Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyebut laju daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga, yang terus menurun bakal semakin memperburuk perekonomian.
Apalagi di saat bersamaan, pemerintah tak akan menggenjot belanjanya karena penerimaan negara dari pajak kian merosot atau alami shortfall yang cukup besar bisa lampaui Rp 200 triliun.
“Saat ini pemerintah mulai mengakui daya beli masih anjlok. Ini jadi masalah karena di kuartal IV 2017 ini konsumsi masyarakat sampai akhir tahun sekitar 4,9 persen tak bisa capai 5 persen. Sementara pemerintah sama belanjanya tak kencang karena tak ada dana,” ungkap ekonom muda INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara di Jakarta, Sabtu (2/12).
Hal itu akan membuat pertumbuhan ekonomi akan dikorbankan. Karena belanja pemerintah tak bisa dige.jot lebih tinggi lagi. “Konsumsi musiman untuk natal dan tahun baru tak akan kencang tetap di bawah 5 persen secara year on year. Jadi momen akhir tahun tak akan signifan dampaknya,” cetus dia.
Sementara terkait shortfall pajak yang cukup tinggi, kata dia, lemerintah juga akan mengerem belanjanya agar defisit tak terlalu tinggi.
Artikel ini ditulis oleh:
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Disclaimer
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.















