Jakarta, Aktual.com – Partai Amanat Nasional (PAN) mengajukan nama Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Tentu kita akan terus mendorong agar Pak Prabowo mempertimbangkan Pak Erick Thohir,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno ,Senin (14/8).
Namun, menurut Eddy, PAN bukanlah satu-satunya partai yang memiliki kandidat calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2024.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki “golden ticket” lebih awal dalam membangun koalisi dengan Partai Gerindra.
Selain itu, Partai Golkar juga mendukung Prabowo dengan mengusung nama Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto, sebagai cawapres Prabowo.
“Kita yakin bahwa teman-teman dari Golkar pasti akan mengusulkan Pak Airlangga. Selain itu, teman-teman dari PKB juga akan terus mendorong Gus Muhaimin Iskandar untuk menjadi Cawapres,” ujarnya.
Eddy mengatakan bahwa Prabowo telah mengumumkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya, dan rencana ini akan dibahas lebih lanjut dengan empat partai yang sudah memberikan dukungan.
Menurutnya, Prabowo akan membahas masalah calon wakil presiden bersama dengan para ketua umum partai yang mendukungnya.
Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama dengan Partai Golkar dan PAN secara resmi membentuk koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Mereka juga secara resmi menyatakan dukungan mereka kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dalam acara pernyataan dukungan yang diselenggarakan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, pada hari Minggu (13/8).
Koalisi ini ditandai oleh penandatanganan kerja sama politik oleh empat ketua umum partai politik masing-masing, yaitu Muhaimin Iskandar dari PKB, Zulkifli Hasan dari PAN, Airlangga Hartarto dari Golkar, serta Prabowo sendiri.
Prabowo mengungkapkan bahwa pemilihan tanggal ini memiliki arti penting sebagai momen peringatan pembentukan koalisi antara Gerindra dan PKB yang telah dimulai setahun yang lalu.
Pada hari yang baik ini, tanggal 13 Agustus 2023, tepat genap satu tahun sejak Gerindra dan PKB menandatangani perjanjian kerja sama politik. Dan setahun setelah itu, dua partai bersejarah ini, partai yang besar, memperkuat kerja sama politik mereka,” ujar Prabowo.
Artikel ini ditulis oleh:
Arie Saputra














