Yogyakarta, Aktual.co — Sejumlah pedagang yang selama ini berjualan di kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta menilai tempat relokasi yang disiapkan pemda DIY berada di lokasi yang kurang strategis dan cenderung tersembunyi. Hal itu membuat mereka khawatir adanya proses relokasi justru akan mematikan rejeki mereka. 
Saat ini pemda DIY memang tengah melakukan penataan ulang atau revitalisasi kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta. Yakni dengan merelokasi para PKL yang selama ini berjualan di trotoar jalan dan tengah alun-alun utara ke tempat semi permanen yang berada di sisi sebelah barat dan timur alun-alun utara. 
Namun tempat reloaksi tersebut berada di  belakang pendopo-pendopo yang ada di sekeliling alun-alun utara serta cukup jauh dari trotoar jalan. Sehingga para pedagang menilai perlunya dibuat jalur khusus yang mengarahkan para wisatawan untuk melewati lapak semi permanen tempat berjualan mereka nantinya.  
“Tempat relokasi yang disiapkan ini kan ndelik (tersembunyi), di belakang pendopo. Walapun nantinya pendopo-pendopo itu akan dibuat terbuka tapi tetap saja kan menghalangi pandangan dari para pembeli. Karena itu kita berharap dibuat jalur khusus yang mengarahkan wisatawan melewati lapak ini. Seperti halnya dilakukan di tempat wisata candi Prambanan,” kata Koordinator Forum Komunitas Kawasan Alun-Alun Utara, Ade Heru Nugroho, Rabu (05/11). 
Selain mensterilkan PKL, dalam proses revitalisasi atau penataan kawasan alun-alun utara ini sendiri pemda DIY rencananya juga akan melarang bus-bus pariwisata parkir di tengah alun-alun utara. Bus-bus pariwisata yang selama ini parkir di tengah alun-alun akan dipindahkan ke taman parkir Senopati dan taman parkir Ngabean.