Jakarta, Aktual.co — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta agar pemilihan ketua di semua jenjang kepengurusan partai memakai mekanisme musyawarah mufakat. Pemilihan melalui sistem voting suara terbanyak dinilai tidak sesuai dengan idiologi partai yang berprinsip gotong royong.
“Kalau musyawarah mufakat tidak tercapai, maka pemilihan ketua harus diulang,” kata Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah pada acara sosialisasi Juklak Musancab, Konfercab, dan Konferda serta penjaringan calon ketua PAC, DPC dan DPD di Pamekasan, Madura, Minggu (23/11).
Said menambahkan, PDIP menetapkan pola pemilihan pimpinan partai di berbagai tingkatan dengan cara musyawarah mufakat. Sistem ini akan lebih baik karena para kandidat tidak perlu keluar modal sehingga jika terpilih akan memegang komitmen kuat berjuang demi membersarkan partai.
Anggota Fraksi DPIP DPR RI ini menjelaskan, nantinya sistem yang diberlakukan para pengurus anak cabang (PAC) di masing-masing kecamatan mengusulkan sebanyak tiga hingga lima nama menjadi calon Ketua DPC. Nama-nama yang diusulkan oleh pengurus itu, selanjutnya disampaikan ke DPP melalui DPD.
“Lalu DPP melakukan uji kelayakan dan kepatutan atas nama-nama yang diusulkan oleh pengurus itu sebelum akhirnya menetapkan pengurus DPC,” terang Said.

Artikel ini ditulis oleh: