Jakarta, aktual.com – Partai Amanat Nasional menyatakan kembali membuka dukungan kepada Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Meski demikian, dukungan tersebut belum tentu satu paket dengan Gibran Rakabuming Raka. PAN menegaskan tetap memberi ruang bagi Gibran untuk berkontribusi menyukseskan agenda pemerintahan.
Wakil Ketua Umum DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menilai pembahasan Pilpres 2029 masih terlalu dini. Menurutnya, saat ini seluruh elemen bangsa seharusnya fokus bekerja menunaikan amanat masyarakat serta merealisasikan Asta Cita Presiden Prabowo.
“Kita kasih ruang ke semua pihak untuk berkontribusi. Terkhusus bagi mas Gibran. Sebagai wapres, dia tentu punya beban moral untuk menyukseskan semua program pemerintah. Wajar jika dia tidak mau juga berkomentar soal pilpres,” kata Saleh kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Saleh menegaskan, bagi PAN sekarang adalah masa untuk bekerja. Ia meminta kader dan simpatisan partai membantu pemerintah tanpa terjebak pembahasan pilpres yang belum waktunya.
“Kalau ada yang bicara soal itu, ya mungkin kesenggol aja. Jadi tidak perlu terlalu didalami dulu. Tunggu aja. Nanti ada masanya bicara soal itu,” ucapnya.
Ia juga menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan terus mengarahkan kader agar fokus mengabdi kepada masyarakat. Setiap pertemuan internal, kata Saleh, Zulhas menekankan pentingnya kerja nyata dibanding wacana politik elektoral.
“Tegas, lugas, dan jelas. Belum ada pembahasan soal pilpres. Yang ada adalah bekerja membantu presiden,” tegasnya.
Sebelumnya, pernyataan PAN yang mendukung Prabowo namun belum tentu berpasangan kembali dengan Gibran juga mendapat respons dari Wakil Presiden. Gibran menegaskan saat ini dirinya memilih fokus menjalankan tugas pemerintahan.
“Saya akan tetap fokus bekerja agar program dan visi Bapak Presiden dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Gibran dalam keterangan pers tertulis yang dibagikan Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (8/2).
Ia menambahkan, sebagai pembantu presiden, dirinya memiliki tanggung jawab memastikan seluruh program Prabowo berjalan optimal.
“Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sikap PAN itu sejalan dengan pernyataan Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno yang sebelumnya memastikan dukungan partai kepada Prabowo di Pilpres 2029. Namun, menurut Eddy, urusan calon wakil presiden akan sangat bergantung pada dinamika kerja sama politik.
“Saya kira Pak Zulkifli Hasan, ketua umum saya, pun dari awal sudah mengatakan bahwa PAN itu tidak ada urusan untuk permasalahan siapa yang akan kita dukung nanti di pilpres yang akan datang. Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai loh di luar Gerinda, yang konsisten mendukung Bapak Prabowo tiga kali dalam tiga pilpres,” kata Eddy di DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).
Eddy menegaskan, dukungan kepada Prabowo tidak otomatis berarti berpasangan dengan Gibran. PAN, kata dia, akan mencermati berbagai opsi terbaik menjelang 2029. Bahkan, ia secara terbuka mendorong Zulkifli Hasan sebagai kandidat pendamping Prabowo, seiring terbukanya peluang partai mengajukan kader sendiri.
“Gini, bagi saya, bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold, tentu saya mendukung Pak Zulhas. Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















