Jakarta, Aktual.co — Pascapernyataan Presiden Joko Widodo yang menjamin kebebasan pers asing masuk ke Papua. DPR menyarankan agar Badan Intelijen Negara (BIN) harus tepat dan cermat menganalisa situasi.
“BIN harus menyiapkan kekuatan kontra intelijennya,” kata anggota Komisi I Fraksi Fraksi Gerindra, Rachel Maryam Sayidina, dalam keterangan persnya, Selasa (12/5).
Langkah-langkah ini, ungkap Rachel, harus diambil sebagai bentuk sikap hati-hati. Usaha preventif pemerintah pun harus disikapi sebagai suatu hal yang wajar dan tidak perlu dianggap sebagai bentuk paranoid.
“Saya mengapresiasi usaha Kementerian Luar Negeri yang berencana membuat Pokja khusus Papua. Ini sangat baik untuk melakukan management informasi terhadap berita simpang siur mengenai Papua di dunia Internasional,” pungkas Rachel.

Artikel ini ditulis oleh: