Seorang wanita yang terlantar dan beberapa anak duduk di bawah tenda yang dibangun dari kayu dan kain di Tawila, Darfur Utara, Sudan (8/8/2025). Aktual/ANTARA/Xinhua

Ramallah, aktual.com – Lebih dari 21 juta orang atau sekitar 45 persen dari total penduduk Sudan kini menghadapi kerawanan pangan akut, menurut laporan terbaru sistem Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

World Food Programme (WFP) bahkan memperingatkan bahwa Sudan saat ini tengah mengalami krisis kelaparan terbesar di dunia, seiring memburuknya kondisi kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.

Dalam laporan pada Januari lalu, WFP menyebutkan persediaan bantuan pangan di Sudan diperkirakan akan habis dalam dua bulan ke depan akibat krisis pendanaan yang serius. Badan PBB tersebut menegaskan bahwa tanpa tambahan dana segera, jutaan warga Sudan berisiko tidak lagi menerima bantuan pangan dalam beberapa pekan mendatang.

WFP juga mengungkapkan bahwa jatah makanan bagi warga terdampak telah dikurangi hingga batas minimum hanya untuk mempertahankan hidup, mencerminkan semakin terbatasnya sumber daya bantuan yang tersedia.

Krisis kemanusiaan di Sudan dipicu oleh perang saudara yang pecah sejak April 2023, yang menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur nasional serta melumpuhkan aktivitas ekonomi negara tersebut. Konflik berkepanjangan juga memperburuk kondisi sosial dan meningkatkan jumlah warga yang bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Situasi tersebut menempatkan Sudan dalam kondisi darurat kemanusiaan yang semakin kritis, dengan jutaan warga menghadapi ancaman kelaparan jika dukungan internasional tidak segera ditingkatkan.