Jakarta, Aktual.co — Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Aliya Nurlela, kembali merilis buku terbarunya berupa kumpulan cerpen berjudul “Sepucuk Surat Beku di Jendela”.

“Ada 17 cerpen beragam tema di buku ini, di antaranya tentang kematian, karma, hukum adat, penipuan, konflik rumah tangga, persaingan bisnis, kehilangan, pengkhianatan, juga persoalan cinta,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut perempuan asal Ciamis, Jawa Barat itu, buku cerpen ini telah diluncurkan secara resmi bertepatan dengan perayaan Ulang Tahun ke-3 Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang digelar pada 1 Maret 2015 di Pare, Kediri, Jawa Timur.
Buku tersebut merupakan buku fiksi berikutnya, setelah tahun sebelumnya meluncurkan buku cerpen “Flamboyan Senja” dan novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” yang berlatar Kota Galuh (Ciamis) terbit.

Dia mengungkapkan cerpen-cerpen di buku itu ditulisnya sepanjang kurun waktu 2013-2014 dan sebagiannya telah dipublikasikan di sejumlah media massa lokal dan nasional. Melalui buku cerpen ini dia berharap pembacanya semakin luas dan beragam.

Terkait judul “Sepucuk Surat Beku di Jendela”, papar Aliya Nurlela, dilatarbelakangi atas kecintaannya pada bahasa surat yang sekarang jarang dipakai lagi.

Tak heran pula bahasa surat ikut mewarnai sebagian cerpen di buku ini, meskipun disampaikan penulis secara singkat dan dibumbui bahasa puitis.

“Bahasa surat itu indah. Langsung menyentuh ke hati pembaca. Saya mencoba bernostalgia dengan bahasa surat, untuk mengingatkan generasi sebelumnya bahwa bersurat-suratan itu pernah menjadi hobi yang asyik dan menyenangkan,” kata Aliya Nurlela.

Di buku “Sepucuk Surat Beku di Jendela”, selain surat-surat untuk sahabat, ide cerpen yang ia kembangkan salah satunya terinspirasi dari kisah nyata dirinya ketika terkena penyakit Bell’s Palsy.

Akibat penyakit itu, ia pernah sedih dan terpuruk, bahkan kehilangan rasa percaya diri yang membuatnya mengurung diri beberapa lama.

Cerpen-cerpen yang ditulisnya bukan sekadar permainan kata dan estetika, tetapi lebih dari itu. Dia berupaya memberikan pesan-pesan bermakna, bukan semata imajinasi, khayalan atau kekosongan belaka.

Sejumlah karya Aliya Nurlela lainnya yang telah terbit, sebagiannya buku bersama, di antaranya Sedekah Kunci Pembuka Pintu Rezeki (2010), dan 100 persen Insya Allah Sembuh (2011).

Selain itu, Aku Bahagia Jadi Muslimah (2014), Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid 1 (2014), Fesbuk (2012), Jembatan Merah (2013), Semangkuk Kata Cinta (2013), dan Love My Heart (2013).

Artikel ini ditulis oleh: