Harare, Aktual.com – Pemimpin partai oposisi Zimbabwe, Gerakan untuk Perubahan Demokratik (MDC), pada Jumat (3/8), menyatakan pihaknya menolak hasil pemilihan presiden.

Ia mengeluarkan pernyataan tersebut beberapa menit sebelum Presiden petahana Emmerson Mnangagwa dinyatakan sebagai pemenang.

Ketua MDC, Morgen Komichi, tampil di televisi untuk menyatakan penolakan di Komisi Pemilihan Zimbabwe, tempat hasil pemilihan sedang diumumkan.

Sebelum diamankan oleh polisi, Komichi mengatakan MDC tidak dapat memastikan kebenaran hasil pemilihan tersebut.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Komisi Pemilihan Zimbabwe (ZEC) pada Jumat menyatakan Emmerson Mnangagwa sebagai pemenang pemilihan presiden dan akan menjalankan jabatan presiden untuk periode kedua.

Sementara itu, partai berkuasa berhasil merebut dua pertiga kursi parlemen, dalam pemilihan pertama yang digelar sejak penguasa lama Robert Mugabe jatuh dari kekuasaan.

ZEC mengumumkan pada Jumat pagi bahwa Mnangagwa mendapat 2.460.463 suara, yang merupakan 50,8 persen dari total suara.

Saingan terberatnya, Nelson Chamis dari koalisi oposisi MDC Alliance, mendapat 44,4 persen suara. Dua puluh satu kandidat presiden lainnya berbagi suara sisanya.

Mnangagwa mengatakan ia merasa “terhomat” dengan kemenangannya itu.

“Walaupun kita mungkin telah terpecah dalam pemilihan, kita bersatu dalam mimpi-mimpi kita,” cuitnya.

“Ini adalah awal baru. Mari kita bergandengan tangan, dalam perdamaian, kesatuan, dan kasih sayang, dan bersama-sama membangun Zimbabwe yang baru bagi semua,” cuit Mnangagwe.

Ia mengeluarkan pernyataan itu setelah satu pekan, yang pada awalnya merupakan pemilihan yang damai pada Senin namun berubah menjadi kekerasan maut di ibu kota negara pada Rabu.

Mnangagwa, 75, merupakan presiden eksekutif kedua Zimbabwe setelah mantan Presiden Robert Mugabe, yang naik ke tampuk ke kuasaan pada 1987.

Ant.

()