Yogyakarta, Aktual.com – Pekerjaan pembangunan saluran air hujan di Kotagede Yogyakarta ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan untuk menyelesaikan pembangunan saluran sepanjang sekitar 500 meter.

“Untuk tahun ini, waktu pelaksanaan pekerjaan mundur karena ada pandemi. Namun, kami sebenarnya sudah melalukan sosialisasi ke masyarakat sehingga pekerjaan fisik bisa langsung dilakukan setelah kontrak dengan pemenang,” kata Kepala Seksi Peningkatan Perairan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Herka Hanung Wijaya di Yogyakarta, Senin (24/8).

Saat ini, proses lelang pembangunan saluran air hujan di Kotagede yang didanai menggunakan dana keistimewaan dengan alokasi anggaran Rp6,8 miliar tersebut masuk dalam tahap penerbitan surat penunjukan penyedia barang dan jasa dan ditargetkan penandatanganan kontrak dengan pemenang lelang bisa dilakukan pada pekan ini.

Pembangunan saluran air hujan di Kotagede tersebut merupakan pekerjaan untuk meneruskan pembangunan infrastruktur yang sama yang sudah dilakukan tahun lalu di Jalan Mondorakan.

Mekanisme pelaksanaan pekerjaan, lanjut Herka, juga hampir sama seperti tahun lalu yaitu dilakukan dengan penutupan jalan karena lokasi saluran air hujan berada di tengah badan jalan.

“Jalan harus ditutup karena lebar jalan yang ada saat ini sekitar lima meter. Sedangkan box culvert yang akan digunakan memiliki spesifikasi ukuran 1,5×2 meter. Arus lalu lintas harus dialihkan selama pekerjaan pembangunan,” katanya.

Ukuran box culvert yang digunakan lebih kecil dibanding saluran air hujan yang dibangun di Jalan Mondorakan tahun lalu. Saluran air hujan yang sudah ada di tepi kanan dan kiri jalan masih akan difungsikan sehingga ukuran box yang digunakan pun diperkecil.

DPUPKP Kota Yogyakarta akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk perubahan manajemen lalu lintas selama pekerjaan fisik dilaksanakan.

“Opsinya adalah melakukan penutupan per penggal jalan. Dimungkinkan dilakukan dua tahap penutupan saja,” katanya.

Herka mengatakan, penggunaan box culvert untuk pekerjaan pembangunan saluran air hujan diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan.

“Pemenang lelang dapat menyiapkan kebutuhan box culvert terlebih dulu. Saat sudah siap, baru dilakukan pekerjaan penggalian dan pemasangan box untuk saluran air hujan. Harapannya, penutupan jalan hanya dilakukan efektif 1,5 bulan di lapangan,” katanya.

Ia menyebut, pekerjaan pembangunan saluran air hujan harus dilakukan seefektif mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, terlebih di sekitar lokasi pembangunan terdapat berbagai fasilitas umum seperti puskesmas, rumah sakit, hingga Pasar Kotagede. (Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)