Arsip foto: Menlu Bahrain Abdullatif Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullan bin Zayed menunjukkan dokumen kesepakatan ketiga negara, dengan disaksikan Presiden AS Donald Trump, saat upacara penandatanganan perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara tetangga Timur Tengah, dalam penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah untuk melawan Iran. Penandatanganan berlangsung di Halaman Selatan Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (15/9/2020). ANTARA/REUTERS/Tom Brenner/AWW/djo

Yerusalem, Aktual.com – Panglima angkatan bersenjata Israel akan mengunjungi Maroko pada Senin dalam pertemuan tingkat tertinggi antara kedua negara.

Israel dan Maroko pada 2020 meningkatkan hubungan di antara mereka di bawah dorongan diplomatik Amerika Serikat.

Sementara lawatan Letnan Jenderal Aviv KochaviĀ itu digambarkan oleh Israel sebagai bagian dari kerja sama pertahanan yang penting dengan negara Afrika Utara tersebut, Rabat telah mencoba untuk menjadi mediator demi kondisi yang lebih baik bagi warga Palestina.

“Salah satu topik yang akan dibahas (di Maroko) minggu ini adalah berbagi pengetahuan, pelatihan –kemampuan untuk berlatih bersama dalam manuver bersama– pengembangan senjata, transfer pengetahuan, dan mungkin juga persenjataan,” kata juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Ran Kochav kepada Ynet TV.

Belum ada komentar dari Rabat.

Pemulihan hubungan Maroko dengan Israel terjadi setelah kesepakatan normalisasi dicapai Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain. Pakta-pakta ini oleh Washington dinamakan “Kesepakatan Abraham”.

Washington mengupayakan kerja sama yang lebih erat di antara sekutu-sekutunya untuk mengimbangi Iran yang sedang berkibar.

Israel dan Maroko menjalin hubungan tingkat rendah pada 1990-an tetapi hubungan ini ditangguhkan setelah pemberontakan Palestina melawan Israel meletus pada 2000.

Peningkatan hubungan pada 2020, yang masih belum mencapai normalisasi penuh, telah membuka penerbangan langsung antara kedua negara dan berbagai kesepakatan bilateral.

“Tidak semuanya tentang keamanan,” kata Menteri Transportasi Israel Merav Michaeli kepada Reuters dalam sebuah wawancara tentang hubungan dengan Maroko.

“Ada kepentingan luas yang kita miliki bersama.”

Michaeli memuji Maroko yang memediasi kesepakatan untuk membuka secara permanen penyeberangan perbatasan dari Yordania ke Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel. Penyeberangan ini penting untuk lalu lintas Palestina.

Dia mengatakan pihaknya sedang melangsungkan pembicaraan dengan Rabat tentang proyek infrastruktur lain.

“Maroko adalah pemain yang mampu menyatukan semua orang, melunakkan sikap keras semua orang mengenai masalah apa pun,” kata Michaeli.

“Mereka betul-betul memiliki cara berbicara kepada semua orang dengan cara sedemikian rupa yang membuat pihak-pihak itu duduk bersama di meja dan bekerja sama.”

Militer Israel mengatakan pihaknya menjadi tuan rumah bagi satuan komando Maroko untuk latihan gabungan pada Juli 2021, menjalin hubungan militer langsung dengan Rabat pada Maret 2022.

Militer Israel juga mengatakan pihaknya pada Juni menjamu petinggi militer Maroko untuk menyetujui program kerja bersama selama setahun.

(Antara)

(Dede Eka Nurdiansyah)