Jakarta, Aktual.co — Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat bernafsu untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Dirinya mengatakan jika penaikan harga BBM tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa memerhatikan aspek lain yang mengikutinya.
“Pak JK (Jusuf Kalla) lebih nafsu daripada Presidennya (Joko Widodo) saya liat (soal penaikan harga BBM bersubsidi),” kata dia di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11).
Bekas wakil ketua komisi VII DPR periode 2009-2014 itu mengatakan, seharusnya pemerintah terlebih dahulu membenahi manajemen energi seperti mengubah oktan .
Menurutnya, oktan murah harus digunakan oleh kendaraan umum. Juga persoalan Petral, yang tadinya diwacanakan untuk dihapus malah dibiarkan begitu saja. Padahal anak perusahaan Pertaminya yang berkedudukan di Singapura itu harusnya dikembalikan ke teritori Indonesia.
“Bantalan fiskal untuk itu kan masih ada. Kenapa liberal saja sih? Kita enggak pernah beranjak dari itu,” kata dia. (Baca: Berbau Neoliberal, Politikus PDIP Tak Teriman Tiga Orang Ini Dijadikan Menteri)
Sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengkritisi beberapa tokoh profesional yang dipilih sebagai menteri dalam kabinet kerja pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurut eks wakil ketua komisi VII DPR RI periode 2009-2014 itu, para menteri berlatar belakang profesional di kabinet Jokowi-JK tak sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan yang pro rakyat.
Para menteri yang dimaksud oleh bekas calon Gubernur Sumatera Utara itu, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ESDM Sudirman Said.

(Novrizal Sikumbang)

()