Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Bob Hasan mengatakan tidak ada artinya merubah komposisi kabinet pemerintahan Jokowi-JK, jika sistem manajemen kerjanya tidak ikut diperbaiki. Presiden Jokowi paling bertanggung jawab untuk memperbaiki manajemen sebagai kepala pemerintah dan selaku kepala negara Indonesia.
“Sifat dan konsep manajemen itu warnanya dari pemimpin, karena menteri juga dapat melakukan kegiatan dari perundang-undangan atau PerPu yang stimulannya dikuasai oleh Presiden,” kata Bob kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (23/5).
Menurut dia, situasi kabinet pemerintahan Jokowi saat ini akhirnya tidak begitu menjadi perhatian penting publik, lantaran belakang lebih sering terdengar saran agar presiden memperbaiki kabinet dalam kemampuan manajemen pemerintahannya.
Oleh karena itu, sambung dia, tidak ada pengaruh signifikan terkait adanya reshuffle yang akan dilakukan baik sebelum lebaran ataupun sesudah lebaran nanti.
“Bilamana ada perubahan komposisi kabinet baik sebelum atau sehabis lebaran tidak terlihat efek yang besar, sehingga dapat diprediksi tidak akan ada hal apapun termasuk keributan,” tandasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Presiden Jokowi akan merombak komposisi kabinetnya yang telah berjalan selama tujuh bulan tersebut. Setidaknya, ada tiga menteri yang diwacanakan akan dilakukan pertukaran tersebut, ketiganya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri di Bidang Ekonomi. Namun, hal itu terlepas kembali kepada kewenangan presiden sebagi pemilik hak preogratifnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
Eka

















