Jakarta, Aktual.com – Pengamat properti Ali Tranghanda memprediksi pasar properti nasional, terutama sub sektor rumah tinggal mulai mengalami kebangkitan di tengah pandemi pada 2022, khususnya di kota-kota penyangga Ibu Kota.

“Secara nasional, kita telah melihat tanda-tanda ‘rebound’ (kebangkitan) pasar properti. Hal ini terjadi berkat dukungan kebijakan pemerintah dan minat beli masyarakat yang terus naik. Jadi, kita bawa semangat ini agar industri properti bisa bangkit tahun ini,” jelas Ali yang juga CEO Indonesia Property Watch (IPW) di Jakarta, Sabtu (22/1).

Ali mengatakan sinyal membaiknya ekonomi sudah terlihat pada indikator laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2021 sebesar 3,51 persen (quarter on quarter).

Ali mengakui kalau pertumbuhan ekonomi memang masih ditopang belanja negara.

Namun sebagian lagi juga berasal dari kontribusi sektor industri yang mulai mengalami pertumbuhan.

Sedangkan dalam diskusi Property Outlook 2022, Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan mengatakan sejak pandemi COVID-19 mulai merebak pada kuartal I 2020, berbagai industri ikut terkena dampak negatif, termasuk bidang properti.

Terkait hal itu Wasudewan mengatakan data internal memperlihatkan pencarian properti di portal properti mencapai 270 juta dengan 46 persen di antaranya merupakan pengunjung baru.

“Porsi penambahan pencari properti baru ini merupakan sinyal positif akan pemulihan pasar dengan meningkatnya permintaan dari konsumen,” kata Wasudewan.

Sedangkan mengacu kepada data demografi pencari properti menunjukkan hampir 59,5 persennya adalah perempuan dan 40,5 persen laki-laki.

Tren pergeseran usia konsumen juga tampak dengan dominasi pencari properti yang berasal dari generasi Z sebanyak 19,4 persen dan milenial dengan persentase 48,7 persen.

Fakta menarik ini menandai peningkatan kesadaran akan pentingnya kepemilikan properti oleh generasi muda yang terus bertumbuh.

“Dengan adanya tren generasi muda yang semakin aktif mencari properti, 99 Group menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat dan efektif untuk kelompok usia ini. Harapannya tentu, para pencari properti ini dapat menemukan hunian idamannya dengan mudah dan nyaman,” jelas Wasudewan.

(Antara)

(A. Hilmi)