Jakarta, Aktual.co —Ada sikap yang berbeda antara Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) dengan Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, soal keterbukaan di rapat pembahasan anggaran DKI 2015.
Taufik mengaku tak keberatan jika rapat pembahasan anggaran digelar terbuka, yakni dengan mengunggah rekaman video jalannya rapat ke situs Youtube. 
Sikap Lulung justru berbeda. Saat ditanya mengenai tertutupnya rapat dewan saat pembahasan APBD 2015, politisi PPP itu justru mengatakan tertutupnya rapat sudah sesuai.
“Itu amanat Undang-Undang,” kata Lulung, di Jakarta Pusat, Kamis (10/12). 
Namun Lulung tak menjelaskan lebih jauh Undang-Undang apa yang dimaksudkannya. Menurut Ketua Umum Pemuda Panca Marga ini, transparansi tak harus dengan cara merekam rapat dan diunggah ke situs terbuka. 
“Itu justru ganggu kerja masyarakat. Buat apa buka di youtube kalau hasilnya saja bisa dilihat,” ujar dia. 
Meski pembahasan RAPBD berlangsung tertutup, Lulung memastikan publik bisa mengetahui hasilnya. Karena pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna yang bersifat terbuka. “Jadi anggaran untuk belanja A, B, C terbuka.”
Diketahui, rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov DKI di Gedung DPRD pada 9-10 Desember tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2015 berlangsung tertutup.
Padahal Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) pernah ‘menantang’ DPRD agar rapat pembahasan APBD 2015 dilakukan secara terbuka. Sehingga masyarakat dapat mengetahuinya serta mengedepankan transparansi.

Artikel ini ditulis oleh: