Jakarta, Aktual.co — Kepala Unit Pengelola Tehnis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan DKI, Sunardi Sinaga mengakui‎ retribusi parkir di kawasan IRTI Monas, banyak bocor lantaran tidak beroperasinya parkir elektronik di lokasi. Palang pintu (gate) dan mesin parkir di lokasi tersebut rusak dan tak kunjung diperbaiki.

Sunardi beralasan, perbaikan merupakan wewenang dari Unit Pengelola (UP) Taman Monas.

“Kalau saya bisa jalan sendiri sudah pasti dilakukan perbaikan. Karena UP Taman Monas mengklaim itu masuk wilayah kerja mereka. Makanya kami tidak bisa masuk,” katanya, Senin (25/5).

Dalam satu tahun, kantung parkit IRTI  bisa mencapai Rp 3 miliar. Namun jumlah tersebut terbilang kecil dan masih bisa dioptimalkan.

“Menurut saya itu kecil karena selain mesin parkir rusak, tingkat toleransi di situ agak tinggi. Makanya kebocorannya tinggi,” ungkapnya.

Soal toleransi yang dimaksud Sunardi antara lain, karena posisinya yang berada di tengah perkantoran dan gedung pemerintahan. Sehingga, tak sedikit  kendaraan pegawai DKI dan aparat negara yang meminta pengecualian saat parkir di lokasi.

“Contoh banyak pegawai DKI salam lima jari, terus belum lagi ada kendaraan aparat yang datang mau awasi demo, kebanyakan parkir di situ. Makanya, bocor pasti ada karena banyak yang minta free,” bebernya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid