Jakarta, Aktual.co —PD Pasar Jaya diminta memutuskan kontrak kerja sama dengan pengembang peremajaan Pasar Bendungan Hilir Jakarta Pusat, yakni PT Kurnia Jaya Reality. 
Pengembang tersebut dinilai lamban dalam usaha peremajaan Pasar Bendungan Hilir. 
“Ini pengembangnya sudah enggak becus. Pelaksanaan peremajaan Pasar Benhil mungkin akan kami putuskan kontraknya. Kami mau ambil alih bangun sendiri. Ya, batalkan saja kontraknya, bangun sendiri,” ujar pelaksana tugas Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota DKI, Kamis (16/10).
Namun, diakuinya, pengambilalihan kelola tersebut bukannya tanpa resiko bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 
Resiko yang harus ditanggung pihak pemprov yakni mengembalikan dana pembangunan lima pasar rakyat yang menghabiskan biaya sebesar Rp50 miliar. 
Karena dana tersebut diperoleh dari tambahan kompensasi atas kerja sama optimalisasi pembangunan Pasar Bendungan Hilir. 
Kelima pasar tersebut, dibeberkannya yakni Pasar Manggis  di Jakarta Selatan, Pasar Nangka Bungur di Jakarta Pusat, Pasar Kebon Bawang di Jakarta Utara, Pasar Duri di Jakarta Barat, dan Pasar Pesanggrahan di Jakarta Selatan.
“Kami kembalikan saja duitnya. Karena dalam kontrak perjanjian dibilang kalau dia (pengembang) tidak becus dan tidak melakukan sesuatu terhadap pembangunan, maka dia telah melakukan wan prestasi. Dia sudah lewati deadline untuk mulai pembangunan,” ujarnya.
Sebagai informasi, peremajaan Pasar Benhil terhambat karena gugatan para pedagang Benhil yang protes atas peremajaan pasar yang sudah dibangun pada tahun 1974 tersebut. 
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pun mengabulkan banding yang diajukan PD Pasar Jaya terkait perkara pengosongan pasar tersebut pada 1 April lalu yang menggugurkan semua gugatan pedagang. 
Dengan kemenangan tersebut seharusnya PD Pasar Jaya sudah dapat memulai merealisasikan peremajaan pasar tersebut, namun hingga kini PT Kurnia Jaya Reality tidak kunjung melakukan peremajaan.

()