Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan. Pelaku pasar sepertinya sudah mengantisipasi akan adanya perlambatan ekonomi yang terefleksi pada rendahnya rilis GDP.

“Sebelumnya kami pun telah menurunkan perkiraan angka GDP di Q4-14 secara year-on-year (YoY) akan berada di level 4,27 persen dari estimasi sebelumnya 5,15 persen. Nyatanya meski rilis resmi GDP oleh BPS lebih tinggi dari estimasi kami, namun tetap saja belum mampu memberikan imbas positif pada Rupiah,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Pada Jumat (6/2) Reza memprediksikan Rupiah berada di bawah target level support 12.612, yakni Rp12.660-12.650 (kurs tengah BI). Menurutnya, tidak adanya respon positif membuat laju Rupiah kembali ke zona merah.

“Sehingga mengurangi peluang untuk dapat bertahan di zona hijaunya. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka