6 April 2026
Beranda blog Halaman 8

Ancaman Krisis Energi Global, DPR Desak Pertamina Percepat Inovasi

Jadi Salah Satu Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia, Pertamina Hulu Rokan Setor Rp80,2 Triliun ke Negara
Jadi Salah Satu Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia, Pertamina Hulu Rokan Setor Rp80,2 Triliun ke Negara

Jakarta, Aktual.com – DPR RI mendorong PT Pertamina (Persero) untuk melakukan berbagai terobosan guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi dunia, sebagai dampak di tutupnya selat Hormuz oleh Teheran, Pasca serang AS_Israek ke Iran.

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menilai ancaman krisis energi harus disikai oleh pemerintah terutama Pertamina. Pertamina perlu mengambil langkah strategis seperti pengembangan bahan bakar berbasis energi terbarukan, termasuk B50 dan bioetanol, serta memperkuat infrastruktur penyimpanan energi nasional.

“Kami mendorong agar Pertamina menjaga stok energi, sekaligus melakukan terobosan melalui hilirisasi B50 dan bioetanol, serta memperbesar kapasitas storage agar lebih aman,” ujar Rokhmat dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Selain itu, ia menyoroti peningkatan konsumsi energi selama periode Lebaran, di mana kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan hari normal.

Meski terjadi lonjakan konsumsi, DPR mencatat stok energi nasional masih dalam kondisi aman. Ketahanan stok untuk beberapa jenis BBM bahkan berada di atas ambang batas minimal, seperti Dex yang mencapai lebih dari 30 hari dan Pertalite di atas 20 hari.

Politikus partai  Golkar ini menegaskan pentingnya menjaga stok energi agar tidak turun di bawah batas minimal 20 hari. Ia menilai upaya tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah bersama Pertamina.

“Pemerintah dan Pertamina harus terus menjaga stok nasional dan menghadirkan berbagai inovasi agar ketahanan energi tetap terjaga,” ujarnya.

DPR juga mendorong peningkatan kapasitas penyimpanan energi sebagai langkah strategis untuk memperkuat cadangan nasional, sehingga mampu menghadapi potensi gangguan pasokan di masa mendatang.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik ke Rp3,03 Juta per Gram, UBS dan Galeri24 Turun

Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA/HO-Bos Emas Indonesia

Jakarta, aktual.com – Harga emas di laman Sahabat Pegadaian, Jakarta, Jumat (3/4), pukul 07.40 WIB, menunjukkan harga untuk UBS dan Galeri24 turun menjadi Rp2.917.000 dan Rp2.903.000, sementara Antam naik ke Rp3.039.000 per gram.

Adapun harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian pada Kamis (2/4) pagi yakni masing-masing Rp2.923.000, Rp3.019.000 dan Rp2.908.000 per gram.

Harga emas di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Untuk harga emas Antam di laman Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

Galeri24

0,5 gram: Rp1.523.000
1 gram: Rp2.903.000.
‎2 gram: Rp5.736.000
‎5 gram: Rp14.235.000
‎10 gram: Rp28.395.000
‎25 gram: Rp70.605.000
‎50 gram: Rp141.097.000
‎100 gram: Rp282.054.000
‎250 gram: Rp703.402.000
‎500 gram: Rp1.406.802.000
‎1.000 gram: Rp2.813.603.000

Antam
0,5 gram: Rp1.572.000
‎1 gram: Rp3.039.000
‎2 gram: Rp6.016.000
3 gram: Rp8.998.000
‎5 gram: Rp14.961.000
10 gram: Rp29.864.000
‎25 gram: Rp74.529.000
‎50 gram: Rp148.975.000
‎100 gram: Rp297.869.000

UBS
0,5 gram: Rp1.577.000
‎1 gram: Rp2.917.000
‎2 gram: Rp5.789.000
‎5 gram: Rp14.304.000
10 gram: Rp28.459.000
‎25 gram: Rp71.005.000
‎50 gram: Rp141.720.000
‎100 gram: Rp283.328.000
250 gram: Rp708.109.000
‎500 gram: Rp1.414.556.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Dalami Dugaan Pungutan Tambang di Kukar, Pengusaha Robert Bonosusatya Diperiksa

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). ANTARA/Rio Feisal
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). ANTARA/Rio Feisal

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengusaha Robert Priantono Bonosusatya (RPB) mengenai pungutan kepada perusahaan tambang, khususnya batu bara, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi soal upah pungut yang dilakukan oleh saudara RB kepada para perusahaan tambang, khususnya batu bara, yang beroperasi di Kutai Kartanegara,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat (3/4).

Budi menjelaskan upah tersebut diterima Robert berkaitan dengan jalur lintas atau terminal yang digunakan perusahaan tambang untuk mengangkut batu bara.

“Ini penyidik mendalami dan menelusuri jumlahnya berapa, serta mekanismenya seperti apa ya pembayaran dari para pengusaha batu bara ini kepada saudara RPB. Nah ini masih terus didalami dan ditelusuri, serta penghitungan juga masih terus dilakukan,” katanya.

Oleh sebab itu, dia mengatakan KPK berencana menjadwalkan memeriksa kembali Robert Bonosusatya dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

“Kami tentu meyakini saudara RPB akan kembali kooperatif sebagaimana pemeriksaan Kamis (2/4),” ujarnya.

Sebelumnya, pada 28 September 2017, KPK menetapkan Rita Widyasari, Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun, dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Rita diduga menerima uang suap sejumlah Rp6 miliar terkait pemberian izin lokasi untuk perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima.

KPK pada 16 Januari 2018, menetapkan Rita Widyasari bersama Khairudin sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang.

Pada 6 Juni 2024, KPK mengungkapkan telah menyita 91 unit kendaraan dan berbagai benda bernilai ekonomis lainnya, lima bidang tanah dengan luas total mencapai ribuan meter persegi, dan 30 jam tangan mewah dari berbagai merek selama penyidikan kasus tersebut.

Pada 19 Februari 2025, KPK mengungkapkan Rita Widyasari juga diduga menerima jutaan dolar Amerika Serikat terkait pertambangan batu bara, yakni hingga sekitar 5 dolar AS per metrik ton batu bara.

Setahun kemudian atau 19 Februari 2026, KPK mengumumkan tiga korporasi sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait metrik ton produksi baru bara di Kutai Kartanegara. Mereka adalah PT Sinar Kumala Naga (SKN), PT Alamjaya Barapratama (ABP), dan PT Bara Kumala Sakti (BKS).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Terus Dalami Dugaan Korupsi Izin Tambang Era Abdul Ghani Kasuba di Malut

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkembangan dugaan kasus korupsi izin tambang yang menjerat almarhum mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK), bersama orang kepercayaannya Muhaimin Syarif.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan pihaknya tetap mengembangkan perkara lama yang diduga memiliki potensi kejahatan yang lebih luas.

“Kami masih mendalami informasi yang berkaitan dengan izin-izin tambang pada masa almarhum AGK,” ujar Asep kepada wartawan, Rabu, 1 April 2026.

Penyelidikan ini berangkat dari fakta persidangan sebelumnya yang mengungkap adanya aliran dana untuk memuluskan penerbitan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) di Malut.

Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka dugaan suap proyek, perizinan, dan jual beli jabatan di Malut. Mereka adalah AGK selaku Gubernur nonaktif Malut, Adnan Hasanudin selaku Kadis Perumahan dan Pemukiman Pemprov Malut.

Kemudian, Daud Ismail  selaku Kadis PUPR Pemprov Malut, Ridwan Arsan selaku Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ), Ramadhan Ibrahim selaku ajudan, Direktur Eksternal PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), anak usaha Harita Group, Stevi Thomas dan Kristian Wuisan selaku swasta.

Dalam proses penyidikan kasus ini, tim penyidik KPK juga telah menggeledah sejumlah tempat. Di antaranya, rumah salah satu caleg Malut, Muhaimin Syarif; rumah Stevi Thomas; dan kantor PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel.

Muhaimin Syarif sendiri telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Ternate dengan hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan serta denda Rp150 juta.

Dalam pengembangan terbaru, KPK menemukan indikasi praktik suap yang lebih luas. Sejumlah pihak diduga menyuap AGK melalui Muhaimin Syarif untuk mengamankan izin tambang.

“Ini ada perkara lain yang kami temukan, dan kami berkomitmen untuk terus mengusutnya,” tegas Asep.

Meski demikian, KPK masih belum mengungkap pihak-pihak yang akan dijerat dalam pengembangan kasus ini. Asep memastikan bahwa proses saat ini masih berada pada tahap penyelidikan.

“Seingat saya masih di tahap lidik,” ujarnya.

Aliran dana dari perusahan tambang

KPK juga memberi sinyal bahwa status perkara dapat segera ditingkatkan ke tahap penyidikan apabila bukti permulaan dinilai cukup.

Terlebih, lembaga antirasuah tersebut sebelumnya telah mengantongi indikasi adanya aliran dana dari puluhan perusahaan kepada AGK melalui Muhaimin Syarif.

Jejak uang ini bahkan sampai menyeret nama-nama besar di industri tambang. Antara lain:

Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel, Roy Arman Arfandy; Direktur Utama PT Adidaya Tangguh, Eddy Sanusi; dan Direktur Utama PT Nusa Halmahera Mineral, Romo Nitiyudo Wachjo yang akrab disapa Haji Robert sudah pernah memenuhi panggilan penyidik KPK untuk dimintai kesaksian.

Haji Robert sendiri membantah bila uang yang diberikannya kepada AGK terkait pengurusan izin tambang.

Penyidik juga pernah memanggil bos perusahaan nikel lainnya, yakni Direktur Utama Halmahera Sukses Mineral Ade Wirawan Lohisto, dan Direktur PT Smart Marsindo Shanty Alda Nathalia untuk dimintai keterangannya terkait dugaan suap kepada AGK.

Meski telah mengantongi indikasi kuat adanya aliran dana dari puluhan perusahaan tambang ke tangan AGK lewat Muhaimin, lembaga antirasuah itu menegaskan proses pengumpulan bukti saat ini belum sampai pada tahap penetapan tersangka.

Meski demikian, peluang untuk menaikkan status kasus ke jenjang penyidikan terbuka sangat lebar. Jika bukti permulaan yang berhasil dikumpulkan oleh tim penyidik dianggap sudah memenuhi ambang batas cukup, maka kasus ini siap dilanjutkan ke tahap penegakan hukum yang lebih serius.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Inflasi Saat Ramadhan Turun ke 3,48 Persen, Pemerintah Klaim Daya Beli Terjaga

Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyatakan daya beli masyarakat tetap terjaga meski terjadi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026. Hal ini tercermin dari inflasi tahunan Maret 2026 yang turun menjadi 3,48 persen, lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 4,8 persen.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengatakan penurunan inflasi terjadi pada seluruh komponen, terutama harga yang diatur pemerintah (administered prices) dan harga pangan bergejolak (volatile food).

“Terjaganya inflasi selama Ramadan dan Idulfitri turut didukung upaya pemerintah dalam menjaga daya beli melalui berbagai kebijakan, seperti diskon transportasi, bantuan pangan, serta pengendalian inflasi melalui operasi pasar, intervensi harga, dan pengawasan distribusi,” ujar Febrio dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan permintaan bahan pangan meningkat sepanjang Ramadan, khususnya pada komoditas protein hewani. Namun demikian, inflasi inti justru menurun dari 2,6 persen menjadi 2,5 persen secara tahunan.

Selain itu, aktivitas konsumsi masyarakat tetap menunjukkan pertumbuhan. Indeks Penjualan Riil Februari 2026 tercatat meningkat 6,9 persen secara tahunan. Penjualan mobil naik 12,2 persen, sementara penjualan semen tumbuh 5,3 persen pada periode yang sama.

“Sektor manufaktur Indonesia tetap ekspansif pada Maret 2026, ditopang permintaan domestik dan kinerja mitra dagang utama,” tambah Febrio.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Maret 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan, 3,48 persen secara tahunan, dan 0,94 persen secara tahun kalender.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 110,57 pada Februari menjadi 110,95 pada Maret 2026.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan inflasi 1,07 persen dan andil sebesar 0,32 persen,” ujar Ateng.

Di sisi lain, sejumlah komoditas memberikan andil deflasi, terutama tarif angkutan udara dan emas perhiasan. Penurunan tarif transportasi terjadi seiring stimulus pemerintah selama periode Lebaran.

BPS juga mencatat neraca perdagangan Februari 2026 mengalami surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS, melanjutkan tren positif selama 70 bulan berturut-turut. Nilai ekspor tercatat sebesar 22,17 miliar dolar AS dan tetap tumbuh secara tahunan.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

OJK Dorong Ekonomi Syariah Aktif Sepanjang Tahun, Bukan Hanya Ramadan

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak (tengah) memberikan keterangan pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak (tengah) memberikan keterangan pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Jakarta, Aktual.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan perlunya penguatan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan, tidak hanya aktif pada momentum Ramadan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penutupan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia menilai masih terdapat persepsi di masyarakat bahwa aktivitas ekonomi syariah hanya meningkat selama bulan Ramadan.

“Ada persepsi kegiatan yang baik hanya dilakukan saat Ramadan. Padahal, ekonomi dan keuangan syariah harus terus digerakkan sepanjang tahun,” ujar Friderica.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, didukung jumlah penduduk muslim yang signifikan. Hal ini tercermin dari posisi Indonesia yang menempati peringkat ketiga dalam Global Islamic Economic Indicator.

Selain itu, sektor keuangan syariah nasional juga masuk dalam enam besar dunia untuk berbagai instrumen, seperti perbankan, asuransi, dan sukuk.

Friderica menambahkan, kinerja industri keuangan syariah tetap menunjukkan pertumbuhan stabil di tengah tantangan global. Hingga akhir 2025, total aset keuangan syariah tercatat mencapai sekitar Rp3.100 triliun.

Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan pemanfaatan produk keuangan syariah di masyarakat.

“Inklusi keuangan syariah masih rendah. Literasi yang baik harus diikuti peningkatan penggunaan produk agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PEPK) OJK, Dicky Kartikoyono, menyoroti adanya kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah.

“Literasinya sudah 43,4 persen, tetapi inklusinya masih rendah. Artinya, pemahaman masyarakat cukup baik, namun belum diikuti penggunaan produk secara optimal,” kata Dicky.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan keuangan konvensional yang memiliki tingkat inklusi lebih tinggi karena kemudahan akses digital.

Dalam kesempatan itu, OJK juga mencatat capaian positif melalui program GERAK Syariah 2026 selama Ramadan, dengan penghimpunan dana sebesar Rp6,83 triliun dan penyaluran Rp6,86 triliun kepada masyarakat.

Program tersebut didukung ribuan kegiatan literasi, inklusi, dan sosial yang menjangkau lebih dari 8 juta orang. Capaian ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat ekonomi syariah secara berkelanjutan sepanjang tahun.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain