Gubernur Non Aktif Basuki Tjahaja Purnama Menghadiri sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penistaan Agama di Auditorium Kementrian Pertanian, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2016. Sidang lanjutan yang ke delapan ini diagendakan mendengarkan keterangana saksi salah satunya ketua MUI, Ma'aruf Amin dan anggota KPUD DKI Jakarta Dahlia. Pool/JP/Seto Wardhana
Gubernur Non Aktif Basuki Tjahaja Purnama Menghadiri sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penistaan Agama di Auditorium Kementrian Pertanian, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2016. Sidang lanjutan yang ke delapan ini diagendakan mendengarkan keterangana saksi salah satunya ketua MUI, Ma'aruf Amin dan anggota KPUD DKI Jakarta Dahlia. Pool/JP/Seto Wardhana

Jakarta, Aktual.Com – Bukan sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok namanya, jika tidak terungkap hal-hal menarik.

Sidang pekan lalu, Selasa (24/1), Majelis Hakim menguak adanya bukti berupa CD yang tidak masuk dalam daftar barang bukti. Padahal menurut si pemberi bukti, Muhamad Asroi Saputra, CD itu telah ia serahkan kepada penyidik Polres Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

Kini pada Sidang Ahok ke 8 hari ini, Selasa (31/1), giliran Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu pihak yang melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri, Ibnu Baskoro pun ikutan ‘raib’.

Hal ini terungkap saat Majelis Hakim mengkonfirmasi seputar pemeriksaan Ibnu di Bareskrim, yang saat itu bertempat di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

Pria yang bertempat tinggal di Kota Wisata Cibubur ini mengaku melaporkan Ahok ke Bareskrim atas tuduhan penodaan agama pada 12 Oktober 2016. Ia di BAP oleh penyidik sebanyak 2 kali, pertama pada 9 November 2016, kedua pada 17 November 2016.

“‎Tadi saudara menyebut diperiksa 2 kali, 9 dan 17 November (2016). Coba diingat-ingat, karena di BAP cuma ada yang 17 November,” papar salah satu Hakim Anggota ke Ibnu.

Ibnu pun menegaskan bahwa ia memang di BAP sebanyak 2 kali. Kedua BAP itu juga ditanda tangani. Namun, memang ada perbedaan antara BAP pertama dan kedua.

“Dua-duanya ditanda tangan. 9 November tanda tangan, 17 November tanda tangan sekaligus ada tambahan bukti,” jelas Ibnu.

Untuk memastikan kalau Ibnu memang di BAP dua kali, hakim pun mengkonfirmasi ihwal nama penyidik Bareskrim yang menginterogasi. Tapi sayang Ibnu tidak ingat. Ia hanya ingat, penyidik yang mengetik BAP-nya dua-duanya perempuan.

“Di sini ada nama ‎Kompol Sri Irawati, SH dan Ipda Retno, SH? Apakah itu yang periksa saudara?” tanya Hakim sambil membolak-balikan berkas yang ia pegang.

Meski begitu, Ibnu tidak bisa memastikan kalau dua nama yang disebutkan hakim ialah penyidik yang menginterogasi.

Dalam sidang sebelumnya, ada bukti CD dari Muhamad Asroi Saputra yang hilang. Dimana menurut Tim JPU, bukti CD itu memang tidak masuk dalam berkas barang bukti yang diserahkan penyidik Bareskrim.

Pewarta : M Zachky Kusumo

(Bawaan Situs)