Jakarta, Aktual.com — Menjelang penutupan akhir pekan Jumat (16/10) rupiah dibuka melemah 71 poin di level Rp13.489/USD. Pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi jild IV oleh pemerintah kemarin belum memberikan pengaruh bagi penguatan rupiah.
Kepala riset NHKSI, Reza Priyambada mengatakan masih berlanjutnya pelemahan indeks USD di pasar spot valas global seiring masih melemahnya data-data AS seperti pertumbuhan penjualan ritel di bawah estimasi memberikan kesempatan pada sejumlah mata uang regional untuk dapat menguat. Rupiah pun turut terbantukan dengan kondisi tersebut sehingga dapat berbalik menguat. Apalagi rilis neraca perdagangan kembali tercatat surplus.
Meski pertumbuhan ekspor dan impor tercatat turun dari sebelumnya namun, tidak terlalu direspon negatif. Tercatat indeks kurs GBPUSD dan AUDUSD menguat yang dibarengi penurunan USDJPY, USDCNY, USDKRW, dan beberapa lainnya sehingga membantu Rupiah untuk berbalik menguat.
“Masih melemahnya laju indeks USD dapat membantu Rupiah untuk dapat bertahan positif dan penguatan dapat berlanjut seiring masih melemahnya indeks USD,” ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10).
Namun demikian, lanjutnya, tetap harus mewaspadai kondisi riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar.
“Laju Rupiah diprakirakan akan berada di bawah target support 13.543. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia berada di rentang Rp 13.295-13.265,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















