Jakarta, aktual.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Moh Mukri menegaskan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tetap menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU. Penegasan ini merujuk pada keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam Rapat Pleno yang digelar Kamis, 29 Januari 2026.
Mukri menjelaskan, rapat pleno secara resmi memutuskan pemulihan komposisi kepengurusan PBNU sesuai mandat Nahdlatul Ulama hasil Muktamar ke-34 yang telah diperbarui pada 2024. Dalam susunan tersebut, jabatan Rais Aam diemban Miftachul Akhyar, Katib Aam Akhmad Said Asrori, Ketua Umum Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal tetap dipegang Gus Ipul.
“Rapat pleno memutuskan pemulihan kepengurusan PBNU sesuai hasil Muktamar ke-34 NU, dan di dalamnya Drs. Saifullah Yusuf tetap sebagai Sekretaris Jenderal PBNU,” ujar Prof. Mukri dalam keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).
Selain mengukuhkan struktur kepengurusan, pleno juga meninjau serta merevisi sanksi pemberhentian Ketua Umum PBNU yang sebelumnya ditetapkan dalam rapat pleno 9 Desember 2025. PBNU turut memutuskan untuk menelaah ulang seluruh Surat Keputusan organisasi yang diterbitkan tanpa kelengkapan tanda tangan empat pimpinan utama PBNU.
Rapat pleno tersebut juga melahirkan sejumlah keputusan strategis, antara lain penguatan tata kelola organisasi dan keuangan berbasis transparansi serta akuntabilitas, persiapan Munas dan Konbes NU 2026 pada Syawal 1447 H atau April 2026, serta agenda Muktamar ke-35 NU yang direncanakan berlangsung pada Juli–Agustus 2026.
“PBNU juga memastikan seluruh program dan kegiatan strategis ke depan harus berjalan sesuai Qonun Asasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU, serta mematuhi kebijakan dan restu Rais Aam PBNU,” tutup Prof. Mukri.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















