Jakarta, Aktual.co — Pusamania Borneo FC, menolak pertandingan ulang babak delapan besar Divisi Utama (DU), dengan Persis Solo, ternyata bukan hanya gertak sambal. Klub asal Samarinda, Kalimantan itu, Selasa (4/11), mengirimkan beberapa bukti yang dimilikinya ke PSSI.

Kuasa hukum PBFC, yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, pada kesempatan ini, pihaknya membawa bukti prosedural tertulis yang diberikan kepada PSSI. Bukti tersebut, kata kuasa hukum itu, berisi tentang fakta pertandingan yang telah dijadwalkan pada Minggu (26/10) lalu, bahwa PBFC menang Wolk Out (WO) dari Persis.

“Berikut kami berikan bukti tertulis kepada PSSI. Semua fakta berada di satu bundel lampiran ini,” ujar kuasa hukum PBFC yang tergabung ke dalam Firma Hukum Wetmen Sinaga & Rekan, kepada Aktual.co, Selasa (4/11).

Seperti diketahui, Persis Solo melakukan WO dalam pertandingan tersebut, karena tidak adanya jaminan keselamatan dari pihak keamanan. Pasalnya, skuat klub asal Solo, Jawa Tengah itu, mendapatkan ancaman dari beberapa orang ketika berada di Samarinda untuk melakukan pertandingan.

Bahkan, bus yang ditumpangi skuat Persis, juga mengalami kerusakan parah, akibat serangan oleh orang-orang yang tidak diketahui identitasnya itu.

“Karena alasan Persis WO adalah keamanan, maka kami lampirkan juga pernyataan dari pihak keamanan sebelum pertandingan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut dikatakan oleh kuasa hukum PBFC, mereka berharap Komdis menarik keputusan ‘rematch’ (pertandingan ulang), antara PBFC kontra Persis Solo.

“Iya kami berharap Persis dinyatakan WO. Karena itu fakta yang terjadi di lapangan,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak PBFC telah lebih dulu melayangkan surat keberatannya kepada PSSI untuk melakukan pertandingan ulang dengan Persis Solo, beberapa waktu kemarin.

()

()