Dua orang terlihat di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2015). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini ditutup berhasil tembus 4.800 didukung ramainya transaksi. IHSG melesat 90,04 poin atau 1,91% ke level 4.802,53. AKTUAL/TINO OKTAVIANO 

Jakarta, Aktual.com — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, diyakini akan kembali di tren penguatannya. Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti bakal diumumkannya BI Rate yang kemungkinan akan kembali dilonggarkan.

Selain itu, banyaknya data terbaru tekait kinerja emiten juga ikut menjadi pengaruh. Tak hanya itu, data global yang juga positif membuat para pelaku pasar semakin optimis terhadap laju IHSG.

“Dengan kondisi itu, kami proyeksikan masih bertahannya aksi beli asing yang diikuti aksi beli pelaku pasar lain, diharapkan laju IHSG dapat kembali ke zona hijau sepenuhnya. Namun, tetap cermati sentimen yang ada,” papar analis PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada, dalam analisis hariannya, Rabu (17/1).

Menurut dia, aksi beli asing dan dibarengi dengan penguatan laju rupiah membuat Indeks dalam tren positif. Asing masih meningkatkan pembelian dari net buy Rp146,40 miliar menjadi Rp 137,48 miliar.

“Sehingga pada perdagangan Rabu (17/2) ini, laju IHSG berada di level support 4.683-4.691. Dan level resistennya di 4.773-4.775,” kata dia.

Menurut dia, laju IHSG terpantau cenderung membentuk pola sideways dimana pelaku pasar kemungkinan sedang menantikan suatu sentimen. Sentimen itu terkait pengumuman BI rate dan imbas dari berbagai berita terbaru emiten. Sedang dari luar, terkait upaya pemulihan global dan pergerakan harga komoditas terutama minyak mentah.

Secara teknikal, indikator spinning top berada di area middle bollinger band (MBB), Sedangkan kenaikan MACD masih terbatas dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung mendatar.

“Sehingga berdasar indikator itu laju IHSG di atas area target support 4695-4710 dan hampir mendekati target resisten kami di 4775-4786,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, adanya sikap wait and see para pelaku pasar terhadap sentimen yang akan muncul, maka disarankan untuk mempertimbangkan tujuh saham ini:

1. SRIL akan berada pada kisaran 266-295. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 265 dan cut-loss di level 264.

2. ASII akan berada pada kisaran 6800-7125. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 6800 dan cut-loss di level 6700.

3. SOCI akan berada pada kisaran 471-500. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 470 dan cut-loss di level 468.

4. EXCL akan berada pada kisaran 3900-4050. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 3900 dan cut-loss di level 3850.

5. LPKR akan berada pada kisaran 1000-1045. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 1000 dan cut-loss di level 990.

6. LPPF akan berada pada kisaran 16225-17150. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 16200 dan cut-loss di level 16150.

7. PWON akan berada pada kisaran 466-492. Dimisarankan beli selama diperdagangkan di atas 472 dan cut-loss di level 470.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan