnya berjalan secara sehat dan adil. Kami mendukung penuh KPK untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya,” ujar Uchok.

Hal itu tersebut menyikapi pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap sejumlah pengusaha rokok dalam penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret pejabat Ditjen Bea dan Cukai.

Menurut dia, peredaran rokok ilegal tidak mungkin tumbuh subur tanpa celah pengawasan yang lemah, pembiaran, atau bahkan dugaan keterlibatan aparat yang seharusnya menindak.

Dia menilai rokok ilegal yang marak menunjukkan masalah sistemik dalam pengawasan cukai. Untuk itu, dia meminta penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan atau pengusaha tertentu semata.

KPK, pinta Uchok, juga harus menelusuri kemungkinan jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang mengatur, melindungi, menerima keuntungan, dan membiarkan praktik ilegal berlangsung bertahun-tahun.

Dia juga mendesak KPK agar tidak menutup-nutupi proses penyelidikan dan penyidikan. Transparansi, lanjut dia, menjadi kunci agar publik dapat mengawasi sejauh mana komitmen lembaga antirasuah dalam membongkar mafia cukai rokok ilegal yang selama ini diduga bekerja di balik layar.

“Kami meminta KPK membuka proses penanganan kasus ini secara transparan kepada publik. Transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia,” ucapnya.

Pengusaha Rokok yang Dipanggil KPK

Sebelumnya, KPK memanggil sejumlah pengusaha rokok sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret pejabat Ditjen Bea dan Cukai.

Mereka antara lain Liem eng Hwie, Rokhmawan, Benny Tan, Martinus Suparman, dan Muhammad Suryo. Salah satu yang juga santer terdengar turut dipanggil KPK adalah Haji Her atau H Khairul Umam, pengusaha tembakau sukses asal Pamekasan, Madura.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Haji Her dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan dalam distribusi maupun produksi rokok yang tidak memenuhi ketentuan cukai. Dugaan tersebut mencakup peredaran rokok tanpa pita cukai maupun penggunaan pita cukai tidak sah.

Tak hanya itu, KPK juga membuka kemungkinan untuk menelusuri dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan aliran dana dari aktivitas tersebut. Langkah ini dilakukan guna mengidentifikasi apakah terdapat upaya penyamaran atau pengalihan aset hasil tindak pidana yang berpotensi memperbesar kerugian negara.

Sumber internal menyebutkan pendalaman terhadap aspek TPPU menjadi penting untuk mengungkap keseluruhan jaringan serta aliran dana yang terlibat, termasuk kemungkinan pihak-pihak lain yang turut menikmati hasil dari praktik ilegal tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat sektor cukai rokok merupakan salah satu kontributor utama penerimaan negara. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir juga terus memperkuat pengawasan guna menekan peredaran rokok ilegal dan menjaga stabilitas fiskal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Haji Her terkait pemanggilan dan pemeriksaan oleh KPK tersebut.

Sebelumnya, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan pihaknya akan memanggil pengusaha rokok yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur terkait penyidikan dugaan korupsi di Ditjen Bea Cukai.

“Kami sudah mengirimkan surat panggilan untuk para pengusaha rokok, kalau tidak salah yang di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (30/3).

Lembaga antirasuah menduga ada perusahaan rokok di Jawa Tengah dan Jawa Timur terkait kasus dugaan korupsi dalam pengurusan cukai pada Ditjen Bea Cukai.

KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan cukai yang menyeret pejabat Ditjen Bea Cukai.

Mereka ialah mantan Direktur Penyidikan & Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024-Januari 2026 Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) Sisprian Subiaksono.

Kemudian Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) Orlando; Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR Andri; Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo; Pemilik PT Blueray bernama John Field; dan Manajer Operasional PT BR Dedy Kurniawan.

Para tersangka sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Sejumlah Negara Eropa Tolak Permintaan AS Terkait Operasi Militer ke Iran

SANAA, 28 Februari (Xinhua) -- Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, pada Sabtu (28/2) malam waktu setempat mengatakan kelompoknya menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan "sepenuhnya siap menghadapi segala perkembangan." Abdulmalik juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk menggelar demonstrasi massal di Sanaa dan provinsi-provinsi lainnya.
SANAA, 28 Februari (Xinhua) -- Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, pada Sabtu (28/2) malam waktu setempat mengatakan kelompoknya menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan "sepenuhnya siap menghadapi segala perkembangan." Abdulmalik juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk menggelar demonstrasi massal di Sanaa dan provinsi-provinsi lainnya.

Jakarta, Aktual.com — Sejumlah negara Eropa menolak atau membatasi permintaan Amerika Serikat (AS) terkait dukungan terhadap operasi militer ke Iran, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Austria menjadi salah satu negara yang menegaskan penolakannya. Pemerintah Wina menolak permintaan AS untuk menggunakan wilayah udaranya sebagai jalur operasi militer dengan alasan komitmen terhadap kebijakan netralitas yang telah lama dianut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria pada Kamis (2/4) mengonfirmasi adanya beberapa permintaan dari Washington. Namun, pemerintah menyatakan setiap permintaan akan ditinjau secara kasus per kasus tanpa memberikan persetujuan secara umum.

Sikap tersebut juga mendapat dukungan dari oposisi. Partai Sosial Demokrat (SPO) mendesak pemerintah agar tetap konsisten mempertahankan kebijakan netralitas dan tidak memberikan izin terhadap penerbangan militer AS, termasuk untuk kepentingan logistik.

“Pemerintah tidak seharusnya menyetujui satu pun penerbangan militer AS ke kawasan konflik. Langkah ini penting untuk menjaga kepentingan ekonomi Austria dan stabilitas kawasan,” ujar pimpinan SPO, Sven Hergovich.

Austria bukan satu-satunya negara yang mengambil sikap serupa. Spanyol dilaporkan telah menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer yang terkait konflik tersebut. Sementara itu, Italia juga menolak permintaan pesawat militer AS untuk mendarat di pangkalan mereka di Sisilia.

Di sisi lain, Polandia menegaskan tidak akan memenuhi permintaan AS untuk memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot ke Timur Tengah. Menteri Pertahanan Polandia, Władysław Kosiniak-Kamysz, menyatakan sistem tersebut akan tetap difokuskan untuk menjaga keamanan nasional.

“Baterai Patriot kami digunakan untuk melindungi wilayah udara Polandia dan sayap timur NATO. Tidak ada rencana untuk memindahkannya,” ujarnya.

Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Cezary Tomczyk, juga menegaskan bahwa sistem pertahanan tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas kawasan Eropa Timur, sehingga tidak dapat dialihkan ke wilayah lain.

Eskalasi ketegangan ini dipicu oleh serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran sejak akhir Februari 2026. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan serta korban jiwa, termasuk warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target di kawasan, termasuk Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Serangan balasan ini turut memicu gangguan terhadap infrastruktur serta meningkatkan ketegangan geopolitik global.

Situasi tersebut juga berdampak pada sektor ekonomi dan transportasi internasional, termasuk terganggunya jalur penerbangan dan ketidakstabilan pasar global.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Komnas HAM Desak TNI Transparan, Minta Identitas Pelaku Kasus Andrie Yunus Dibuka

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah (kiri) serta Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta. ANTARA/Fath Putra Mulya/am.

Jakarta, aktual.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjalankan proses penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, secara terbuka. Lembaga tersebut juga mendorong agar identitas para pelaku segera diumumkan ke publik.

“Komnas HAM mendorong transparansi proses penegakan hukum antara lain segera mengumumkan identitas pelaku kepada publik, melibat pengawasan eksternal dalam proses penegakan hukum, memberikan akses kepada Komnas HAM untuk bertemu dan meminta keterangan tersangka,” ujar komisioner Komnas HAM Saurlin P Siagian kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).

Dalam proses penelusuran kasus ini, Komnas HAM telah meminta keterangan dari sejumlah pejabat TNI, termasuk Danpuspom, Kababinkum HAM, serta Wakapuspen TNI beserta jajarannya.

Saurlin menjelaskan pihaknya juga meminta penjelasan langsung dari Danpuspom TNI terkait tahapan penyelidikan hingga penyidikan yang telah berjalan sejak peristiwa terjadi.

“Komnas HAM meminta Danpuspom menjelaskan bagaimana proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini sejak peristiwa hingga saat ini. Puspom menyatakan sudah menetapkan 4 orang tersangka yang dikenakan Pasal 469 KUHP (penganiayaan berat) dengan alternatif 467 ayat 1 dan 2 (penganiayaan dengan rencana),” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa proses penyidikan kini hampir rampung, dengan progres yang telah mencapai sekitar 80 persen. Tahapan selanjutnya menunggu hasil visum korban serta keterangan dari Andrie Yunus.

“Puspom menyatakan bahwa proses penyidikan yang mereka lakukan sudah berjalan 80 persen dan saat ini penyidik tinggal menunggu hasil visum korban dari RSCM dan keterangan saksi korban AY,” ungkapnya.

Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI kemudian mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku.

Keempatnya merupakan anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma Bais) TNI dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

“Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI,” kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3).

Adapun para tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES, yang saat ini masih menjalani proses pendalaman oleh penyidik.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Ingatkan Pemerintah: Kebijakan Tembakau Jangan Picu PHK dan Gejolak Ekonomi

Ilustrtasi Rokok dan tembakau

Jakarta, Aktual.com — DPR RI mengingatkan pemerintah agar merumuskan kebijakan pengendalian tembakau secara hati-hati dan tidak menimbulkan dampak sosial-ekonomi yang luas, termasuk potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menegaskan pihaknya akan mengawal ketat arah kebijakan tersebut agar tetap seimbang antara aspek kesehatan dan keberlangsungan ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan merespons wacana pembatasan kadar nikotin dan tar yang diusulkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta rencana penerapan kemasan polos (plain packaging) oleh Kementerian Kesehatan.

“Regulasi harus proporsional. Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru memicu gelombang PHK dan mengganggu stabilitas ekonomi,” ujar Nurhadi dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kebijakan kemasan polos perlu dikaji secara komprehensif karena berdampak luas, tidak hanya pada industri hasil tembakau, tetapi juga petani, tenaga kerja, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), hingga penerimaan negara.

Politikus Partai NasDem itu juga menyoroti aspek hukum dalam penerapan kebijakan tersebut, khususnya terkait perlindungan hak usaha dan identitas merek dalam perdagangan.

“Jika identitas merek dihapus sepenuhnya, perlu dikaji apakah kebijakan tersebut masih dalam koridor regulasi atau justru berlebihan,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan peringatan kesehatan bergambar atau Graphic Health Warning (GHW) yang telah diterapkan selama ini dinilai sudah cukup memberikan edukasi kepada masyarakat.

Karena itu, DPR menilai setiap tambahan regulasi harus disusun berdasarkan kajian yang matang, berbasis data, dan mempertimbangkan dampak lintas sektor.

“Kami akan memastikan kebijakan yang diambil tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan keberlanjutan ekonomi nasional,” ujar Nurhadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain