Medan, Aktual.co — Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Brilian Moktar mengatakan dirinya mempersilakan jika pemerintah akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Asal, lanjutnya, kenaikan itu pada situasi yang tepat dan dengan beberapa catatan.
“Penaikkan harga BBM harus pertimbangan produktifitas dan menekan tingkat konsumtif,” katanya saat dihubungi Aktual.co, Rabu (5/11).
Masih katanya, penaikkan harga BBM harus dengan alasan pengendalian inflasi dan bukan meningkatkan inflasi. Dan terakhir, program yang dilakukan sebagai langkah kompensasi BBM adalah program tepat guna bukan hanya pencitraan.
“Kenaikan harga BBM harus dengn perhitungan yang baik dan program yang jelas. Kalau kenaikan BBM hanya untuk KIS dan KIP menurut saya kurang tepat. Akibatnya inflasi tinggi,” tandasnya.
Disinggung apakah saat ini dirinya mendukung tau menolak kenaikan BBM yang diwacanakan pemerintah, Brilian menjelaskan, bahwa kenaikan BBM seharusnya menjadi alternatif terakhir.
“Penaikkan harga BBM adalah alternatif terakhir. Pertama, selesaikan hight cost distribusi BBM. Kedua, hemat APBN atau peningkatan pajak negara (intenfikasi pajak). Baru kemudian naikan BBM,” jelasnya.