Jakarta, Aktual.co — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebut laporan rencana Republik Demokratik Kongo untuk mengusir Utusan Hak Asasi Manusia sebagai “sangat mengkhawatirkan” dan menyuarakan penolakan terhadap langkah tersebut.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan, PBB tidak menerima pemberitahuan resmi bahwa utusan hak asasi manusia PBB Scott Campbell telah dinyatakan persona non grata dan diminta untuk meninggalkan Kinshasa.

“Jika laporan itu secara resmi dikonfirmasi kepada kami, maka itu akan menjadi perkembangan yang sangat mengkhawatirkan dan suatu perkembangan yang akan, tentu saja, kami tolak,” kata Dujarric, dikutip AFP, Sabtu (18/10).

“Sangat penting komponen hak asasi manusia dari misi ini dapat melakukan tugasnya, “katanya.

Menteri Dalam Negeri Kongo Richard Muyej dalam suatu konferensi pers di Kinshasa, Kamis, menuduh kurangnya “profesionalisme dan kejujuran” Campbell dan mengatakan sudah waktunya bagi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk menarik dia.

Pernyataannya itu dikeluarkan paskamunculnya laporan yang dikeluarkan oleh Campbell yang mengecam tindakan keras polisi terhadap geng-geng pemuda di Kinshasa antara November tahun lalu dan Februari.

Laporan itu mengatakan sedikitnya sembilan orang telah dieksekusi dan 32 yang lain hilang dalam operasi polisi, sementara mayat-mayat dibuang di sungai atau dimakamkan di kuburan massal.

()

()