Wamena, Aktual.com – Kejari Jayawijaya, Provinsi Papua akan menurunkan mata-mata untuk memantau dan mengawasi serapan-serapan dana pemerintah di delapan kabupaten yang masuk wilayah kerja kejari setempat.

Kepala Kejari Jayawijaya doktor Andre Abraham di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat, mengatakan penempatan intel atau mata-mata itu menjadi solusi untuk memberikan pelayanan di kabupaten-kabupaten di pedalaman Papua.

“Saya dengar wilayahnya kami ada di gunung-gunung, tentunya kita kerahkan anggota kita di intelijen untuk memantau semua kemungkinan penyerapan dana-dana, bukan hanya dana COVID-19 tetapi juga penyerapan pembangunan-pembangunan fisik yang sekarang menjadi perhatian pemerintah, jadi kami akan awasi semaksimal mungkin,” katanya.

Ia mengatakan tentu harus dipelajari lebih lagi terkait wilayah kerja Kejari Jayawijaya, sebab dirinya baru saja dilantik 24 Agustus di Kejaksaan Tinggi Papua untuk bertugas di pedalaman Papua.

Langkah awal yang akan dilakukan juga adalah melakukan konsolidasi dengan anggota di Kejari Jayawijaya untuk melihat perkara apa yang sedang ditangani.

“Dan ke depan tentu target kami penegakan hukum yang tanpa pandang bulu di Kejari Jayawijaya, terutama penanganan perkara pidum dan perkara korupsi,” katanya.

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi mengharapkan penegakan hukum di wilayah adat Lapago oleh kejari baru semakin nyata di masyarakat.

“Muda-mudahan dengan kejari baru, penegakan hukum di Lapago dan khususnya di Jayawijaya semakin nyata dan semakin memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan sudah pasti pihaknya akan bekerjasama dengan kejari untuk pengawasan anggaran maupun fisik di wilayah ini.

“Kejaksaan juga merupakan salah satu unsur dari muspida, sehingga kerjasama itu pasti tetap akan berjalan dalam rangka pengawasan, pengendalian penggunaan dana-dana dan seluruh permasalahan yang ada di Jayawijaya serta lapago,” katanya.(Antara)

(Warto'i)