Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyampaikan keprihatinannya mengenai keputusan Dewan Sentral Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), untuk menghentikan semua bentuk kerja sama dengan Israel.

“Sekretaris Jenderal mengulangi seruannya kepada Israel agar melanjutkan penyerahan hasil pengumpulan pajak kepada Pemerintah Otonomi Nasional Palestina sebagaimana ditetapkan dalam Protokol Paris,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric saat membacakan pernyataan dalam satu taklimat harian, dikutip dari Xinhua, Sabtu (7/3).

Saat mendesak kedua pihak agar “sekuat mungkin menahan diri” dan “mengubah lingkaran dan tindakan balasan mereka yang tidak membantu”, Ban menegaskan dengan tak-adanya keterlibatan efektif internasional, situasi bisa “makin liar”, kata Dujarric.

“Sekretaris Jenderal secara mendesak menyeru masyarakat internasional, termasuk Dewan Keamanan, untuk memainkan peran pimpinan dan membantu menciptakan kondisi bagi kesepakatan perdamaian akhir melalui perundingan dan mewujudkan terciptanya Negara Palestina, yang hidup dalam kedamaian dan keamanan berdampingan dengan Israel,” kata juru bicara itu.

Dewan Sentral PLO pada Kamis (5/3) memutuskan untuk memutuskan kerja sama keamanan dengan Israel. Dewan 110-anggota tersebut, badan tertinggi kedua pembuat keputusan setelah Dewan Nasional Palestina (PNC), bertemu di Kota Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan pada Rabu dan Kamis.

Tindakan Dewan Sentral PLO tersebut diambil sebagai reaksi atas keputusan Israel pada Januari untuk menahan penyerahan uang hasil pengumpulan Pajak Palestina, selain tindakan keamanan ketat dan perluasan permukiman Yahudi.

Sejak berdirinya PNA, Paletina selalu mengeluh bahwa Israel terus berusaha menguras isi PNA dan membuatnya tak memiliki wewenang. Kemarahan Palestina meningkat setelah Israel menahan uang hasil pengumpulan pajak –yang mestinya diserahkan kepada PNA pada awal Januari.

Keputusan Israel itu untuk menahan penyerahan uang pengumpulan pajak Palestina adalah tanggapan atas keputusan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menandatangani untuk bergabung dengan 20 lembaga dan kesepakatan internasional, termasuk Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda.

Keputusan Dewan Sentral PLO, terutama untuk menghentikan semua jenis kerja sama keamanan dengan Israel, dimaksudkan untuk mendirikan tahap baru Palestina dan “meningkatkan konflik dengan Israel”, kata beberapa pengulas.

Artikel ini ditulis oleh: